Connect with us

POLKAM

Ini Tiga Syarat Jadi Caleg dari Golkar

Published

on

Josef Nae Soi memberikan sambutan saat membuka kegiatan Rapimda II Golkar NTT, Rabu (4/7/2018).

Kupang, Penatimor.com – DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) II, Rabu (4/7/2018). Rapimda tersebut dibuka oleh Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (PP) Wilayah NTT dan Maluku Tenggara Barat (Maluku II), Josef Nae Soi.

Dalam sambutannya saat membuka acara tersebut, Josef mengatakan, terdapat dua agenda penting yang akan dilaksanakan, yakni rapimda, serta membahas mengenai bakal calon legislatif baik tingkat kabupaten, provinsi maupun pusat.

“Belakangan ini kita mengalami degradasi dan mengalami peningkatan sekaligus. Mengapa saya katakan degradasi, karena dari tahun ke tahun, DPR RI bukan ada peningkatan tapi ada penurunan, provinsi juga demikian. Kalau di kabupaten ada yang meningkat tapi ada juga penurunan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Josef juga menyinggung terkait kriteria pengusungan caleg oleh Partai Golkar. Menurutnya, terdapat tiga kriteria utama yang harus dipenuhi untuk menjadi caleg partai berlambang pohon beringin itu.

“Kriteria yang pertama adalah pengabdian. Dan tentunya akan dilakukan survei, tetapi survei bukan satu-satunya. Karena kalau survei ini, kita bisa tinggi tapi dalam perjalanan kita bisa rendah. Atau pun sebaliknya, dalam survei rendah tapi dalam perjalanan ternyata tinggi,” sebutnya.

Menurut Josef, kriteria kedua adalah prospek atau tingkat keterpilihan. “Dalam ilmu politik, ada yang namanya tingkat keterpilihan, jadi bisa saja orangnya itu pas-pasan tapi tingkat keterpilihannya itu sangat tinggi. Begitu pula orangnya sangat hebat tapi tingkat keterpilihannya sangat rendah,” katanya.

Untuk kriteria ketiga atau terakhir, Josef menyatakan adalah pendidikan. “Saya kira pendidikan ini juga cukup penting, karena kriteria dalam undang-undang, pendidikan menjadi sebuah persyaratan yang ikut menentukan seseorang bisa jadi caleg atau tidak,” ujarnya.

Josef menyatakan, sejauh ini semua kegiatan Partai Golkar dilakukan dengan sistem gotong royong, karena itu dalam pileg 2019 nanti perlu gotong royong di dalam kegiatan tetapi kompetisi tetap berjalan.

“Dalam pileg biasanya yang terjadi adalah “jeruk makan jeruk” tetapi saya kira harus ada tata krama dan etika dalam berpolitik. Karena itu, saya mengharapkan silakan berkompetisi dalam merebut suara tetapi kita tetap bersaudara,” harapnya.

“Ada satu istilah menyatakan “To be a good loser” atau jadilah pecundang yang baik, dan jadilah pemenang yang sopan. Silakan bersaing secara sehat dalam meraih suara, tanpa ada korban atau saling menciderai,” imbuhnya. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLKAM

Jelang Natal-Tahun Baru, Polda NTT Antisipasi Ancaman Terorisme

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin
Continue Reading

POLKAM

Dukungan Golkar NTT untuk Airlangga Hartarto Sudah Harga Mati

Published

on

Melki Laka Lena
Continue Reading

POLKAM

Jasman Abdulah Siap Pimpin Alor Pasca Djobo

Published

on

Jasman Abdulah saat berdiskusi bersama sejumlah aktivis mahasiswa asal Alor di Kupang, Rabu (20/11).
Continue Reading
loading...