Connect with us

PILKADA

Tinggi, Partisipasi Warga Kota Kupang Ikut Pilkada

Published

on

Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man memberikan hak suaranya di TPS 18 Kelurahan Liliba, Rabu (27/6).

Kupang, penatimor.com – Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man memberikan hak suaranya di Pilgub NTT.

Terpantau, orang nomor dua di Pemkot Kupang itu bersama istrinya Elisabeth Man-Rengka dan anak-anak, datang ke TPS 18 di wilayah RT 18/RW 14 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, sekira pukul 09.45, Rabu (27/6).

Hermanus bersama keluarganya lalu mendaftar sesuai dengan prosedur dan tahapan pencoblosan. Sekira pukul 10.05, Wawali dipanggil petugas untuk mencoblos.

Hermanus tampak tenang dan selalu tersenyum menyapa semua masyarakat yang hadir di TPS.

TPS 18 mengakomodir warga di tiga RT, yaitu RT 18, 38, dan RT 47/RW 14, dengan jumlah DPT sebanyak 597 pemilih.

Hermanus Man saat diwawancarai, mengatakan, dirinya sangat bangga dengan masyarakat Kota Kupang yang begitu antusias mengikuti pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.

“Saya lihat masyarakat sangat antusias dan menyadari akan hak pilihnya. Terbukti, pagi-pagi semua warga sudah datang ke TPS dan melihat langsung proses jalannya pencoblosan,” katanya.

Wawali dua periode itu menilai, adanya kesadaran masyarakat Kota Kupang yang tinggi bahwa pilihan mereka sangat berdampak bagi masa depan Provinsi NTT adalah hal yang baik.

Menurut dia, masyarakat yang memilih pemimpinnya sendiri, dan masyarakat juga yang mengawasi dan berjalan bersama pemerintahan yang terpilih nanti, untuk bersama membangun Provinsi NTT.

“Siapapun yang terpilih nantinya adalah pilihan masyarakat NTT. Pemerintah Kota Kupang siap bekerja sama dalam membangun NTT dari Kota Kupang,” ujarnya.

Dikatakan, untuk masyarakat Kota Kupang, hanya melaksanakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, tetapi di beberapa Kabupaten di NTT yang memilih Bupati dan Gubernur tentu perbedaan pilihan itu sangat kental.

Tetapi kata dia, masyarakat NTT membuktikan bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal biasa dalam demokrasi dan masyarakat tetap akan bersatu bekerja sama dengan calon pemimpin yang terpilih untuk bersama membangun NTT.

“Secara emosional warga akan lebih dekat dengan Bupati atau Wali Kota, sedangkan untuk Gubernur memang dekat tapi emosionalnya kurang. Sehingga perbedaan itu akan terus ada, tetapi semua tetap aman,” terangnya.

Rombongan keluarga Wawali terlihat meninggalkan TPS seusai mencoblos pada pukul 10.30.

Sementara itu, hasil pemungutan suara di TPS 18, pasangan calon nomor urut 1 Esthon Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris) unggul dengan perolehan 140 suara.

Sementara urutan kedua ditempati pasangan nomor urut 4 Paket Victory-Joss (Viktor Bungtilu Laiskodat-Josep Naisoi) dengan 132 suara.

Paslon Marianus Sae-Emi Nomleni (Marhaen) berada di urutan ketiga dengan 87 suara, dan di urutan keempat pasangan nomor urut tiga Benny Kabur Harman–Benny Alexander Litelnoni (Harmoni) dengan jumlah 64 suara.

Total pemilih di TPS 18 sebanyak 423 orang dan empat suara dinyatakan tidak sah. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PILKADA

Amankan PSU Pilkada TTS, Polda Siagakan 200 Personel

Published

on

Ilustrasi personel Polri (NET)
Continue Reading

PILKADA

Sengketa Pilkada TTS, MK Putuskan Hitung Ulang di 921 TPS

Published

on

IST
Continue Reading

PILKADA

Penggunaan Dana Pengamanan Pilkada 2018 di Sikka Diduga Bermasalah

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading
loading...