Connect with us

UTAMA

PMPB NTT Bangun Budaya Kurangi Ancaman Bencana Alam

Published

on

Ilustrasi pelatihan cegah bencana alam oleh BPBD ke pelajar (NET)

Kupang, penatimor.com – Perkumpulan Masyarakat Penanganan Bencana (PMPB) Provinsi NTT menggelar workshop evaluasi akhir program Sekolah Madrasah Aman Bencana tingkat Provinsi NTT di Hotel Sylvia, Jumat (29/6).

Workshop ini menghadirkan peserta lintas sektor, diantaranya Dinas Pendidikan Provinsi NTT, Dinas Sosial, Kanwil Agama, Dinas PUPR, Cis Timor, Plan Internasional, BPBD Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, perwakilan dari SD, SMP, dan SMA/SMK di Kota Kupang.

Kegiatan itu dimaksudkan untuk membuat dan mendukung situasi dimana anak-anak dan komunitas sekitarnya membangun budaya aman dan berpartisipasi aktif mengurangi ancaman bencana alam.

Contohnya, angin puting beliung, kekeringan, longsor dan banjir, serta gempa bumi.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT Tini Thadeus, mengatakan, ada 11 ancaman di NTT, yaitu gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir kekeringan, gelombang ekstrim, angin putting beliung, wabah penyakit, gagal teknologi, kebakaran hutan dan konflik sosial.

Jadi di NTT sangat banyak ancaman yang bisa terjadi. Karena itu, sangat perlu kerja sama semua pihak untuk menciptakan masyarakat yang aman terhadap bencana.

Dia mengatakan, program-program yang dilakukan yaitu prioritas kebijakan kelembagaan, pengkajian risiko dan perencanaan terpadu, pembangunan sistem informasi terpadu, penanganan tematik kawasan rawan bencana, peningkatan efektivitas pencegahan dan migrasi bencana, peningkatan kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana dan peningkatan pengembalian sistem.

Selain itu, lanjut dia, informasi dan edukasi agar menciptakan sekolah aman bencana, harus terus dilakukan agar dapat menjangkau semua sekolah di NTT.

Anak-anak sekolah harus dilindungi, dan pemerintah serta stakeholder harus bertanggung jawab memberikan rasa aman dan nyaman serta menjamin keselamatan generasi penerus bangsa.

Kabid PKLK Dinas Pendidikan Provinsi NTT Adelino Soares, mengatakan, berbicara tentang pendidikan adalah tugas bersama.

Untuk itu pemerintah bersinergi dengan stakeholder, masyarakat dan media massa.

Begitupun dengan menciptakan sekolah aman dari bencana. Perlu ada kerja sama, dalam menyusun program, peninjauan lokasi sampai pada pelaksanaan.

“Yang terpenting adalah komitmen bersama untuk menjaga dan melindungi generasi penerus bangsa agar aman dari bencana, dan mendapat pendidikan yang bermutu yang layak serta ditunjang sarana prasarana yang memadai,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Direktur PMPB NTT Kristian Nggelan, didampingi Perwaklian Plan Internasional Robby Lay, mengatakan, sudah tiga tahun Program Sekolah Madrasarah Rawan Bencana dikerjakan oleh PMPT.

“Ini merupakan evaluasi akhir, tetapi bukan berarti semua kerja dan upaya yang selama ini dikerjakan untuk menciptakan sekolah aman itu berhenti, tetapi akan terus dilanjutkan bekerja sama dengan semua pihak terkait termasuk pemerintah,” katanya.

Dikatakan, sudah menjadi tugas bersama, untuk memberikan jaminan bagi anak-anak sekolah, guru dan seluruh tenaga kependidikan untuk merasa aman ketika melakukan proses belajar mengajar.

Dengan kondisi geografis NTT yang berpotensi banyak terjadi bencana, maka rasa aman sangat penting agar pembelajaran bisa dilakukan dengan tenang.

“Melihat kondisi di NTT yang memang tergolong rawan bencana, maka perlu ada sinergitas dari semua pihak untuk menciptakan sekolah aman. Mulai dari infrastruktur, kesiapan menghadapi bencana, sampai pada penanganan,” jelas dia.

Untuk itu, diharapkan kerja sama dan partisipasi semua pihak dalam meningkatkan dan mewujudkan sekolah aman bencana di NTT, untuk memberikan rasa aman bagi pelajar. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

Menkominfo: Masyarakat Tertib Melaksanakan Protokol 3M dan Siap Divaksin Menjadi Kunci Penanganan Pandemi COVID-19

Published

on

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny  Plate.
Continue Reading

NASIONAL

Bangun Soliditas, Kuatkan Semangat Masyarakat

Published

on

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny  Plate.
Continue Reading

HUKRIM

HBA Ke-61, Kejari TTU Hadiahi Tersangka Penganiayaan SKP2 dan Piagam Penghargaan kepada Korban

Published

on

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H.,M.H.,menyerahkan piagam penghargaan kepada korban Natsimus Asionpah.
Continue Reading
error: Content is protected !!