Connect with us

HUKRIM

Plt. Bupati dan Mantan Sekda Sarai Diperiksa 7 Jam

Published

on

Mantan Sekda Kabupaten Sarai Yulius Uly hendak memasuki ruang pemeriksaan Bidang Tipidsus di Kantor Kejati NTT, Kamis (21/6).

Kupang, penatimor.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sabu Raijua (Sarai) Nicodemus Rihi Heke dan mantan Sekda Sarai Yulius Uly memenuhi panggilan penyidik Kejati NTT.

Keduanya datang ke Kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, sekira pukul 09.00.

Nicodemus lalu diperiksa penyidik John Lebe Unaraja di ruang pemeriksaan Bidang Datun, sementara Yulius diperiksa penyidik S. Hendrik Tiip di ruang Bidang Tipidsus.

Nicodemus dan Yulius diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi dana Bansos pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) tahun anggaran (TA) 2013, 2014 dan 2015 senilai Rp 23 miliar.

Pemeriksaan terhadap Nicomedus tak berlangsung lama, lantaran yang bersangkutan tidak membawa serta dokumen pendukung, sementara pemeriksaan akan dilanjutkan pada Jumat (22/6).

Sementara Yulius diperiksa hingga pukul 16.00, atau sekira tujuh jam pemeriksaan, dan dicecar dengan 20 lebih pertanyaan.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Iwan Kurniawan yang diwawancarai, mengatakan, pemeriksaan terhadap Nicodemus bakal dilanjutkan pada Jumat (22/6).

“Pemeriksaan terhadap Pak Nicodemus akan dilanjutkan besok (hari ini), dikarenakan yang bersangkutan belum membawa data-data dan dokumen pendukung,” kata Iwan.

Sementara, Yulius Uly saat diwawancarai, mengaku sudah memberikan keterangan sesuai pertanyaan penyidik.

“Saya sudah sampaikan semuanya ke penyidik, jadi tanyakan saja ke penyidik,” singkat Yulius yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu celana hitam.

Sebelumnya, tim penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi yang merupakan ASN dan pejabat di Pemkab Sarai.

Para saksi yang sudah diperiksa adalah Kepala Inspektorat Kabupaten Sarai Septinus M. Bule Logo, Jairus Lobo Huki (Kuasa BUD dan Kabid Anggaran DPPKAD Sarai), Doci Moe (Bendahara Bantuan DPPKAD Sarai) dan Johanes B. Ndena (Kabid Akuntansi DPPKAD Sarai).

Pemeriksaan saksi pada tahap penyidikan dikebut untuk merampungkan perkara tersebut.

Sementara mengenai pemeriksaan terhadap Jonathan R. Djami selaku Plt. Sekda Sarai, yang sebelumnya juga dijadwalkan penyidik dalam pekan ini, tidak dilakukan lagi, karena yang bersangkutan sudah lebih dahulu diperiksa.

Dalam tahap penyidikan perkara dimaksud, tim penyidik Kejati NTT telah memeriksa sejumlah saksi lain, masing-masing Welem Raga Lay sebagai mantan Kepala DPPKAD Sarai, yang kini Kepala Badan Keuangan, termasuk Maria Yose Latuperisa selaku mantan Sekretaris DPPKAD Sarai dan Arlince Edi Djami (Sekretaris DPPKAD Sarai). (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Notaris Dijadikan Tersangka oleh Kejati NTT, INI dan IPPAT Sepakat Mogok Kerja

Published

on

Pengurus dan anggota Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Wilayah NTT berpose bersama usai jumpa pers di Kupang, Rabu (20/1/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Dalami Kasus Penganiayaan Wartawan di Flores Timur

Published

on

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, SH., SIK., MH., saat dikonfirmasi wartawan di Kupang, Selasa (19/1/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Kejati NTT Tangkap Nizardoo Fabio, Eks WN Italia Tersangka Kasus Tanah Labuan Bajo

Published

on

Nizardoo Fabio tampak digiring petugas Kejati NTT di Bandara El Tari Kupang, Rabu (20/1/2021).
Continue Reading