Connect with us

PENDIDIKAN

IPKJI Gelar Seminar Kesehatan Jiwa Keluarga dan Tempat Kerja

Published

on

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore pose bersama narasumber dan panitia pelaksana seminar kesehatan jiwa dan keluarga di Aula Poltekkes Kemenkes Kupang, Sabtu (28/7).

Kupang, penatimor.com – Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa (IPKJ) Provinsi NTT menggelar seminar keperawatan jiwa menyongsong Musyawarah Wilayah (Muswil) IPKJ.

Muswil mengusung tema, Kesehatan Jiwa Keluarga dan Tempat Kerja.

Seminar berlangsung di Aula Poltekkes Kemenkes Kupang, Sabtu (28/7).

Ketua panitia pelaksana Thomas Laga Baro, mengatakan, jumlah masyarakat gangguan jiwa semakin meningkat setiap harinya.

Dan sekarang lebih banyak terjadi pada masyarakat golongan menengah ke atas seperti pejabat dan lainnya.

Masalah psikososial, trend bunuh diri pada anak remaja, HIV/AIDS dan pola pengasuhan dalam keluarga, ekonomi dan lainnya menjadi fenomena yang trend terjadi sekarang ini.

“Untuk itu, kegiatan seminar ini dilakukan dengan tujuan agar bisa mencegah terjadi sakit pada jiwa serta stres berlebihan, terutama dalam keluarga dan lingkungan kerja. Karena sangat penting keluarga sehat dan lingkungan kerja yang sehat, ” katanya.

Dia menjelaskan, tujuan seminar tentang kesehatan jiwa ini yaitu untuk meningkatkan pengatahuan masyarakat dan peserta tentang kesehatan jiwa di keluarga dan tempat kerja, juga bagaimana penanganan kesehatan jiwa.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore,  mengatakan, di Kota Kupang sendiri masih kekurangan dokter jiwa.

Untuk itu, pemerintah akan merekrut tenaga kesehatan jiwa agar bisa ditempatkan di rumah sakit, terutama di rumah sakit S.K. Lerik.

“Di Rumah Sakit Kota ini kami akan bangun jadi lebih baik lagi. Bangun semua infrastruktur yang memadai, tetapi juga harus didukung dengan sumber daya manusia, termasuk dokter spesialis,” katanya.

Dia menjelaskan, masalah kejiwaan selama ini masih dianggap remeh masyarakat. Tetapi sebenarnya masalah ini harus segera diseriusi.

Pasalnya, dengan perkembangan yang terjadi sekarang, banyak orang menjadi tertekan, dalam keluarga dan pekerjaan,  yang akhirnya mengakibatkan kesehatan jiwa terganggu.

“Untuk itu, diharapkan kegiatan seperti ini harus terus dilakukan. Agar masyarakat juga paham akan pentingnya kesehatan jiwa di keluarga dan tempat kerja. Kami Pemerintah Kota Kupang sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang dilakukan IPKJ ini,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pemateri,  Tjahjanti K. Ns.M.Kep.SP.Kep. J,  mengatakan, faktor-faktor tanda gangguan jiwa yaitu tidak sehat yaitu, sedih berkepanjangan, berkurang kemampuan hidup sehari-hari,  menurunnya motivasi untuk melakukan kegiatan, marah-marah tanpa sebab,  bicara dan tertawa sendiri, mengurung diri di kamar, tidak mau bergaul, tidak memperhatikan kebersihan dan ingin bunuh diri.

“Penyebab masalah kesehatan di keluarga yaitu pola asuh tidak kuat, pola komunikasi buruk, masalah ekonomi,  kesibukan orangtua, internet HP atau gadget dan ketergantungan, serta lingkungan,” katanya.

Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan  yaitu dengan promotif kesehatan jiwa di keluarga yaitu dengan pola asuh dan komunikasi dalam keluarga yang mendukung pertumbuhan jiwa yang sehat.

Sementara itu,  pemateri Dr. Sabrina Gero, mengatakan, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kategori emosional dimaksudkan sebagai disstres psikologik atau suatu perubahan kondisi psikologis.  Kondisi ini dapat dialami semua orang, pada situasi tertentu tetapi dapat pulih seperti semula.

“Pada tahap ini juga dapat berkembang menjadi orang dengan gangguan jiwa jika tidak berhasil mengatasi disstres kehidupan. Ciri ODGJ adalah gangguan realitas, gangguan persepsi atau halusinasi, ilusi, gangguan isi pikir dan  tingkah laku aneh. Pada tahap ini, orang tersebut perlu dirawat di rumah sakit jiwa,” katanya. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

Donasi untuk Bocah Satu Kaki di Kupang Capai Rp 27 Juta, Digalang Forum Wartawan

Published

on

Forum Wartawan NTT Peduli berpose bersama usai menyerahkan langsung bantuan itu ke bocah difabel Yesi Ndun dan keluarganya.
Continue Reading

PENDIDIKAN

Tetap Semangat Sekolah, Bocah Satu Kaki di Kupang Dambakan Kaki Palsu

Published

on

Yessi Ndun, siswa SD di Desa Tuapanaf, RT 006/RW 003, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang rajin ke sekolah walau hanya memiliki satu kaki.
Continue Reading

PENDIDIKAN

Dinas Pendidikan Kota Kupang Segera Bagikan Seragam Sekolah ke 50 Ribu Siswa

Published

on

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Drs. Dumuliahi Djami, Msi., yang diwawancarai (3/9/2020) petang.
Continue Reading
loading...