Connect with us

HUKRIM

Dalami Kebakaran Taman Komodo, Polisi Periksa 14 Saksi, 2 WNA

Published

on

Jules Abast

Kupang, penatimor.com – Aparat kepolisian terus mendalami penyidikan kasus kebakaran padang rumput savana Gililawa di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai Barat.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abast kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (9/8) siang, mengatakan, dalam penyidikan kasus tersebut, telah dilakukan oleh TKP dan pemeriksaan lapangan oleh tim Labfor Polri Cabang Denpasar bersama tim penyidik Polres Manggarai Barat yang dipimpin Kapolres AKBP Julisa Kusumawardono.

“Tim Labfor Polri Cabang Denpasar ada dua orang yang lakukan olah TKP dan pemeriksaan lapangan selama dua hari, tanggal 5 dan 6 Agustus,” sebut Jules.

Terkait kasus ini, mantan Kapolres Manggarai Barat itu sampaikan, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi yang terdiri atas anak buah kapal (ABK), pemandu wisata, pegawai TNK dan 2 warga negara asing (WNA).

“Sejauh ini penyidik Polres Manggarai Barat terus berkoordinasi dengan tim Labfor Denpasar untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran,” jelas Jules yang juga mantan Kabid Propam Polda NTT.

Ditambahkan, dalam olah TKP dan pemeriksaan lapangan, tim Labfor telah mengambil sejumlah sampel di TKP berupa sisa-sisa bakaran untuk diteliti lebih lanjut di Labfor.

Terkait kapan dibuka kembali padang rumput savana Gililawa, Jules katakan kepolisian mengembalikan hal tersebut kepada pengelola TNK yang memiliki kewenangan mengelolah dan memastikan lokasi tersebut kapan dapat dibuka kembali. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...

HUKRIM

Pasca Penangkapan Rafi, Korban Datangi Polresta Kupang

Published

on

Jibran Pello (32), warga Kelurahan Sikumana saat mendatangi Mapolres Kupang Kota, Sabtu (24/8).

Kupang, penatimor.com – Pasca penangkapan Rahmat, SE., alias Rafi (35) selaku tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan, para korban mulai berdatangan ke Mapolres Kupang Kota.

Salah satu korban yang mendatangi Mapolresta adalah Jibran Pello (32), warga Kelurahan Sikumana.

Jibran mengaku sebagai korban penipuan dan penggelapan terkait jual beli mobil yang dilakukan oleh tersangka Rafi.

Dia mengaku membeli satu unit mobil Rush Tipe G tahun 2011 dangan nomor polisi DH 6933 SOH seharga Rp 170 juta, dengan perjanjian pembayaran awal Rp 100 juta, dan sisa bisa dicicil.

Jibran kemudian mentranfer uang Rp 100 juta lewat Bank NTT ke nomor rekening milik tersangka, dan sudah mencicil uang
pembayaran dengan total Rp 150 juta. Untuk sisa cicilan Rp 20 juta dibayar setelah BPKB diambil.

“Saya mau membayar sisa uang cicilan untuk mengambil BPKB mobil, tapi tersangka selalu beralasan BPKB sementara pengurusan balik nama,” kata Jibran.

Dia merasa ditipu oleh tersangka setelah mobil yang dibelinya hendak ditarik oleh BPR Cristha Jaya, karena BPKB diagunankan oleh tersangka.

Atas perbuatan tersangka, Jibran Pello mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta.

“Saya mengucap terima kasih dan apresiasi kepada pihak kepolisian Polres Kupang Kota yang telah berhasil menangkap tersangka. Saya sudah dirugikan oleh pelaku, tapi yang penting tersangka sudah berhasil ditangkap dan siap mempertanggung jawabkan perbuatan nya,” Jibran.

Sekadar tahu, tersangka Rafi sebelum nya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama dua tahun oleh pihak Polres Kupang Kota.

Dengan laporan polisi kasus tindak pidana penipuan dan pengelapan dalam jual beli mobil dan tanah, tersangka ditangkap di Jalan Poros Taman Subian Indah, Kecamatan Bireng Kanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.
Akhir pelarian tersangka pada Kamis (22/8), dimana dia ditangkap oleh tim Buser Sat Reskrim Polres Kupang Kota bersama dengan tim khusus Dit Reskrim Polda Sulawesi Selatan.

Baca Juga :   Polsek Riung Amankan Benda Menyerupai Mortir

Tim Polres Kupang Kota dipimpin oleh Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda Yance Kadiaman, SH.

Polisi juga membawa tersangka Rafi dan istri nya Sri ke Kupang menggunakan pesawat Garuda Airlines dengan nomor penerbangan GA-678 yang tiba pukul 18.10 di Bandara El Tari Kupang. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Polisi di Kupang Ciduk Spesialis Copet di Angkot

Published

on

Anus Poi, spesialis copet di angkutan umum Kupang.

Kupang, penatimor.com – Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Kelapa lima, Polres Kupang Kota, membekuk Anus Poi (63), spesialis tindak pidana pencurian di angkutan umum di Kota Kupang.

