Connect with us

HUKRIM

Tipu Calon Polisi Rp 85 Juta, Tiga Polisi Gadungan Ditangkap di Sulsel

Published

on

Kasubdit I Kamneg Kompol Ampi Mesias Von Bulow (tengah) sedang memberikan keterangan kepada wartawan di kantornya, Senin (11/6),

Kupang, penatimor.com – Polda NTT melalui Subdit I Kamneg berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penipuan uang senilai Rp 85 juta terhadap seorang calon siswa (casis) Polri di Kota Kupang.

Kasus ini dilaporkan korban Elkana Bait, seorang warga Kota Kupang, yang gagal tes masuk Polri di Polres Kupang Kota, karena tidak memenuhi syarat tinggi badan.

Kasubdit I Kamneg Kompol Ampi Mesias Von Bulow dalam keterangan kepada wartawan di kantornya, Senin (11/6), mengatakan, kasus tersebut dilaporkan korban ke polisi di Mapolda NTT, Sabtu (9/6).

Dalam laporannya, jelas Ampi, Elkana Bait menjelaskan, pada (7/5) dan (8/5), dirinya dihubungi via telepon dengan nomor handpone 082352626261 yang mengaku sebagai Kompol Harun dari Mabes Polri, dan menginformasikan ada penambahan 10 orang casis, salah satunya Elkana Bait.

Setelah menghubungi Elkana Bait saat itu, lanjut Ampi, orang yang mengaku sebagai Kompol Harun tersebut meminta sejumlah uang sebesar Rp 85 juta, guna pengurusan menjadi anggota Polri.

“Si penelpon juga memberitahukan ke korban agar menunggunya di depan Kantor Polda NTT guna dipertemukan dengan Kapolda NTT, sehingga saat itu Elkana Bait mentransfernya uang sebanyak tiga kali,” ungkap Ampi.

Bekas Wakapolres Kupang Kota itu melanjutkan, tranfer pertama dilakukan korban melalui BRI Unit Naikoten pada Kamis (7/5) senilai Rp 35 juta ke rekening atas nama Sobri, selanjutnya kedua senilai Rp 40 juta pada (8/5) ke rekening atas nama Daviah dan ketiga senilai Rp 10 juta pada (8/5) ke rekening atas nama Karyadi.

“Setelah ditransfer kemudian nomor handphone tersebut tidak aktif,” kata dia.

“Atas kejadian tersebut maka Elkana Bait datang dan melaporkan kejadian di SPKT Polda NTT guna diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” sambung dia.

Ampi melanjutkan, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, masing-masing Elkana Bait, Melianus Bait dan Melianus Bait.

Selain itu ada juga sejumlah saksi yang adalah panitia penerimaan Casis Polri di Polres Kupang Kota, masing-masing David Tallas, Andri Setiawan, Dominggus Sigakole, Handri Fiah dan Dirdjo Supriyo.

Setelah itu penyidik melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan Bank BRI Unit Naikoten.

Kemudian penyidik Iptu Rizal Fauzi dan Brigpol Fridus Klau berangkat ke Makasar dan berkoordinasi dengan Bank BRI Cabang Sidrap.

Dalam pengembangan yang dilakukan, polisi berhasil menangkap tiga tersangka, masing-masing berinisial MA (30), S (20), dan H (38) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Provinsi Sulawesi Selatan.

Ketiga tersangka kemudian dibawa ke Mapolda NTT guna menjalani proses hukum.

Para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP 56 KUHP dan Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Hal yang sama diakui Rudy Saba (50), warga Kabupaten Sumba Barat.

Ia mengaku ditelepon Kompol Harun yang mengaku panitia penerimaan Polri dan meminta uang Rp 20 juta.

“Padahal anak saya sudah gugur saat seleksi psikologi dan tidak memenuhi syarat sehingga saat ini anak saya sudah mendaftar untuk kuliah di Undana,” tandasnya.

Beruntung Rudy Saba belum memenuhi permintaan penelepon.

“Saya ragu kok ada orang mengaku panitia dan meminta uang, padahal katanya penerimaan Polri tanpa pungutan biaya dan dilakukan secara bersih,” ujar PNS di sebuah OPD Kabupaten Sumba Barat ini.

