Connect with us

UTAMA

Rajut Kebhinekaan, Kemkominfo Gelar Diskusi Publik di Nagekeo, Imbau Perangi Hoax

Published

on

Sesditjen IKP Siti Meiningsih (paling kanan) pose bersama anggota Komisi I DPR RI Dr. Andreas Hugo Pereira (kedua kanan) dan Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Yohannes Nuwa Veto (keempat kanan) serta sejumlah perwakilan Forkopimda pada diskusi publik di Kabupaten Nagekeo, Sabtu (11/8).

Nagekeo, penatimor.com – Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) RI menggelar dialog publik melalui pertunjukan rakyat NTT (musik, tari-tarian, upacara berburu adat, dan tinju tradisional) di Kabupaten Nagekeo, Sabtu (11/8/2018).

Dialog publik mengusung tema, Merajut Kebhinekaan.

Kegiatan tersebut juga hasil kerja sama Ditjen IKP Kemkominfo dengan anggota Komisi I DPR RI Dr. Andreas Hugo Pereira (AHP) dan Pemkab Nagekeo.

Sesditjen IKP Siti Meiningsih, pada kesempatan itu, mengatakan, tema yang diusung dalam kegiatan tersebut sebagai spirit untuk kembali merajut kebhinekaan Indonesia bersama seluruh anak bangsa agar menghindari permusuhan.

“Melalui seni dan budaya Indonesia yang sangat kaya dan beragam kita rajut kebhinekaan. Mari kita menghindari informasi-informasi yang tidak jelas atau berita hoax yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Siti Meiningsih dalam kegiatan yang juga dihadiri Wakil Bupati Nagekeo Paulinus Yohannes Nuwa Veto.

Dia melanjutkan, pelayanan informasi tak bisa berjalan optimal tanpa kehadiran saluran informasi yang memadai.

Saluran tersebut menurutnya, bukan saja berupa saluran komunikasi interpersonal, namun juga saluran komunikasi massa atau yang lazim disebut dengan media massa.

Siti juga mengingatkan, media massa kini semakin berkembang tak hanya sebatas media tercetak, televisi atau radio, tapi juga online.

Dan kini segala sesuatu yang bisa menyebarkan informasi, dimana sebagian kalanganpun menganggap dan memposisikannya sebagai media massa.

Berbagai aplikasi teknologi pun, jelas dia, menjadikan informasi mampu menyebar hingga ke ruang-ruang pribadi masyarakat.

“Imbasnya adaptasi dan inovasi atas ide-ide baru dengan memanfaatkan media secara positif pada gilirannya akan bisa mendorong kemajuan masyarakat,” jelas dia.

Menyikapi ini, lanjut Siti, masyarakat dituntut bijaksana dan cerdas dalam menerima ataupun menyebarkan informasi.

“Masyarakat harus lebih cepat mencerna pesan sebelum kemudian membagikannya,” harap Siti.

Dia melanjutkan, salah satu visi Kemkominfo adalah terwujudnya Indonesia Informatif menuju masyarakat sejahtera melalui pembangunan Kominfo berkelanjutan, yang merakyat dan ramah lingkungan, dalam kerangka NKRI.

Pelaksanaannya menurut Siti, dijabarkan dalam beberapa misi, antara lain meningkatkan kecukupan informasi masyarakat dengan karakteristik komunikasi lancar dan informasi benar menuju terbentuknya Indonesia informatif dalam kerangka NKRI, disamping untuk mendorong peningkatan tayangan dan informasi edukatif dalam mendukung pembangunan karakter bangsa.

Ditjen IKP sendiri, jelas Siti, adalah unsur penunjang pelaksanaan tugas kementerian yang mempunyai tugas melaksanakan pelayanan informasi publik.

“Oleh karena itu Ditjen IKP selalu mengupayakan agar pelayanan informasi publik, pelayanan dalam memberikan wadah dan pengetahuan yang cukup bagi masyarakat dalam menyikapi perkembangan media sosial, dapat terlaksana secara optimal,” kata Siti lagi.

“Maka itu, tak salah rasanya jika Pancasila sebagai dasar negara kita tanamkan dan terus kobarkan sebagai perekat keberagaman dalam bingkai NKRI. Berita bohong atau palsu, ujaran kebencian hingga ujaran-ujaran mengandung unsur radikalisme, tak akan mudah menggoyang jiwa nasionalisme kita jika Pancasila selalu hadir dalam kehidupan. Pancasila adalah jiwa yang menyatukan berbagai perbedaan yang ada di bumi nusantara,” lanjut dia.

Ditambahkan, sistem demokrasi terutama pascareformasi yang seolah membuka jalan bagi berkembangnya bermacam ideologi, memberikan tantangan dan ujian yang berat bagi eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa dan syarat mutlak bagi tegaknya NKRI.

Maka itu menurut dia, Pancasila harus mampu menjawab berbagai tantangan, terlebih di tengah pluralitas kehidupan masyarakat Indonesia. Disamping peran lainnya sebagai ideologi bangsa di mata dunia internasional.

“Atas dasar pertimbangan ini, maka tepat rasanya kegiatan kali ini digelar dengan tema Merajut Kebhinekaan. Semoga dengan keberagaman yang ada di Indonesia menjadi sebuah kekuatan untuk maju menjadi bangsa yang besar,” pungkas Siti Meiningsih. (R4)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Kejari Lembata Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam

Published

on

Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., dan jajarannya berpose bersama sebelum menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam di Kabupaten Lembata.
Continue Reading

POLKAM

Anita Gah Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kupang

Published

on

Anggota Komisi X DPR RI asal Dapil NTT 2, Anita Jacoba Gah, melakukan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada masyarakat Desa Kuenheum, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Petani di Malaka Tewas Diterkam Buaya di Sungai Benanain

Published

on

Waka Polres Malaka, Kompol Ketut Saba.
Continue Reading