Connect with us

HUKRIM

Miliki Senpi Tanpa Izin, Dua Tersangka Terancam Hukuman Mati, Bakal Ada Tersangka Baru

Published

on

Dirreskrimum Kombes Pol Yudi Sinlaeloe (kiri) didampingi Kabid Humas Kombes Pol Jules Abast memaparkan pengungkapan kasus kepemilikan senjata api tanpa izin, Kamis (9/8). FOTO: WILIAM

Kupang, penatimor.com – Pihak Ditreskrimum Polda NTT merilis kasus kepemilikan senjata api dan amunisi tanpa izin.

Direktur Reskrimum Kombes Pol Yudi Sinlaeloe kepada wartawan di kantornya, Kamis (9/8), mengatakan, penanganan kasus tersebut, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/A/286/VIll/2018/SPKT, tanggal 1 Agustus 2018 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP- Sidik/373/VIII/2018/Ditreskrimum tanggal 1 Agustus 2018.

Kombes Yudi yang didampingi Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abast dan Kasubdit III Jatanras AKBP Josua Tampubolon, menguraikan kronologi kasus tersebut.

Menurut Yudi, kronologi kasus tersebut bermula pada Rabu 1 Agustus 2018 sekira pukul 03.20 Wita di dekat kolam Air Nona, Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Diuraikan, pada Rabu 1 Agustus 2018 sekira pukul 01.00, anggota Direktorat Tahti Bripka AJBT, mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya kepemilikan senjata api tanpa izin.

Atas informasi tersebut, Bripka AJBT mengajak dua orang anggota lainnya masing-masing Bripka RS dan Briptu CM untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Selanjutnya, menurut Yudi, pada pukul 03.20, ketiga orang anggota tersebut melakukan penghadangan terhadap pelaku yang akan melewati Jalan Eltari menggunakan sepeda motor.

Namun pelaku berhasil kabur selanjutnya anggota melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku Jemmy Adrianus Bokty alias Jemmy (42), oknum PNS Pemprov NTT di dekat kolam Airnona, dan berhasil mengamankan satu pucuk senjata api laras panjang dan 5 butir amunisi yang dimasukan dalam sarung raket tenis.

Selanjutnya urai Kombes Yudi, pelaku dan barang bukti diserahkan ke Subdit III Jatanras Direktorat Reskrimum Polda NTT dan terhadap tersangka dilakukan interogasi.

“Berdasarkan keterangan tersangka J (Jemmy), selain dirinya ada beberapa orang lain lagi yang memiliki senjata api tanpa izin yang mana mereka sama-sama memiliki kebiasaan untuk berburu rusa menggunakan senjata api,” sebut Yudi.

Terhadap keterangan tersebut, tim
Ditreskrimum Polda NTT melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka Johanis Hendrik Mudin alias Hendrik beserta 5 pucuk senjata api illegal yang ditemukan dalam mobil milik tersangka Hendrik di Jalan Kecipir, Kelurahan Bakunase.

“Dari tangan tersangka J disita barang bukti berupa 1 pucuk senjata api laras panjang type VZ58 5 butir amunisi kaliber 7,62 mm,” sebut Yudi.

Sementara dari tangan tersangka Hendrik, lanjut Yudi, disita barang bukti berupa 1 pucuk senjata api laras panjang jenis Ruger Mini, 1 pucuk senjata api laras panjang jenis Raminton, 2 pucuk senjata api laras panjang jenis CIS, 1 batang laras senjata shot gun kalibernya, 278 butir peluru jenis Glok kaliber 3 MM, 47 butir peluru untuk RG kaliber 5,56 MM, 19 butir peluru shot Gun kaliber 12 MM, 6 butir peluru moser kaliber 303 MM, 5 butir peluru raminton kaliber 6,2 MM, 1 (satu) butir amunisi refolver kaliber 38 MM, 2 buah Magasen RM dan 1 buah obeng pendek.

Masih menurut Kombes Yudi, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun.

“Modus operandi kedua tersangka tersebut adalah memiliki dan menguasai senjata api beserta amunisi yang mana senjata api tersebut diperoleh atau dibeli dari masyarakat Timor Leste untuk kepentingan pribadi yaitu berburu,” sebut Kombes Yudi yang mengaku pihaknya masih terus mendalami pemilik awal senjata api tersebut.

Perwira dengan pangkat tiga melati di pundak itu juga mengisyaratkan adanya tersangka baru dalam kasus dimaksud.

Terpantau, pada jumpa pers penanganan perkara tersebut, juga dihadirkan kedua tersangka dan seluruh barang bukti senjata dan amunisi. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Putusan Kasasi, Loe Mei Lien Divonis 8,6 Tahun Penjara, Jaksa Eksekusi di Lapas

Published

on

Jaksa mengeksekusi terpidana Loe Mei Lien alias Indrasari ke Lapas Wanita Kelas III Kupang, Kamis (5/8/2021) sore.
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Hina Gubernur, Ketua ARAKSI NTT Dipolisikan, Karo Hukum Minta Polda Usut Tuntas

Published

on

Karo Hukum Setda Provinsi NTT, Alexon Lumba menunjukkan laporan polisi terhadap Ketua ARAKSI NTT, Alfret Baun, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Divonis Hukuman Berat, Jaksa Eksekusi 4 Terpidana Korupsi Bank NTT Surabaya

Published

on

Jaksa esekutor Kejati NTT, S. Hendrik Tiip, SH., saat mengeksekusi terpidana Stefanus Sulayman di Rutan Kelas IIB Kupang, Kamis (5/8/2021) siang.
Continue Reading
error: Content is protected !!