Kasus yang sama juga sudah dialami Ny Ety L (50), salah seorang orangtua calon siswa yang anaknya sudah gugur pada seleksi tahap ujian psikologi menjadi salah satu korban.
Ia mengaku kalau anaknya sudah tidak memenuhi syarat saat ujian psikologi. Namun pada Rabu (9/5), ia dan suaminya mendapat telepon dari nomor HP 082296781115 mengaku atas nama Kompol Harun, salah satu panitia dari Biro SDM Polda NTT.

Kompol Harun meyakinkan kalau putra dari Ny Ety bersama sembilan orang lain dari Sub Panda Sumba Timur yang sudah tidak lulus bakal dipanggil untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan.
Namun syaratnya, Ny Ety dan suaminya perlu menyetor sejumlah uang.

Ny Ety dan suami diminta menghubungi nomor 082271026669 yang diakui Kompol Harun adalah nomor HP Kombes Pol Kifli Aminanto (Karo SDM Polda NTT).

“Saya heran, Kompol Harun bisa mengetahui secara pasti identitas anak saya yang tidak lulus tes polisi, suami saya dan saya sendiri bahkan nomor HP kami pun diketahui secara jelas oleh Kompol Harun,” ujarnya.

Awalnya Ny Ety yakin kalau penelepon adalah dari panitia Polda karena mengetahui persis kalau putranya sudah tidak lolos.
Namun ia mulai curiga saat penelepon meminta uang dan mendesak Ny Ety segera menghubungi Karo SDM Polda NTT pada nomor yang diberikan Kompol Harun.

Karena ragu, Ny Ety pun mencari informasi di polda NTT dan diketahui kalau itu adalah penipuan.

Ny Ety bersyukur karena belum sempat mengirimkan uang puluhan juta rupiah sesuai permintaan penelepon.

Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Raja Erizman yang dikonfirmasi di Mapolda NTT kemarin siang terkait kasus ini secara tegas mengemukakan kalau hal tersebut adalah penipuan.

“Pasti penipuan, coba kita telusuri dan hal itu tidak benar,” ujar jenderal bintang dua ini.

Kapolda meminta aparatnya untuk menyelidiki kasus ini dan melacak keberadaan penelepon.

“Nomor telepon dua-duanya posisi di Sulawesi Selatan,” ujar Kapolda soal hasil investigasi awal.

Kapolda juga memastikan kalau kedua nomor tersebut bukan nomor telepon pejabat Polda NTT atau panitia penerimaan di Biro SDM Polda NTT.

“Saya pastikan tidak benar dan itu juga bukan nomor telepon Karo SDM Polda NTT,” tambah Kapolda NTT.

Polisi memastikan kalau penelepon dari nomor HP tersebut berada di Pinrang Sulawesi Selatan.

Terpisah, Karo SDM POlda NTT, Kombes Pol Dr Kifli Aminanto mengakui kalau hal tersebut adalah penipuan.

Karo SDM selaku penyelenggaran penerimaan Polri mengaku kalau sudah banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menelepon para casis dan orang tua casis.

Pihaknya meminta aparat Dit Reskrimsus Polda NTT untuk melacak, namun dipastikan para pelaku berada di wilayah Sulawesi Selatan.

“Pastikan bahwa semua telepon seperti itu adalah penipuan. Jangan terperdaya dan yang paling penting jangan kirim uang berapapun jumlahnya,” tegasnya.

Dia juga mengimbau agar orang tua maupun casis tidak langsung mempercayai jika ditelepon seseorang yang menjanjikan kelulusan casis.

Penegasan ini sudah disampaikan kepada orangtua dan casis setiap kali tahapan penerimaan. Penyidik Dit Reskrimum Polda NTT sudah memeriksa sejumlah pihak sebagai saksi kasus ini. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Anggota Tim Game Free Fire di Kupang Adu Jotos

Published

on

Ilustrasi perkelahian.
Continue Reading

HUKRIM

Tingkatkan Pelayanan, Polresta Kupang Siapkan Aplikasi Peduli Lindungi

Published

on

Personel Polres Kupang Kota membantu warga pengunjung menginstal aplikasi Peduli Lindungi di ponsel.
Continue Reading

HUKRIM

Seorang Pria Muda di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Penjualan Bunga

Published

on

Tempat penjualan bunga Heco Garden Kupang.
Continue Reading
error: Content is protected !!