Connect with us

EKONOMI

Nilai Tukar Petani NTT Meningkat 1,10 Persen

Published

on

Ilustrasi/ foto: net

Penatimor.com – Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkat sebesar 1,10 persen pada NTP Juli 2018 jika dibandingkan dengan NTP Juni 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Rabu (1/8/2018).

Menurut Maritje, NTP didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100). Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

“Pada bulan Juli 2018, NTP NTT sebesar 106,42 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 106,66 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P); 103,76 untuk subsektor hortikultura (NTP-H); 106,79 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 107,35 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 110,97 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi),” ungkapnya.

Maritje menjelaskan, di daerah perdesaan terjadi lnflasi pada bulan Juli 2018 sebesar 0,23%. Seluruh subkelompok mengalami inflasi. Faktor pemicunya adalah musim panen petani telah berlalu sehingga berbagai kebutuhan di pedesaan mulai mengalami peningkatan.

“Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan atau daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan meningkat. Hal ini disebabkan pendapatan petani meningkat lebih tinggi dibandingkan pengeluaran petani,” jelas Maritje. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Merdeka-kan Petani NTT dengan Teknologi

Published

on

Kebun contoh Power Agro Indonesia di wilayah NTT.
Continue Reading

EKONOMI

PT NMK Cabang Belu Siap Penuhi Tuntutan 13 Karyawan yang DiPHK

Published

on

Kuasa Hukum PT NMK Cabang Belu, Yosep Martua Ganda Pangaribuan.
Continue Reading

EKONOMI

Gubernur VBL Minta Dispar Desain Pariwisata yang Inklusif di Alor

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
Continue Reading
loading...