Pelaku diketahui merupakan warga Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Penangkapan pelaku kasus copet di angkutan umum ini atas laporan korban bernama Yulianti Fanggidae (49), warga Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Didik Kurnianto, SH., kepada wartawan di ruang kerja, Jumat (23/8) sore, mengatakan, pelaku ditangkap oleh Tim Buru Sergap Polsek Kelapa Lima dipimpin oleh Bripka Pius Riwu.

Dijelaskan Kapolsek, pelaku melakukan pencurian pada Kamis (22/8) dengan tempat kejadian perkara di depan dealer Yamaha Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama.

Awalnya pelaku bersama korban menumpangi angkutan kota jurusan Penfui-Kupang dan duduk bersampingan. Setiba nya di Toko Rukun Jaya, korban turun dari mobil angkutan tersebut untuk berbelanja.

Setelah korban berbelanja barang dan ingin membayar belanjaan barang tersebut, melihat dompet yang tersimpan di dalam tas korban tidak ada lagi.

“Dalam dompet korban berisi uang tunai sebesar Rp 1,3 juta, barang perhiasan emas 15 gram berupa cicin, rantai dan surat- surat penting lainnya. Total kerugian sebesar Rp 25 juta,” ungkap Kapolsek.

Korban langsung melaporkan kejadian tersebut di Polsek Kelapa Lima, dan atas laporan korban, pihak kepolisian langsung melakukan pencarian dan berhasil mengamankan terduga pelaku.

Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti di tangan terduga pelaku.

“Barang bukti sebagian sudah dipakai untuk membayar cicilan mobil. Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kelapa Lima untuk proses hukum selanjutnya,” pungkas Kapolsek Kelapa Lima. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Polresta Kupang Tangkap Rafi Fiky di Makassar, Ada 30 Laporan Polisi

Published

on

Tersangka Rafi Fiky saat digiring menuju Mapolres Kupang Kota, Jumat (23/8).

Kupang, penatimor.com – Pelarian Rafi Fiky, SE., alias Rahmat alias Rafi berakhir.

Tersangka kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut akhirnya ditangkap polisi dari Polres Kupang Kota.

Pria 35 tahun itu merupakan buronan polisi baik Polres Kupang Kota maupun Polda NTT selama dua tahun terakhir.

Dia menghilang dari Kota Kupang sejak awal tahun 2017 karena tersangkut sejumlah kasus.

Polisi bahkan menerima puluhan laporan polisi terkait Rafi. Di Polda NTT terdapat sekitar 19 laporan polisi dan di Polres Kupang Kota sebanyak 11 laporan polisi.

Tersangka ditangkap pada Kamis (21/8) malam, sekitar pukul 22.00 di Jalan Poros Taman Subian Indah, Kecamatan Bireng Kanaya, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Penangkapan dilakukan tim Buru Sergap (Buser) Sat Reskrim Polres Kupang Kota dipimpin Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Kupang Kota Ipda Yance Kadiaman, SH.

Tim Polres Kupang Kota tiba di Kota Kupang, Jumat (22/8) malam sekitar pukul 18.10 menggunakan pesawat Garuda Airlines nomor penerbangan GA-678.

Rafi tidak sendirian. Polisi juga membawa serta Sri, istri Rafi karena diduga terlibat dalam sejumlah perkara yang melibatkan tersangka Rafi. Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK., didampingi Waka Polres Kupang Kota, Kompol Edward Jacky Tofany Umbu Kaledi, SH SIK MM, Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MHum., Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Ipda I Wayan Pasek Sujana, SH., dan Kanit Pidum, Ipda Yance Kadiaman, SH., di Mapolres Kupang Kota mengakui kalau Rafi sudah lama menjadi buronan polisi.

“(Tersangka) kasus penipuan dan penggelapan dan sudah DPO sejak dua tahun lalu,” ujar Kapolres Kupang Kota.

Baca Juga :   Polda Tangani 75 Perkara Korupsi, 4 SP3

Penangkapan ini pun berkat kerja sama Polres Kupang Kota dengan tim khusus Dit Reskrim Polda Sulawesi Selatan.
Selain mengamankan Rafi dan istrinya, polisi juga mengamankan barang bukti 45 lembar STNK mobil berbagai merk, 18 foto copy sertifikat tanah, 1 bundel penyerahan aset, sejumlah ATM dan buku tabungan bank Mandiri dan BCA.

“Karena kita sudah amankan maka kita proses sidik dan di Polres Kupang Kota sendiri ada 11 laporan polisi,” tambah Kapolres Kupang Kota.

Polres Kupang Kota sudah menerima laporan sejak 2017 lalu. Pasca laporan kasus ini, tersangka Rafi kabur dan dijadikan DPO.

“Terkait dengan penipuan masalah mobil dan perumahan yang sudah terjadi beberapa tahun. Ada belasan LP yang kita terima,” ujar Kapolres.

Sambungnya, pihak Polres Kupang Kota masih membuka peluang dan ruang kepada masyarakat baik di dalam dan di luar Kota Kupang yang merasa ditipu oleh tersangka agar membuat laporan polisi sehingga bisa diproses.

Rafi sendiri langsung ditahan dan dikenakan pakaian tahanan. Sementara Sri sang istri masih dijadikan saksi. Sejak Jumat (22/8) malam, tersangka Rafi dijebloskan dalam sel Polres Kupang Kota hingga 20 hari kedepan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Tersangka dikenakan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (wil)

Continue Reading

Loading…




error: Content is protected !!