Connect with us

PILKADA

Utamakan Rasionalitas Saat Gunakan Hak Pilih

Published

on

Bambang Soesatyo (NET)

Jakarta, penatimor.com – Dari Pilkada serentak di 171 daerah pemilihan (Dapil), Rabu (27/6) nanti, diharapkan bisa menghadirkan para abdi masyarakat yang punya kompetensi sebagai pemimpin daerah, paham manajemen birokrasi, visioner, bersih serta jujur, dan mau menanggalkan kepentingan pribadi serta kelompok demi semata-mata memrioritaskan kepentingan warga.

Maka, warga pemilih pun hendaknya menggunakan hak pilih dengan bijaksana, berpijak pada independensi, pikiran jernih serta penilaian obyektif terhadap setiap pasangan kandidat calon kepala daerah.

Demikian disampaikan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/6).

Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Bamsoet itu, berharap masyarakat mengutamakan rasionalitas dalam menggunakan hak pilih, karena yang dibutuhkan warga pemilih adalah pemimpin daerah yang mau melayani, bukan dilayani.

“Pemimpin yang mau mengayomi semua elemen masyarakat setempat, dan paling tahu apa saja yang dibutuhkan daerah dan warganya,” kata dia.

Dia juga mengimbau masyarakat pemilih untuk memilih kandidat yang mau bekerja keras dan ulet mencari jalan keluar atas setiap permasalahan daerah.

“Pilih pemimpin yang tampil dengan rencana-rencana yang realistis dan tidak menggerogoti anggaran belanja dan pembangunan daerah (APBD),” imbau dia.

Dia melanjutkan, persiapan pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini sudah memasuki masa tenang, setelah berbulan-bulan diisi dengan kegiatan kampanye atau sosialisasi kandidat.

Periode masa tenang berlangsung tiga hari, mulai Minggu (24/6) hingga Selasa (26/6).

Pemungutan suara pada Rabu (27/6) akan dilaksanakan serentak di 171 Dapil, meliputi 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten.

Warga pemilih, lanjut Bamsoet, diharapkan memanfaatkan periode masa tenang itu untuk menetapkan pilihannya dengan pertimbangan matang. Berpikir jernih dan obyektif dalam menilai sosok calon pemimpin daerah menjadi sangat penting guna menghindari kesalahan memilih.

Warga pemilih juga diminta melihat data tentang penghuni ruang tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat ini, ruang tahanan KPK itu dihuni puluhan oknum kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi atau menerima suap.

Fakta ini menurut dia, hendaknya juga menjadi perhatian bagi warga pemilih di 171 Dapil yang menyelenggarakan Pilkada.

“Pilihlah kandidat yang diyakini bersih dari masalah hukum,” pintanya.

“Kalau belasan atau puluhan daerah pernah ceroboh memilih kepala daerah, 171 daerah yang melaksanakan Pilkada serentak pada Rabu nanti diharapkan bisa belajar dari kecerobohan itu, dan tentu saja berkomitmen tidak melakukan kesalahan yang sama,” sambung dia. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PILKADA

Kapolda NTT Tinjau Langsung Pengamanan Rapat Pleno di Malaka

Published

on

Kapolda NTT bersama rombongan saat tiba di Polres Malaka, tepatnya di Polsek Malaka Tengah langsung disambut hangat oleh Plt. Kapolres Malaka AKBP Rishian Krisna, SIK., SH., MH., bersama Pamatwil Kabupaten Malaka Kabidkum Polda NTT Kombes Pol. Halasan Roland Situmeang, SIK., MH., dan para pejabat utama Polres Malaka.
Continue Reading

HUKRIM

Pilkada Aman, Kapolda NTT Beri Apresiasi, Imbau Warga Bijak Bermedsos

Published

on

Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif memberikan keterangan kepada wartawan di lobi lantai 1 Mapolda, Kamis (10/12/2020) pagi tadi.
Continue Reading

HUKRIM

Tawuran Antar Massa Paslon Pilkada Malaka, Polisi Amankan 13 Terduga Pelaku

Published

on

Belasan senjata tajam diamankan aparat Polres Malaka.
Continue Reading