Connect with us

HUKRIM

Dua Asisten dan Empat Kajari Diganti

Published

on

Kajati NTT Dr. Febrie Adriansyah menyerahkan tongkat pimpinan kepada empat Kajari yang baru dilantik di Aula Lopo Sasando Kantor Kejati NTT, Senin (30/7)

Kupang, penatimor.com – Roda mutasi pejabat di lingkup Kejati NTT dan jajaran Kejari kembali berputar.

Pergantian pejabat terjadi pada jabatan Asisten Bidang Pembinaan (Asbin), Asisten Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun), Kajari Ende, Kajari Flores Timur, Kajari Sumba Timur dan Kajari Sumba Barat.

Acara pengambilan sumpah, pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung di Aula Lopo Sasando Kantor Kejati NTT, Senin (30/7).

Asbin dijabat Viva Hari Rustaman menggantikan Alexander Roilan (alm), Asdatun oleh Rusli menggantikan Umbu Lage Woleka, Kejari Flotim Asbach menggantikan I Putu Gede Astawa, Kajari Ende Sudarso menggantikan Muji Martopo, Kajari Sumba Timur Setyawan Nur Chaliq menggantikan Odermaks Sombu dan Kajari Sumba Barat dijabat Sundoro Adi menggantikan Adji Ariono.

Kajati NTT Dr. Febrie Adriansyah pada kesempatan itu, mengatakan, mutasi, promosi dan pergantian pejabat di lingkungan kejaksaan merupakan bagian dari evaluasi dan penilaian menyeluruh atas kinerja, mengacu pada prestasi, dedikasi, loyalitas dan integritas yang akan dilakukan secara konsisten.

Mutasi dan promosi juga, lanjut Kajati Febrie, dimaksudkan sebagai upaya penyegaran, memperluas wawasan dan tambahan pengalaman bagi segenap personel yang dinilai patut, layak dan tepat serta memenuhi persyaratan diserahi tugas dan tanggung jawab untuk menduduki pos dan tugas jabatan tertentu.

“Semua itu dilakukan secara berkelanjutan sejalan kebutuhan dan tujuan terciptanya organisasi yang kuat, yang mampu mengatasi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi yang semakin kompleks dan berat dewasa ini,” kata Kajati.

Karenanya, lanjut mantan Wakajati DKI Jakarta itu, segenap personel dan pejabat kejaksaan yang mengawaki satuan kerja dalam lingkup tugasnya masing-masing, juga dituntut untuk siap mengatasi setiap tantangan yang datang, serta memenuhi segala tuntutan dan harapan masyarakat yang semakin besar dan beragam.

“Promosi dan mutasi tidaklah tepat kalau dianggap sekadar sebagai sebuah rutinitas belaka, tanpa tujuan dan tanpa makna. Sekali lagi saya tegaskan, mutasi dan promosi adalah hal yang sangat penting demi terwujudnya organisasi kejaksaan yang lebih mantap, lebih kuat, lebih siap dan lebih baik,” tandas Kajati.

Orang nomor satu di lingkup Kejati NTT itu melanjutkan, pola kebijakan promosi dan mutasi yang akan terus dilaksanakan, tidak lagi harus tersandera pertimbangan subyektif dan suka tidak suka.

Semuanya menurut dia, dilakukan melalui proses pembahasan dalam rapat pimpinan, dan semua memberi masukan yang untuk selanjutnya dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pimpinan.

Dan dengan dijadikannya pemenuhan unsur-unsur prestasi, dedikasi, loyalitas dan integritas sebagai parameter dan prasyarat utama, maka hal tersebut setidaknya akan mendorong setiap jaksa dan pegawai kejaksaan untuk selalu menjaga kualitas dan disiplin diri serta harus mampu menjaga harkat dan martabat profesi dan citra lembaganya.

Dijelaskan, Asbin dan Asdatun merupakan jabatan yang sangat penting dan strategis di Kejati, karena Asbin mempunyai tugas melaksanakan pembinaan atas manajemen perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana, perpustakaan, pengelolaan pegawai, keuangan dan piutang negara, perlengkapan dan pengelolaan atas barang milik negara, dan lain sebagainya.

Sedangkan Asdatun melaksanakan tugas penegakan hukum, bantuan hukum, pertimbangan hukum dan tindakan hukum lainnya, melakukan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di Bidang Datun, serta pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga lain baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Selanjutnya Kajari, lanjut Febrie, merupakan jabatan yang sangat penting karena adalah perpanjangan tangan pimpinan di daerah.

“Saya harapkan tugas yang diberikan dapat diemban dan dijalankan dengan baik. Tunjukkan bahwa saudara adalah pilihan yang tepat untuk memangku tugas dan tanggung jawab tersebut,” harap Kajati.

Asbin, Asdatun dan para Kajari yang baru dilantik, juga diminta agar mampu membuktikan bahwa pimpinan tidak salah menempatkan dalam posisi, jabatan dan tugas tanggung jawab yang dipercayakan dan diserahkan ke pundak masing-masing saat ini.

“Kedepan tantangan yang kita hadapi tidaklah semakin ringan. Namun saya tetap menyimpan harapan bahwa dengan berbekal semangat dan tekad kuat serta kerja keras kita bersama, semata-mata dilandasi niat untuk mendedikasikan segenap kemampuan yang kita miliki hanya bagi kepentingan bangsa dan negara, maka saya optimis dan yakin bahwa tugas, rintangan dan hambatan seberat dan sesulit apapun akan mampu diatasinya,” sebut Febrie.

