Connect with us

PENDIDIKAN & SASTRA

Mujizat Messakh, Siswa SMAN 1 Kupang yang Promosi NTT di Amerika

Published

on

Mujizat Mesakh

Kupang, penatimor.com – Mujizat Mesakh yang akrab disapa Muji merupakan siswa SMAN 1 Kupang yang mengikuti program pertukaran pelajaran di Amerika Serikat.

Muji mengikuti program Kennedy Lugar Yoytlluth Excange And Studi pada tahun 2017.

Dia berangkat ke Amerika pada Agustus 2017 dan kembali ke Indonesia pada Juni 2018.

Remaja 17 tahun ini merupakan satu dari empat pelajar NTT, yang mengikuti program pertukaran pelajar dengan Amerika Serikat.

Muji saat diwawancarai di ruang Kepala SMAN 1 Kupang, Jumat (22/6), mengatakan, Kennedy Lugar Yoytlluth Excange And Studi merupakan program pertukaran pelajar yang menjembatani pertemuan semua pelajar dari seluruh dunia, dengan budaya yang berbeda-beda, saling mengenal dan belajar budaya luar.

“Jadi tujuannya adalah membangun hubungan antar budaya dari berbagai negara. Jadi di sana Muji membawa budaya Indonesia juga belajar budaya negara-negara lain,” kata Muji.

Ia mengaku, selain belajar di sekolah, juga mengikuti berbagai kegiatan sosial, menjadi relawan dan terjun langsung dengan masyarakat.

Pasalnya, dengan berhubungan langsung dengan masyarakat, akan mempermudah mengenal budaya dan bisa menyesuaikan diri dengan cepat.

“Yang mewakili NTT ada empat orang, yaitu dari SMAN 1 Kupang, SMA Katolik Giovani Kupang, SMA Lentera Kupang dan satu dari Maumere. Sampai di Amerika, kami terpisah. Kebetulan di tempat Muji, tidak ada anak Indonesia. Sehingga Muji belajar banyak hal dan melihat beragam budaya dari teman-teman yang berasal dari negara lain. Jadi benar-benar penguasaan bahasa Inggris menjadi hal paling penting di sana,” ungkap Muji.

Di Amerika kata Muji, masyarakat sangat menghargai waktu. Teratur dalam menjalani hidup dan tidak main-main dengan waktu. Semuanya dilakukan tepat waktu dan sesuai perencanaan uang dilakukan.

Selain itu, juga tentang disiplin. Masyarakat Amerika sangat disiplin termasuk dalam mentaati semua peraturan yang berlaku. Misalnya membuang sampah, dipisahkan antara sampah organik dan nonorganik.

“Walaupin tidak ada CCTV, tidak ada petugas yang menjaga, tetapi masyarakat Amerika tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan, termasuk dalam hal membuang sampah. Disana juga dilarang membakar sampah di pekarangan rumah dan memang benar tidak ada yang melanggar aturan tersebut,” kata Muji.

Selain itu lanjut Muji, selain belajar budaya di Amerika, Muji juga memperkenalkan Indonesia. Pasalnya tidak semua tahu tentang Indonesia.

“Banyak orang tidak tahu apa itu dan dimana Indonesia. Yang mereka tahu hanya negara-negara besar seperti Cina, Jepang dan lainnya,” ungkap Muji.

Dia melanjutkan, di Amerika, dirinya memperkanalkan tentang Indonesia, keindahan alamnya dan berbagai sumber daya yang ada. Termasik alat musik tradisional Rote, Sasando.

“Karena Muji dari NTT yang berasal dari Rote, juga Muji bisa memainkan alat musik Sasando, maka Muji juga mengenalkan Sasando,” ujarnya.

Ia mengaku, selain sekolah, bergabung dalam tim relawan dan masuk tim sepak bola, dirinya juga mengikuti beberapa lomba dan mendapat juara. Diantaranya lomba bermain gitar dan mendapat juara satu, lomba menggambar dan mendapat penghargaan dengan kualitas gambar terbaik.

“Waktu itu Muji menggambar burung hantu dan mendapat penghargaan. Muji juga terpilih menjadi salah satu perwakilan bertemu dengan senator Amerika Serikat di Washington DC. Dari total 2.000 orang hanya dipilih 100 orang untuk bertemu senator dan Muji salah satu di antara 100 orang itu. Bagi Muji itu hal yang membanggakan,” katanya.

Dia berharap, akan terus ada anak-anak dari Kota Kupang yang selalu mengikuti program pertukaran pelajar ini.

“Bagi teman-teman semua, jangan berhenti belajar dan kembangkan semua potensi diri yang ada. Teruslah belajar dan lihat dunia luas yang belum pernah dilihat. Dunia hanya bisa ditaklukan dengam belajar dan ilmu pengetahuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kupang Bapa Muda, mengatakan, sudah dua tahun sejak tahun 2016 program pertukaran pelajar diikuti oleh siswa dari SMAN 1.

Untuk tahun 2018, lanjut dia, sudah ada tujuh kandidat yang siap untuk masuk ke tahapan seleksi pertukaran pelajar Kennedy Lugar Yoytlluth Excange And Studi.

“Ada tujuh pelajar yang sementara mengikuti seleksi program pertukaran pelajar ke Amerika. Kami berharap setiap tahun akan terus ada anak-anak berprestasi dari SMAN 1 yang menjadi perwakilan NTT,” ujarnya.

Selain itu kata dia, siswa-siswi SMAN 1 sejak awal masuk sekolah sudah diarahkan dan dibimbing terutama dalam kemampuan berbahasa Inggris.

“Kami ada English Club yang melatih kemampuan berbahasa Inggris anak. Jadi setiap minggu anak-anak dilatih. Selain itu, kami juga melatih mereka dengan mengikuti berbagai kompetisi, untuk mengasah kompetensi dan kemampuan debat mereka,” ungkap Bapa Muda. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

CERPEN & PUISI

Bimbang antara Memilih Dia atau Mengikuti Dia

Published

on

Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom
Continue Reading

EKONOMI

Dukung Pencegahan Penularan Virus di Sekolah, Maxim Kupang Bagikan Totem Hand Sanitizer

Published

on

Maxim Kupang melakukan kegiatan penyerahan totem hand sanitizer di beberapa sekolah di Kota Kupang. (Foto: Dok Maxim Kupang)
Continue Reading

PENDIDIKAN & SASTRA

Dipimpin Beny Mauko, SMPN 6 Kupang jadi Tuan Rumah Hardiknas, Setelah 43 Tahun Berdiri

Published

on

Wali Kota Kupang Dr Jefri Riwu Kore bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Dumul Djami dan Kepala SMP 6 Kupang Beny Mauko saat puncak perayaan Hardiknas 2022, Sabtu (14/5/2022).
Continue Reading
error: Content is protected !!