Connect with us

UTAMA

Atasi Persoalan Gender Harus Dibarengi Perencanaan dan Anggaran

Published

on

Para peserta pelatihan PPRG yang diselenggarakan oleh Dinas P3A Kota Kupang tampak mendengarkan paparan narasumber di Aula Tirta PDAM Kota Kupang, Selasa (26/6).

Kupang, penatimor.com – Sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan gender, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Kupang menggelar pelatihan perencanaan penganggaran responsif gender (PPRG).

Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man membuka kegiatan pelatihan PPRG yang diselenggarakan oleh Dinas P3A Kota Kupang di Aula Tirta PDAM Kota Kupang, Selasa (26/6).

Kepada 30 peserta yang hadir, Wawali Hermanus mengatakan, persoalan gender yang terjadi di tengah masyarakat sekarang ini haruslah dijawab dengan perencanaan dan juga anggaran.
Menurutnya, percuma saja ketika orang banyak berbicara mengenai gender dan merencanakan banyak hal, tetapi tidak didukung oleh anggaran yang kuat.

Dia juga mengatakan penyelesaian masalah gender haruslah melebur dalam program sektor, misalnya pendidikan, tenaga kerja, dan juga pemberdayaan masyarakat.

“Pokoknya semua yang berhubungan dengan kehidupan manusia, diantaranya masalah human trafficking yang sekarang jadi masalah utama. Kita sebagai aparat yang bergerak harus aktif. Coba masuk dalam program yang langsung bersentuhan dengan beberapa aspek kehidupan, misalnya saja sosial, pendidikan, termasuk ekonomi. Karena itu yang paling berpengaruh dan turut ambil alih dalam masalah human trafficking,” ujarnya.

Hermanus menjelaskan, dalam pelatihan perencanaan anggaran ini haruslah menggunakan tiga metode analisis.

Pertama metode analisis situasi, yaitu peserta harus melihat situasi di Kota Kupang, melihat masalah gender dari berbagai aspek.

Misalnya, lanjut Hermanus, bagaimana masalah kesehatan perempuan dibanding dengan laki-laki, dan bagaimana program peningkatan pemberdayaan perempuan di Kota Kupang, serta yang lainnya.

“Harus ada perencanaan. Berbicara soal anggaran yang responsif harus lihat situasi, bukan jumlah anggarannya. Idealnya seperti apa dan kenyataannya yang ada seperti apa,” lanjut Wawali.

Selanjutnya kata Hermanus, metode persoalan atau masalah. Setelah peserta melihat situasi Kota Kupang, masalah tersebut harus dirumuskan dalam perumusan masalah, sehingga bisa mengetahui apa yang terjadi dan bisa segera carikan solusi dan solusi dan itulah yang dilancarkan dengan anggaran serta akan dibuat.

“Setelah itu masuk ke analisis langkah-langkah. Setelah pantau situasi, buat dalam perumusan masalah dan masuk dalam proses penyelesaian, atau langkah-langkahnya separti apa dan anggarannya seperti apa,” lanjutnya.

Dia juga berharap agar peserta yang berasal dari Puskesmas dan juga OPD lingkup Kota Kupang bisa mempunyai kemampuan dan peka terhadap situasi, serta bisa memetakan masalah dan bisa merencanakan anggaran sesuai kebutuhan.
PPRG yang diselenggarakan oleh Dinas P3A Kota Kupang tersebut akan berlangsung selama tiga hari, mulai 26 sampai 28 Juni.

Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas P3A Yos Rera Beka dan Sekretaris Dinas P3A drg. Fransiska. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading

UTAMA

VIRAL! Video Seorang Pria di NTT Digantung Kepala di Bawah, Ibu Korban Minta Keadilan

Published

on

Seorang pria dihukum dengan cara digantung kepala di bawah.
Continue Reading
loading...