Connect with us

NASIONAL

Penumpang Lion Rute Surabaya-Kupang Asal Flores Meninggal Dunia di Ruang Tunggu

Published

on

Pesawat Lion Air (NET)

Surabaya, penatimor.com – Seorang penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT692 di Bandara Juanda Sidoarjo tujuan Bandara El Tari Kupang meninggal dunia di ruang tunggu bandara sesaat sebelum pesawat berangkat.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan ke wartawan, mengatakan, manajemen Lion Air telah melakukan penanganan penumpang meninggal dunia sesuai prosedur.

“Penerbangan berjalan dengan normal dan penanganan seorang penumpang yang meninggal dunia sebelum keberangkatan dilakukan dengan tepat sesuai prosedur,” kata Danang.

Dia melanjutkan, penumpang berjenis kelamin laki-laki yang bernama M. Syafii, 20, warga Flores ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri oleh petugas cleaning services pada saat di ruang tunggu keberangkatan (boarding gate).

Sesuai standar pelayanan, lanjut dia, petugas layanan darat (ground crew) Lion Air bersama petugas keamanan bandar udara (aviation security/Avsec) PT Angkasa Pura I Cabang Surabaya, segera membawa dan mendampingi M. Syafii ke Klinik Graha Angkasa Pura I Juanda untuk dilakukan proses pemeriksaan medis serta penanganan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas medis menyatakan M. Syafii telah meninggal dunia pada pukul 11.25 WIB, Sabtu (9/6).

“Lion Air mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya M. Syafii,” ucap dia.

Danang melanjutkan, penanganan penumpang meninggal dunia tersebut tidak mengganggu operasional penerbangan.

Lion Air bekerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam memberikan layanan yang terbaik.

Penerbangan JT692 menggunakan pesawat Boeing 737-900ER (B739) registrasi PK-LHT. Pesawat lepas landas dari Surabaya pukul 12.06 WIB dan mendarat di Kupang pada pukul 14.48 Wita, (9/6).

Lion Air mengimbau kepada seluruh pelanggan dan masyarakat, berdasarkan prosedur layanan penerbangan, untuk selalu memberikan informasi secara rinci/jelas/sesuai keadaan sebenarnya kepada petugas layanan darat ketika proses pelaporan diri di counter check-in jika sedang hamil, sakit berat menular atau tidak menular atau memiliki kondisi khusus yang dapat membahayakan diri sendiri dan mengganggu kenyamanan penumpang lain saat melakukan perjalanan udara.

Dia melanjutkan, kondisi kesehatan pada umumnya tidak memerlukan surat izin medis, namun untuk beberapa keadaan tertentu mewajibkan setiap pelanggan mempunyai surat izin medis sebelum penerbangan dengan menunjukkan dan melampirkan surat keterangan kelaikan terbang (fitness for air travel/medical information) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan serta menandatangai surat pernyataan.

Hal ini sesuai ketentuan pengangkutan penumpang dalam kategori sakit.

Lion Air kata dia, menyatakan patuh dan menjalankan kebijakan bandar udara, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi (SOP) Grup Lion Air serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional.

“Melalui kesempatan ini, Lion Air Group mengimbau kepada pelanggan dan masyarakat, untuk mengetahui perkembangan berikutnya hanya mengacu pada informasi yang diberikan secara resmi oleh Lion Air dan pihak terkait/berwenang,” tutup Danang Mandala Prihantoro. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Pengusaha Muda Asal NTT, Stevano Rizki Adranacus, Catatkan Keberhasilan Perusahaan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia

Published

on

Presiden Direktur NICE Stevano Rizki Adranacus.
Continue Reading

KOTA KUPANG

Terobosan Cemerlang, Pj. Gubernur dan 3 Bupati di NTT Terima Penghargaan IGA 2023

Published

on

Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L Kalake, SH., MDC., berpose bersama tiga bupati di NTT usai menerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2023.
Continue Reading

HUKRIM

Ini Jadwal Lengkap Seleksi CPNS Kejaksaan 2023

Published

on

Kantor Kejati NTT. (net)
Continue Reading