Connect with us

POLKAM

Jacki Uly: Perlu Internalisasi Nilai Empat Pilar Kebangsaan

Published

on

Drs. Y. Jacki Uly, M.H, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, saat bertemu warga masyarakat Kupang dalam rangkaian kunjungan ke Dapil NTT 2, Sabtu (14/7).

Kupang, penatimor.com – Drs. Y. Jacki Uly, M.H, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), menegaskan, peran empat pilar kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat strategis.

Karena itu, sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan itu perlu terus ditumbuhkembangkan setiap warga negara dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dengan demikian, Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang besar, berbudaya, dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

“Pancasila sebagai dasar negara bukan barang baru. Tatkala Islam masuk Indonesia, tidak ada pertentangan satu sama lain di antara sesama anak bangsa. Begitu juga saat Belanda masuk Indonesia juga tak ada pertentangan namun solidaritas sebagai bangsa yang heterogen tetap terpelihara baik,” ujar Anggota MPR RI dari Fraksi NasDem Jacki Uly saat berlangsung kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di hadapan ratusan warga masyarakat Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa, (16/7).

Anggota MPR yang baru saja menggantikan koleganya, Gubernur terpilih NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, lebih jauh mengatakan, masyarakat kita begitu toleran, saling menghormati, dan dapat bekerja sama membangun bangsa.

“Hemat saya inilah nilai-nilai yang perlu terus ditumbuhkembangkan dalam kehidupan masyarakat kita,” ujar Jacki Uly, yang juga Calon Anggota DPR RI 2019 dengan Nomor Urut 1 dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur 2.

Pada bagian lain, ia menegaskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara empat pilar kebangsaan berperan sangat vital.

Oleh karena itu, selain internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seluruh elemen masyarakat bangsa harus benar-benar memahami arti dari empat pilar tersebut.

“Kita tahu bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, empat pilar kebangsaan ini punya fungsi dan peran sangat penting karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur bangsa,” kata Jacki Uly.

Menurutnya, Indonesia adalah negara besar dan terberkati oleh Tuhan. Meski beraneka suku dan bahasa, namun bersatu dalam bingkai kebhinekaan. Dengan demikian, hal ini sangat penting untuk terus-menerus digelorakan kepada masyarakat.

“Melalui pertemuan yang berharga ini, saya harapkan agar kita semua masyarakat dari kota hingga kampung-kampung terus mengaktualisasikan empat pilar kebangsaan. Hal ini penting karena tantangan bangsa dan negara ke depan makin berat,” lanjut Jacki Uly.

Warga masyarakat menyambut positif kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Sulamu.

Kornelis Liunome, warga Sulamu, mengharapkan agar kegiatan anggota DPR seperti ini dilaksanakan berkesinambungan agar masyarakat tahu arti penting empat pilar dimaksud untuk selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pertemuan kali ini sunggu bermakna bagi kami orang kampung. Apalagi dikunjungi anggota DPR. Kami tahu, agenda mereka (wakil rakyat), sangat padat dalam membicarakan soal-soal masyarakat secara nasional. Kami masih berharap agar kegiatan seperti kunjungan kerja atau reses dilakukan agar masalah yang kami hadapi di kampung bisa kami sampaikan secara langsung,” kata Liunome, warga Sulamu. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLKAM

Jelang Natal-Tahun Baru, Polda NTT Antisipasi Ancaman Terorisme

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin
Continue Reading

POLKAM

Dukungan Golkar NTT untuk Airlangga Hartarto Sudah Harga Mati

Published

on

Melki Laka Lena
Continue Reading

POLKAM

Jasman Abdulah Siap Pimpin Alor Pasca Djobo

Published

on

Jasman Abdulah saat berdiskusi bersama sejumlah aktivis mahasiswa asal Alor di Kupang, Rabu (20/11).
Continue Reading
loading...