Connect with us

UTAMA

Pemerintah Pusat Bantu 10 Kelompok Tani di Kota Kupang

Published

on

Hendrik Saba

Kupang, penatimor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menyalurkan bantuan 10 unit mesin pompa air dari pemerintah pusat kepada 10 kelompok tani untuk pengairan lahan pertanian tanaman pangan dan hortikultura milik 10 kelompok tani tersebut.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang Hendrik Saba kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Kupang, Kamis (7/6).

Dia mengatakan, pada tahun 2018 Pemkot mendapat bantuan berupa 10 unit mesin pompa air untuk pengairan lahan pertanian tanaman pangan dan holtikultura.

“10 unit mesin pompa air tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat untuk Kota Kupang sebagai upaya mengatasi kesulitan air yang dialami petani untuk mengairi lahan tanaman pangan dan holtikultura,” kata Hendrik.

Dikatakan, bantuan mesin pompa air sudah didistribusikan Dinas Pertanian Kota Kupang kepada 10 kelompok tani di Kota Kupang pada bulan Mei lalu.

“Kami sudah bagi pompa air itu pada bulan Mei lalu di 10 kelompok tani yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Kupang,” katanya.

Ia mengatakan, sasaran pemberian bantuan mesin pompa air itu khusus untuk kelompok petani yang berada di daerah ketinggian yang kesulitan mendapatkan sumber air untuk kebutuhan pertanian.

“Kelompok tani yang memiliki lahan pertanian namun belum mendapatkan sumber air menjadi sasaran utama mendapatkan bantuan mesin pompa air dari pemerintah pusat itu, sehingga petani bisa mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian pangan dan holtikultura setelah adanya bantuan mesin pompa air,” tegas Hendrik.

Dia mengatakan, pendistribusian bantuan mesin pompa air dilakukan lebih awal guna mempercepat realisasi penyaluran bantuan kepada penerima manfaat.

Dijelaskan, bantuan mesin pompa air bertujuan untuk meningkatkan produksi hasil pertanian dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi petani. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan dapat digunakan sebaik mungkin oleh para petani yang dibantu.

“Pemerintah pusat menargetkan penyaluran bantuan itu paling lambat bulan September 2018, namun kami melakukannya lebih cepat sehingga tidak ada kendala dalam membuat laporan pertangungjawaban kepada pemerintah pusat,” tegas Hendrik. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tim Penyidik Kejati NTT Geledah Kantor BPN Provinsi NTT

Published

on

Tim penyidik Kejati NTT saat menggeledah Kanwil BPN Provinsi NTT, Senin (19/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Aniaya Suami, IRT di Kupang Resmi Tersangka

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.
Continue Reading

UTAMA

Seorang Nelayan di Kupang Tewas Tenggelam

Published

on

Penemuan mayat nelayan di Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang.
Continue Reading
loading...