Connect with us

HUKRIM

Korban Trafficking di Batam Gadis 16 Tahun Asal TTS

Published

on

Inilah salah satu korban human trafficking di Batam bernama Adriana Kanu asal Oekule, Kabupaten Rote Ndao. Dia harus menjalani perawatan medis secara intensif akibat dianiaya majikannya di Batam.

Batam, penatimor.com – Seorang gadis remaja berinisial MA (16), asal Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten TTS, menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking di Batam.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan sedang dalam proses hukum oleh penyidik Ditreskrimum.

Kasus ini dilaporkan oleh Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, rohaniawan di Gereja Katolik Kerahiman Ilahi, Tiban III, Sekupang, Batam.

Romo Paschal, demikian dia disapa, dalam keterangan tertulisnya, juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses hukum yang menurut dia diskriminatif dan tidak profesional.

Dia bahkan telah melayangkan surat ke Kapolri melalui Divisi Propam terkait dugaan tebang pilih dan ketidakprofesionalitasnya polisi dalam proses hukum kasus yang dilaporkannya.

Paschal sampaikan, pada Selasa 17 Mei 2018, dia bersama teman-teman peduli Migrant, Perempuan dan Anak Kota Batam, (Save Migrant Batam) telah mengadakan audiensi dengan pihak Ditreskrimum Polda Kepri.

“Kami diterima Subdit IV. Kami menanyakan perkembangan kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan oleh Direktur PT. Tugas Mulia dengan pemilik J. Rusna, terhadap saudari MS, yang telah kami laporkan kepada Polda Kepri pada 20 Maret 2018 dengan LP-B/27/III/2018/SPKT-Kepri dan korbannya kami dampingi,” jelas Romo Paschal.

Dalam audiensi tersebut, pihaknya mengetahui bahwa J.Rusna sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan gelar perkara yang cukup alot (sampai tiga kali) dan selanjutnya akan diadakan upaya paksa.

“Kami bertanya kepada pihak Polda Kepri (Subdit IV), kapan upaya paksa itu terjadi dan mengapa saudari Rusna tidak ditahan, sementara penetapan tersangkanya sudah lewat dari seminggu (9 Juli 2018). Hal ini sangat berbeda menurut pandangan kami dengan saudara Paulus Baun alias Ambros, seorang perektrut yang menjadi kaki tangan saudari J. Rusna yang dalam kasus ini juga telah lebih dulu (bulan Mei 2018) ditetapkan sebagai tersangka dan pada hari yang bersamaan langsung ditangkap dan ditahan,” beber Paschal.

“Bagaimana mungkin untuk seorang perekrut bisa dilakukan upaya paksa dengan segera dan tidak perlu usaha gelar perkara yang alot. Tetapi untuk seorang pemain utama, J. Rusna, tidak segera ditangkap dan ditahan bahkan nyaris tidak dinyatakan sebagai tersangka karena proses yang demikian rumit,” lanjut dia.

Dari audiensi itu, Paschal sampaikan, pihaknya mengetahui bahwa antara mereka dan penyidik sesungguhnya sudah ada kesepahaman tapi Ditreskrimum malah sepertinya sengaja untuk tidak menahan atau memperlambatnya dengan tidak menandangani surat perintah penangkapan dan penahanan.

“Sehingga para penyidik tidak bisa melakukan penangkapan dan penahanan. Setidaknya sampai hari kami menuliskan surat ini belum ada penangkapan dan penahanan dari Polda Kepri terhadap saudari J. Rusna,” ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Paschal dalam kapasitas sebagai seorang imam yang terlibat aktif mendampingi pelapor dan pendamping korban kasus ini, merasa perlu mengadukan hal ini untuk tindakan tegas dari kepolisian.

“Mengingat banyaknya kasus perdagangan orang di Pulau Batam yang kami cintai ini. Agar di kemudian hari sungguh ini menjadi contoh yang baik tegaknya hukum dan keadilan di negeri ini. Ditambah lagi dengan kerinduan kami untuk lembaga Kepolisian ini agar semakin hari kiranya semakin profesional dan berdedikasi,” imbuhnya.

“Dalam surat ini saya hendak mengadukan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, saudara Dirreskrimum Polda Kepri yang saya anggap telah menunjukkan ketidakprofesionalitasnya sebagai anggota Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” sambungnya. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tikam Tuan Pesta di Kupang hingga Tewas, Pemuda Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Published

on

Kapolsek Kelapa Lima Kompol Sepuh Siregar dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (26/11/2021) petang.
Continue Reading

HUKRIM

PN Kupang Eksekusi Lahan di Oebobo, 6 Rumah Dirobohkan

Published

on

Proses eksekusi lahan oleh PN Kupang di Jalan W.J. Lalamentik RT 27/RW 08, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (26/11/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Dugaan Perzinahan, Polisi Periksa Pemilik Stikes Nusantara Kupang dan WIL-nya

Published

on

Rudy Doko Pati (50) dan Endang Prahasti Hasubranti (49).
Continue Reading
error: Content is protected !!