Connect with us

HUKRIM

Polisi Lacak Pelaku Bakar Mobil dan Serang Rumah Ketua Panwaslu

Published

on

Mobil milik Ketua Panwaslu Kabupaten Rote Ndao Tarsis Toumeluk dibakar OTD, Jumat dini hari (6/7).

Kupang, penatimor.com – Aparat kepolisian di Polres Rote Ndao telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap kasus dugaan pembakaran mobil milik Ketua Panwaslu Kabupaten Rote Ndao, Tarsis Toumeluk.

Sementara, pihak Polres Sumba Barat juga sudah melakukan olah TKP dan penyelidikan terhadap kasus penyerangan dan pengrusakan rumah milik Ketua Panwaslu Kabupaten Sumba Barat Daya (SDB), Dikson Dillu.

Pembakaran mobil jenis Toyota Avanza tersebut dilakukan orang tidak dikenal (OTD) saat tengah diparkir di rumah korban yang beralamat di Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao.

Kejadian pembakaran mobil terjadi pada pukul 02.47 dinihari, saat kondisi rumah kosong.

Pasalnya, selama proses penghitungan suara, korban tinggal di kantor dan jarang pulang ke rumah, serta berdasarkan informasi korban selalu berada di Kantor Panwaslu selama pelaksanaan pleno perhitungan suara.

Sementara pengrusakan rumah milik Dikson Dillu terjadi pada pukul 02.19, dimana dua buah jendela kaca pecah karena terkena lemparan batu.

Saat kejadian itu diketahui oleh istri korban yang saat itu mendengar adanya lemparan batu dan pecahan kaca, sehingga kaget terbangun dari tidurnya.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abast kepada wartawan di Mapolda NTT, Jumat (6/7), mengatakan, kepolisian di dua Polres tersebut telah melakukan penyelidikan terhadap kasus pembakaran mobil dan pengrusakan rumah tersebut.

“Setelah olah TKP, saat ini sedang dilakukan penyelidikan terhadap pelaku, berdasarkan laporan polisi yang sudah dibuat oleh masing-masing korban. Tim sedang melacak dan melakukan pengejaran terhadap pelaku pengrusakan rumah di SBD dan pembakaran mobil di Rote Ndao, sesuai petunjuk di TKP dan keterangan korban serta saksi,” kata mantan Kapolres Manggarai Barat tersebut.

Jules melanjutkan, selama proses pelaksanaan Pilkada, kepolisian wajib melakukan pengamanan terhadap Ketua KPU, Panwaslu, serta calon kepala daerah dengan menyiapkan pengawalan pribadi (walpri) yang akan bertugas selama 24 jam menjaga keselamatan diri pribadi penyelenggara serta calon kepala dan wakil kepala daerah.

Selain itu, menurut Jules, kepolisian juga wajib menjamin keselamatan dari penyelenggara, pengawas, serta calon kepala daerah selama proses pemilu hingga pelantikan nanti.

“Terhadap kejadian di Rote Ndao, yang bersangkutan tidak berada di rumahnya, melainkan di Kantor Panwaslu, sehingga saat kejadian pembakaran mobil itu rumah dalam keadaan kosong, sehingga kemungkinan perbuatan itu murni tindak pidana yang bertepatan dengan moment pleno perhitungan perolehan suara,” terang Jules.

Masih menurut perwira menengah dengan pangkat tiga melati di pundak itu, demi mengatasi berbagai aksi kriminal yang menghambat jalannya proses Pilkada di NTT melalui patroli jalan kaki dengan melibatkan unsur gabungan Polri, TNI, KPU, Panwaslu, pasangan calon, dan tokoh masyarakat untuk melakukan pendekatan terhadap kelompok massa pendukung kandidat Paslon agar tetap menjaga situasi tetap aman dan kondusif. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Petani di Malaka Tewas Diterkam Buaya di Sungai Benanain

Published

on

Waka Polres Malaka, Kompol Ketut Saba.
Continue Reading

HUKRIM

Nodai Penyandang Disabilitas di Kupang, Pria 42 Tahun Ditangkap Polisi

Published

on

Andreas Banase, terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur diamankan Tim Buser Polres Kupang Kota, Kamis (16/4/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Resdiana Ndapamerang Perintah Buat Peta Bidang Tanah Mabar Seluas 24 Ha

Published

on

Sidang perkara dugaan korupsi tanah Pemkab Manggarai Barat di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading