Connect with us

HUKRIM

Usut Kasus Penembakan Poro Duka, Polda Tunggu Hasil Uji Balistik

Published

on

Raja Erizman

Kupang, penatimor.com – Polda NTT hingga saat ini masih menunggu hasil uji balistik senjata dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Denpasar, Bali, terkait kasus penembakan korban Poro Duka, 45, di Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat.

Sesuai hasil otopsi, dokter menemukan adanya proyektil peluru karet bersarang di jantung korban.

Kapolda NTT Irjen Pol Raja Erizman kepada wartawan di Mapolda NTT, Kamis (28/6), mengatakan, dalam penanganan perkara tersebut pihak terus menunggu hasil uji balistik Labfor.

“Memang untuk peluru karet butuh pengujian yang lebih detail. Kita masih tunggu hasil uji balistiknya,” kata Kapolda.

Sebelumnya Kompol dr. Ni Luh Putu Eni Astuti kepada wartawan di Mapolda NTT, sampaikan, dari hasil otopsi ditemukan luka terbuka di tubuh korban.

“Ada luka berbentuk bulat dengan diameter 0,5 cm, dengan klem lecet di sisi kanan ukuran 2,4 cm dan kiri bawah dan atas sekira 0,2 cm,” ungkap Putu.

“Lukanya terletak 2,5 cm di bawah garis mendatar yang menghubungkan kedua puting susu,” sambung dia.

Putu melanjutkan, luka tersebut menembus kantung jantung hingga bilik kanan jantung.

“Di dalam jantung ditemukan anak peluru karet berbentuk bulat lonjong warna hitam panjang 0,8 cm dengan diameter 0,5 cm pada kantung jantung,” papar dia.

Dari otopsi yang dilakukan, dokter polisi dengan pangkat satu melati di pundak itu berkesimpulan korban tewas karena luka tembak peluru karet yang mengenai dada terus ke jantung.

“Anak peluru masih dalam proses untuk dilakukan uji balestik di laboratorium forensik Bali,” jelas Pjs. Kepala Subbidang Kedokteran Kepolisian tersebut.

Sementara itu, Kabid Dokkes AKBP Retnawan Puji, mengatakan, ada luka di dada bawah bagian kiri agak ke kanan sekira 2,5 cm dari garis puting susu, masuk nyenggol ke belahan dada dan masuk ke jantung sehingga menyebabkan luka.

Dia sampaikan ada kemungkinan terjadi rekosed karena anak peluru karet jika mengenai benda keras seperti batu maka akan memantul.

Namun untuk memastikannya, Retnawan sampaikan pihaknya tetap menunggu hasil uji balistik.

“Apakah itu rekosed atau bukan, kita masih menunggu uji balistik pemeriksaan proyektil peluru karet ini. Karena memungkinkan juga kalau rekosed karena anak peluru karet ini mungkin ada benturan ke batu karang. Ini kita tidak bisa memastikan dan tetap menunggu hasil uji balistik Labfor Polda Bali,” kata Retnawan. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

HUKRIM

Notaris-PPAT di Kupang Turun ke Jalan, Suarakan Stop Kriminalisasi Albert Riwu Kore

Published

on

AKSI. Para Notaris-PPAT Wilayah NTT menggelar aksi solidaritas untuk mendukung proses hukum yang menimpa Albert Wilson Riwu Kore. Aksi berlangsung di Jalan El Tari, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (10/8/2022) siang.
Continue Reading

HUKRIM

BPR Christa Jaya Masih Buka Ruang Mediasi untuk Notaris Albert Riwu Kore

Published

on

Direktur BPR Christa Jaya Wilson Lianto bersama kuasa hukumnya Samuel David Adoe, SH., dan Bildat Tonak, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Lagi, Dua Anak NTT Dipromosikan Menjadi Kajari

Published

on

ANAK NTT. Anton Londa, SH.,MH., dan Henderina Malo, SH.,MH., yang mendapat promosi jabatan sebagai Kajari.
Continue Reading
error: Content is protected !!