Connect with us

UTAMA

Menuju Kupang Kota Layak Anak, Dinas P3A Siapkan Ranperda

Published

on

Ilustrasi Kabupaten/Kota layak anak (NET)

Kupang, penatimor.com – Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Kupang drg. Fransiska, mengatakan, harus ada sinergitas antara semua pihak untuk bisa mewujudkan Kota Kupang menuju Kota Layak Anak (KLA).

Pihaknya juga mulai merancang Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) tentang KLA.

“Kami sementara berusaha untuk mewujudkan Kota Kupang Layak Anak. Memberikan pemahaman kepada anak, bahwa tugas mereka bukan mencari uang. Apa lagi bekerja di jam sekolah. Ini harus perlu diedukasikan kepada orangtua, agar tidak memanfaatkan jasa anak untuk mencari uang,” kata Fransiska saat diwawancarai di Hotel Swiss Bellin Kristal, Jumat (6/7).

Dia mengungkapkan, Dinas P3A juga sementata menyusun Ranperda Kota Kupang menuju Kota Layak Anak. “Diupayakan agar bisa diterima tahun 2018 atau 2019 mendatang,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, Pemkot Kupang juga terus memperhatikan tentang fasilitas-fasilitas publik untuk anak-anak penyandang disabilitas.

“Ada beberapa sekolah yang sudah memfasilitasi anak-anak penyandang disabilitas untuk mendapat pendidikan yang setara. Pelan-pelan kita terus benahi untuk Kota Layak Anak,” terangnya.

Dikatakan, memang tidak bisa langsung mewujudkan KLA tanpa ada satu pun kekerasan terhadap anak. Tetapi minimal anak-anak bisa dilindungi hak-hak nya, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Dia menjelaskan, adapun program-program yang telah dilakukan dalam rangka menuju KLA di berbagai bidang.

Di bidang kesehatan meliputi program Puskesmas Ramah Anak, peningkatan peran Posyandu Balita, deteksi dini tumbuh kembang anak di 270 Posyandu, Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), pembangunan RSUD Kupang Kota yang difungsikan untuk rujukan, pelayanan keluarga miskin, pelayanan kesehatan gizi buruk, perbaikan gizi balita, pengembangan lingkungan sehat, serta pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.

Selain itu, di bidang pendidikan, yaitu pendidikan usia dini, pemberantasan buta aksara, pendidikan wajib belajar (WAJAR) 9 Tahun, program kejar paket untuk anak putus sekolah, pendidikan luar sekolah (sanggar kegiatan belajar), pemberian beasiswa bagi siswa SD, SMP, SMA/SMK berprestasi dan tidak mampu, zona selamat sekolah yang terdapat di depan sekolah yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas dengan tulisan zona, sarana bus sekolah, selamat sekolah, dan jembatan penyeberangan.

“Juga jam belajar anak. Gerakan ini merupakan program/imbauan untuk belajar antara pukul 18.00-21.00, dimana anak-anak tidak diperbolehkan berkeliaran, TV, tape dan radio dimatikan. Termasuk rumah pintar, mobil internet, mobil perpustakaan keliling, taman bermain, arena balap sepeda, tempat penitipan anak, pondok baca, taman baca, sekolah ramah anak, dan kawasan sekolah tanpa rokok,” sebutnya.

Fransiska melanjutkan, untuk bidang perlindungan anak, disediakan perlindungan anak terlantar penyediaan panti asuhan, panti rehabilitasi, perlindungan anak jalanan, pekerja anak membangun kemitraan dengan LSM yang peduli anak jalanan dan pekerja anak, penetapan anak-anak penerima bantuan beasiswa, serta penanggulangan pekerja anak desa/kelurahan tertinggal (P2ADT) di Kota Kupang.

“Termasuk penghapusan pekerja terburuk anak, pengurangan pekerja anak dalam rangka mendukung program keluarga harapan, penanggulangan anak korban trafficking, akte kelahiran gratis, Perda Nomor 9 tahun 2006 tentang Pendaftaran Penduduk dan Akta Catatan Sipil untuk semua umur 0 bulan sampai 18 tahun, serta Perda Penanggulangan dan Pemberdayaan Anak Jalanan,” pungkasnya. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Halangi Pembentukan Serikat Pekerja, Pengusaha Bisa Dipidana, Ancaman 5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta

Published

on

Peserta hybrid training penguatan kapasitas pemimpin muda serikat di tengah pandemi Covid-19 berpose bersama di Aula Hotel GreeNia Kupang, Sabtu (18/9/2021) petang.
Continue Reading

NASIONAL

Dorong Karya Jurnalistik Lawan Korupsi, ICW Menyelenggarakan AKJA Regional NTT

Published

on

Tibiko Zabar dari Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Palce Amalo dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

AJI Latih Jurnalis di Kupang, Perkuat Kapasitas Pemimpin Muda Serikat Media Saat Pandemi Covid-19

Published

on

Pelatihan penguatan kapasitas pemimpin muda serikat media di tengah pandemi Covid-19 di GreeNia Hotel Kupang, Jumat (17/9/2021).
Continue Reading
error: Content is protected !!