Keyakinan dan harapan yang sama juga Kajati titipkan kepada para pejabat yang baru dilantik, bahwa kemajuan, kejayaan, kecintaan dan kepercayaan masyarakat kepada korps Adhyaksa akan terwujud manakala semua tugas, kewenangan dan tanggung jawab yang melekat pada posisi dan jabatan yang disandang, dapat dilaksanakan dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.

Pejabat yang baru saja dilantik juga diingatkan untuk melakukan persiapan dan kesiapan segenap unsur, elemen dari seluruh tingkatan satuan tugas.

“Kehadiran dan eksistensi seorang pimpinan mutlak sangat diperlukan. melalui pemberian arahan, petunjuk, bimbingan, kontrol dan pengawasan. Agar dengan demikian roda perputaran organisasi berjalan tepat sesuai arahnya. Di sisi lain hubungan, koordinasi dan kerja sama yang baik dengan seluruh stakeholders tidak boleh dinafikkan. Baik dalam pelaksanaan penegakan hukum maupun tugas-tugas lain yang menjadi tanggung jawab kita. Maksimalkan peran intelijen untuk mengantisipasi dan mendeteksi dini setiap ancaman, gangguan dan hambatan di wilayah tugas masing-masing,” pesan Kajati.

Dalam menghadapi berbagai masalah, Kajari diharapkan segera melakukan koordinasi dengan forum pimpinan daerah setempat, sesama aparat penegak hukum, termasuk para tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Hal lain yang tidak kalah penting adalah membangun dan memperkuat soliditas jajaran kejaksaan sendiri. Kajari harus memahami dan mengerti setiap tantangan khususnya dalam penegakan hukum yang dihadapi di wilayah hukum masing-masing. Pemahaman yang komprehensif akan mengantarkan saudara pada solusi yang tepat terhadap setiap problematika. Pastikan setiap jajaran kejaksaan hadir dalam berbagai persoalan hukum yang dihadapi oleh masyarakat, dengan begitu akan meningkatkan kepercayaan publik kepada lembaga kita,” tegas Kajati.

Ditambahkan, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional sebagai salah satu upaya untuk menyejahterakan masyarakat, akan semakin kokoh apabila ditopang oleh hukum.

Oleh karenanya, penegakan hukum yang baik adalah sebuah proses menegakkan norma-norma hukum sehingga ditaati dan dijadikan pedoman dalam segenap aspek kehidupan.

Sekaligus dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi pelaksana pembangunan untuk berkreasi dan berinovasi tanpa merasa ketakutan dalam melaksanakan pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

Dia melanjutkan, proses penegakan hukum represif sekalipun yang ditujukan untuk memberantas suatu kejahatan dan menghukum pelakunya agar tidak mengulangi kejahatannya, tetap dilakukan dengan tidak harus menimbulkan kegaduhan yang justru mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat itu sendiri.

Selain itu, tindakan aparat penegak hukum sedapat mungkin harus mampu menghadirkan suasana kondusif, sehingga pembangunan ekonomi dapat berjalan sebagaimana yang direncanakan dan diharapkan.

Oleh karenanya menurut Kajati, keberadaan institusi kejaksaan tidak semata-mata hanya untuk menjalankan proses penegakan hukum penindakan saja, tetapi juga harus berperan aktif memberikan kontribusi positif terhadap pengamanan keberhasilan proses pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat.

Untuk itulah, Kajati sampaikan kejaksaan memandang perlu melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.

Dan pembentukan program Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4), menjadi salah satu upaya dan strategi yang dijalankan saat ini yang eksistensinya baik di tingkat pusat (TP4P) maupun di daerah (TP4D), diharapkan dapat menciptakan sinergi kerja sama pendampingan demi keberhasilan pelaksanaan pembangunan yang terus akan dilakukan oleh
pemerintah.

Selain itu, tanggung jawab lain menumbuhkan kesadaran hukum antara lain membangun pemahaman budaya anti korupsi yang dilaksanakan secara intensif sejak dini, dimana kejakaaan juga telah menginisiasi dilaksanakannya program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan kurikulum anti korupsi di sekolah-sekolah, di kalangan generasi muda yang sangat diharapkan kelak menjadi generasi penerus cita-cita bangsa.

“Untuk itu para pejabat yang baru dilantik, saya harapkan melanjutkan pelaksanaan program program yang merupakan bagian dari upaya preventif, disamping penegakkan hukum represif pemberantasan tindak pidana korupsi yang tetap kita lakukan secara konsisten dan beriringan,” pinta Kajati.

“Semoga saudara-saudara senantiasa dapat menunaikan tugas jabatan dengan penuh pengabdian dan tanggung jawab,” sambung dia. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kejari Kota Kupang Musnahkan Barang Bukti 31 Perkara

Published

on

Sejumlah barang bukti dimusnahkan secara bersama-sama dengan cara dibakar pada dua buah wadah drum oleh Kajari Kota Kupang, perwakilan BNN, Polres Kupang Kota, Wakil Ketua PN Kelas IA Kupang dan Balai POM Kota Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Kapolda NTT Akan Proses Hukum Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Published

on

Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif.
Continue Reading

HUKRIM

SADIS! Bocah 4 Tahun di Sabu Raijua Tewas Tertimpa Batang Pohon Kelapa, Kepala Pecah

Published

on

Eksavator dan batang pohon kelapa dipasang police line sebagai barang bukti.
Continue Reading
error: Content is protected !!