Connect with us

HUKRIM

Kasus Ranti Kore Cs jadi Atensi Jaksa Agung

Published

on

Empat tersangka kasus penculikan anak Richard Mantolas hendak dibawa dari Kantor Kejari Kota Kupang ke Rutan Kelas 2B Kupang dan Lapas Wanita Kelas 3 Kupang untuk menjalani penahanan sebagai tahanan Kejaksaan, Rabu (11/7).

Kupang, penatimor.com – Kasus dugaan penculikan bocah cilik Richard Edgar Mantolas (4), putra pertama dari jaksa Kundrat Mantolas yang juga Kasi Tipidsus Kejari TTU, menjadi atensi Jaksa Agung HM Prasetyo.

Hal ini disampaikan Kasi Tipidum Kejari Kota Kupang Henderina Malo di kantornya, Kamis (12/7).

“Kasus ini memang jadi atensi Jaksa Agung, sehingga setiap perkembangannya wajib dilaporkan ke Kejaksaan Agung,” kata Henderina.

Mantan Kasi Eksekusi dan Eksaminasi Kejati NTT itu, melanjutkan, pihaknya baru saja menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres Kupang Kota.

Untuk itu, segera dirampungkan surat dakwaan dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang untuk disidangkan.

Henderina juga mengaku pihaknya melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipercayakan menyidangkan perkara tersebut, telah siap meyakinkan majelis hakim di persidangan bahwa para tersangka benar-benar bersalah melakukan tindak pidana penculikan terhadap anak.

Dilansir sebelumnya, tim penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kupang Kota melimpahkan ke JPU Kejari Kota Kupang tersangka dan barang bukti perkara dugaan penculikan balita Richard Edgar Mantolas, 4.

Empat tersangka kasus penculikan putra sulung dari Kasi Pidsus Kejari TTU Kundrat Mantolas tersebut adalah Thomas Valentino Kore alias Tom, Prantiana Kore alias Ranti, Christian Nahas alias Chris dan Simson Rassi alias Ical Bogen.

Pelimpahan tahap dua tersebut dilakukan tim penyidik dipimpin Kanit PPA Bripka Bregita Usfinit, setelah jaksa peneliti menetapkan berkas perkara telah lengkap (P-21) dan layak untuk disidangkan di Pengadilan.

Sementara empat tersangka didampingi kuasa hukumnya, Petrus Lomanledo dan Luis Balun sebagai kuasa hukum Ranti Kore, dan Albert Ratu Edo sebagai kuasa hukum tiga tersangka lainnya.

Kasi Pidum Kejari Kota Kupang Henderina Malo yang dikonfirmasi, mengatakan, dengan pelimpahan tahap dua dari penyidik polisi tersebut, pihaknya siap menyiapkan surat dakwaan untuk melengkapi berkas perkara dan melimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang untuk disidangkan.

Sementara itu, tersangka Christian Nahas saat diinterogasi Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejari Kota Kupang, mengaku awalnya tidak ada niat sama sekali untuk menculik korban.

“Saya hanya marah karena Kundrat sudah buat saya punya calon isteri menangis. Jadi saya hanya mau pukul satu kali saja. Saya sempat masuk dalam rumah dan cek di kamar-kamar tapi tidak temukan Kundrat, sehingga saat bawa anaknya,” ungkap Christian.

Para tersangka dikenakan Pasal 76F UU Nomor 35 Tahun 2014, setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan penculikan, penjualan, dan/atau perdagangan Anak.

Ketentuan Pasal 83 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76F dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp 60 juta dan paling banyak Rp 300 juta. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tim Penyidik Kejati NTT Geledah Kantor BPN Provinsi NTT

Published

on

Tim penyidik Kejati NTT saat menggeledah Kanwil BPN Provinsi NTT, Senin (19/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Aniaya Suami, IRT di Kupang Resmi Tersangka

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Truk Tangki Air dalam Lakalantas Maut di Airnona Diduga Bodong

Published

on

Truk tangki air tampak remuk akibat tabrakan maut dan nyungsep ke jurang di Kelurahan Airnona, Kota Kupang.
Continue Reading
loading...