Connect with us

UTAMA

Natoni dan Cium Bendera Warnai Penerimaan Siswa SPN Kupang

Published

on

Seorang siswa tampak mencium bendera merah putih di SPN Kupang, Minggu (5/8).

Kupang, penatimor.com – Sapaan adat natoni dan aksi cium bendera merah putih mewarnai penerimaan siswa bintara Polri di SPN Kupang, Minggu (5/8) siang.

Sebanyak 188 orang siswa bintara Polri SPN Kupang ini diterima langsung Kepala SPN Kupang Kombes Pol Putu Nanang W didampingi Waka SPN AKBP Octo Wadu Ere, SH., dan Kakorsis SPN Kupang Kompol Niko Ndolu, SE., serta para pengajar dan pelatih di SPN Kupang.

Sebelum memasuki gerbang SPN Kupang terlebih dahulu digelar upacara serah terima siswa dari Biro SDM Polda NTT selaku penyelenggara penerimaan anggota Polri ke Ka SPN Kupang selaku pihak yang menyelenggarakan pendidikan Bintara Polri TA 2018/2019.

Dari Mapolda NTT, ratusan siswa bintara Polri yang memakai seragam kemeja putih dan celana panjang hitam ini berjalan kaki dikawal polisi lalu lintas.

Di pintu gerbang masuk SPN Kupang, para siswa diwajibkan berjalan jongkok hingga pos penjagaan SPN Kupang.

Di depan pos penjagaan, polisi masih memasang palang besi dan siswa pun dijejerkan secara rapi dalam keadaan duduk.

Para pengasuh, tenaga pendidik dan anggota SPN pun berjejer membuat pagar betis untuk para siswa bintara Polri.

Sementara itu, puluhan orang tua dan kerabat siswa berdiri di sepanjang jalan masuk SPN Kupang. Mereka mengabadikan moment masuk siswa baru dengan kamera HP.

Namun orangtua tidak diijinkan masuk hingga halaman SPN Kupang. Mereka hanya dibolehkan mengambil gambar dari pintu gerbang hingga pos penjagaan.

Di pos penjagaan, kelompok Natoni sudah menunggu menyampaikan tutur adat diselingi terjemahan dari petugas dan disaksikan Ka SPN Kupang dan jajarannya.

Selanjutnya Ka SPN Kupang, Kombes Pol Nanang Putu W membuka tali palang pintu masuk di pos penjagaan pertanda para siswa resmi menjadi warga belajar di SPN Kupang.

Usai natoni, para siswa masih menggelar ritual lainnya. Masih dalam posisi jongkok, para siswa berjalan jongkok hingga beberapa meter.

Di sudut lapangan SPN Kupang, sudah menanti Ka SPN Kupang, Waka SPN dan Kakorsis serta disediakan tiang dan bendera merah putih.
Alunan lagu-lagu pun diperdengarkan saat prosesi ini.

Masing-masing siswa SPN wajib memberi hormat dan mencium bendera merah putih sebagai tanda nasionalisme dan kecintaan pada pendidikan yang bakal dijalani.

Para siswa pun maju satu per satu menjalani proses tersebut dan kemudian berkumpul di lapangan hitam sambil menyanyikan sejumlah lagu-lagu.

Suasana haru juga nampak saat prosesi hormat dan cium bendera merah putih. Beberapa siswa meneteskan airmata saat melakukan prosesi tersebut.

Demikian juga sejumlah orangtua dan kerabat siswa yang memantau dari jauh banyak menitikkan airmata.

Dari aksi cium bendera, para siswa dikumpulkan di lapangan apel SPN Kupang. Petugas SPN Kupang memeriksa kelengkapan siswa dan melakukan pendataan ulang.

Selanjutnya siswa dibagi dalam kelompok dan dilakukan pembagian kamar serta barak.

Ka SPN Kupang dan jajarannya kemudian melakukan makan bersama untuk pertama kali nya dengan para siswa di aula ruang makan.

Di sela-sela kegiatan ini, Ka SPN Kupang, Kombes Pol Putu Nanang W kepada wartawan mengakui kalau tradisi ini dilakukn sebagai tanda penerimaan bagi siswa untuk memulai kehidupan baru di lingkungan pendidikan SPN Kupang.

Sebanyak 188 orang siswa ini memulai pendidikan bintara Polri sejak Selasa (7/8) hingga awal bulan Maret 2019 atau selama tujuh bulan.

Puluhan pengajar, pelatih dan tenaga pendidik disiapkan untuk membina dan membentuk para siswa bintara Polri ini.

Dia berharap para siswa menjalani semua proses pendidikan dan latihan dalam rangka membentuk anggota Polri yang berkualitas dan mampu menjalankan tugas Polri dengan baik dan benar. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Putusan Kasasi, Loe Mei Lien Divonis 8,6 Tahun Penjara, Jaksa Eksekusi di Lapas

Published

on

Jaksa mengeksekusi terpidana Loe Mei Lien alias Indrasari ke Lapas Wanita Kelas III Kupang, Kamis (5/8/2021) sore.
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Hina Gubernur, Ketua ARAKSI NTT Dipolisikan, Karo Hukum Minta Polda Usut Tuntas

Published

on

Karo Hukum Setda Provinsi NTT, Alexon Lumba menunjukkan laporan polisi terhadap Ketua ARAKSI NTT, Alfret Baun, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Divonis Hukuman Berat, Jaksa Eksekusi 4 Terpidana Korupsi Bank NTT Surabaya

Published

on

Jaksa esekutor Kejati NTT, S. Hendrik Tiip, SH., saat mengeksekusi terpidana Stefanus Sulayman di Rutan Kelas IIB Kupang, Kamis (5/8/2021) siang.
Continue Reading
error: Content is protected !!