Connect with us

UTAMA

Prakiraan BMKG Kupang, Angin Kencang hingga Pekan Depan

Published

on

Ilustrasi angin kencang (NET)

Kupang, penatimor.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) El Tari Kupang memprediksi kondisi angin kencang yang terjadi saat ini akan masih tetap berlangsung sampai sepekan mendatang.

Oleh sebab itu, pihak BMKG juga telah mengeluarkan peringatan bagi yang memanfaatkan transportasi laut.

Pasalnya, dengan adanya angin kencang maka secara otomatis terjadi gelombang tinggi sekitaran 3 meter pada perairan selatan Lawut Sawu.

“Saat ini tengah terjadi muson Timur, yang diakibatkan perbedaan tekanan udara di wilayah Australia. Karena prinsipnya, arah laju angin dari dataran tinggi ke dataran rendah,” ungkap Bagian Prakirawan BMKG El Tari Kupang Ni Putu Nonik Prianti di kantornya, Rabu (4/7).

Dijelaskan, semakin tingginya tekanan udara di Australia, maka angin kencang di wilayah NTT terus terjadi.

Oleh sebab itu, diharapkan kepada masyarakat untuk patut mewaspadai terjadi hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

Mengingat saat ini telah terjadi angin muson Timur, dimana intensitas sinar matahari lebih tinggi di Benua Asia daripada di Benua Australia.

Akibatnya, di Asia tekanan udara rendah dan di Australia tekanan udaranya tinggi, sehingga bertiuplah angin dari Australia menuju Asia termasuk di Indonesia.

Dan NTT merupakan wilayah yang paling dekat dengan Australia sehingga NTT yang paling berdampak terkena angin kencang.

Mengenai kecepatan angin, Ni Putu menjelaskan bahwa saat ini kecepatan angin termasuk kategori cuaca ekstrem, karena kecepatan mencapai 50 Km per jam.

Mengingat berdasarkan perhitungan BMKG, jika angin kencang sudah diatas 20 Km per jam, maka itu merupakan cuaca ekstrem.

“Oleh karena itu tinggi gelombang terjadi di laut selatan, meliputi wilayah Rote Ndao, Sabu Raijua dan Sumba Timur (Waingapu) tinggi gelombang mencapai 3 meter,” jelasnya.

Lanjutnya, setiap hari dilakukan pemantauan cuaca yang masih ekstrem seperti sekarang ini, maka senantiasa pihak BMKG memberikan peringatan.

Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat juga dapat lebih waspada ketika menjalankan berbagai aktivitas, terutama di wilayah laut.

Pasalnya, area laut merupakan ruang terbuka sehingga secara otomatis kecepatan angin lebih kencang dibanding di daratan.

“Kalaupun anginnya redah, maka tak akan berlangsung lama, setelah itu akan terjadi lagi agin kencang,” pungkasnya. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

Menkominfo: Masyarakat Tertib Melaksanakan Protokol 3M dan Siap Divaksin Menjadi Kunci Penanganan Pandemi COVID-19

Published

on

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny  Plate.
Continue Reading

NASIONAL

Bangun Soliditas, Kuatkan Semangat Masyarakat

Published

on

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny  Plate.
Continue Reading

HUKRIM

HBA Ke-61, Kejari TTU Hadiahi Tersangka Penganiayaan SKP2 dan Piagam Penghargaan kepada Korban

Published

on

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H.,M.H.,menyerahkan piagam penghargaan kepada korban Natsimus Asionpah.
Continue Reading
error: Content is protected !!