Connect with us

UTAMA

188 Siswa SPN Polda NTT Jalani Tradisi Lemdik

Published

on

Ka SPN Polda NTT, Kombes Pol Nanang Putu Wardianto, SSt MK., memimpin langsung berbagai prosesi dan tradisi di Lemdik SPN Polda NTT.

Kupang, penatimor.com – Sebanyak 188 siswa bintara Polri mulai menjalani pendidikan di lembaga pendidikan SPN Polda NTT.

Pasca pembukaan pendidikan pembentukan bintara Polri perbatasan, Selasa (7/8) lalu, para siswa menjalani sejumlah tradisi di SPN Polda NTT.

Ka SPN Polda NTT, Kombes Pol Nanang Putu Wardianto, SSt MK., memimpin langsung berbagai prosesi dan tradisi di Lemdik SPN Polda NTT.

Sejak Selasa (8/8) hingga Kamis (9/8), para siswa menjalani tradisi fisik dan latihan dengan kerapian di lapangan SPN Polda NTT.

“Para siswa diajari dan dilatih pendengaran dan kemampuan otak menangkap pesan dan menjalankan perintah yang diberikan,” ujar Ka SPN Polda NTT, Kombes Pol Nanang Putu Wardianto, SSt MK., di kantornya akhir pekan kemarin.

Sebelum tradisi fisik, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dipimpin Kabid Dokkes Polda NTT, Kombes Pol dr Retnawan P.

“(Tradisi fisik) diawali dengan pemeriksaan awal secara menyeluruh dengan Bid Dokkes Polda NTT. Pada kesempatan tersebut dilakukan tes kesehatan lengkap sebelum pelaksanaan kegiatan jasmani awal,” tambahnya.

Pasca menjalani pendidikan atau setelah enam bulan kemudian maka dilakukan tes kesehatan lengkap lagi sebagai bahan evaluasi hasil kesehatan siswa selama pendidikan di SPN Polda NTT.

Jumat (10/8), Ka SPN Polda NTT menggelar tradisi Lemdik siram kembang kepada siswa.

Oleh karena 188 orang siswa ini tidak seluruhnya berasal dari Kota Kupang maka pada Jumat (10/8) pagi digelar acara pengenalan lingkungan internal dan lingkungan luar.

“Untuk pengenalan lingkungan internal, kita membawa siswa berkeliling ke lingkungan Lemdik SPN Polda NTT. Kepada siswa dikenalkan rumah dinas anggota, ruangan-ruangan di SPN dan gedung bela diri. Ini dilakukan agar siswa mengenali setiap ruangan dan gedung di SPN Polda NTT,” urai Ka SPN Polda NTT.

Siang hari, usai makan siang siswa diajak ke luar lingkungan SPN Polda NTT. Pihak SPN Polda NTT mengajak para siswa berkeliling Kota Kupang melihat-lihat gedung pemerintah.

“Siswa dikenalkan dimana kantor gubernur, Korem 161/Wirasakti, kantor pengadilan, kantor kejaksaan dan obyek vital pemerintah lainnya,” ujarnya.

Hal ini dilakukan agar siswa tidak apatis dengan lingkungan.

“Anggota harus kenali lingkungan dan tahu letak-letak kantor pemerintah. Kalau Mapolda sudah tidak asing lagi bagi siswa namun mereka harus mengetahui lembaga dan kantor lain sehingga kita ajak ke kantor gubernur maupun Korem,” tandasnya.

Siswa kemudian diajak ke GOR Flobamora Oepoi Kupang agar siswa mengetahui lokasi untuk olahraga bersama.

Pada petang hari, Ka SPN Polda NTT dan istri menggelar tradisi Lemdik berupa menyiramkan air kembang kepada masing-masing siswa.

Tradisi ini dilakukan sebagai tanda kalau siswa sudah sah menjadi penghuni SPN Polda NTT hingga tujuh bulan kedepan.

Kombes Pol Nanang Putu Wardianto, S.St MK., juga menjelaskan kalau para siswa menjalani pendidikan hingga 4 Maret 2019 mendatang.

Selama masa pendidikan, siswa menjalani tiga tahapan. Pada 7 Agustus hingga 5 Oktober 2018, siswa menjalani masa Dasbhara.

Selama 6-9 Oktober 2018 para siswa memasuki masa libur Dasbhara.

Periode 10 Oktober 2018 hingga 7 Februari 2019 merupakan masa pengisian profesi kepolisian terdiri dari PSN atau ujian nasional pada 8 Februari 2019.

Selanjutnya pada 9-13 Februari 2019, siswa menjalani latihan teknis (Latnis) di lingkungan SPN Polda NTT.

Dilanjutkan dengan latihan kerja (Latja) pada 14-20 Februari 2019 dilakukan di luar SPN Polda NTT atau siswa melakukan praktik lapangan di Polres dan Polsek terdekat.

“Pada 9 Februari hingga 3 Maret 2019 merupakan masa pembulatan bagi siswa,” ujarnya.

Sementara, pada 4 Maret 2019 merupakan akhir masa pendidikan dan penutupan pendidikan di SPN POlda NTT. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Seorang Karyawati SPBU di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Dibunuh

Published

on

Berdy Susanti Gabriel (30), karyawati salah satu SPBU di Kota Kupang ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/10).
Continue Reading

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading
loading...