Connect with us

HUKRIM

Cari Opsi Pulangkan Napiter, TPDI Temui Kakanwil Kemenkumham NTT

Published

on

Petrus Salestinus (ketiga kiri) dan tim TPDI Provinsi NTT pose bersama Kakanwil Kemenkumham NTT Yudi Kurniadi usai tatap muka, Rabu (6/6) siang.

Kupang, penatimor.com – Sejumlah advokat NTT dibawah koordinasi advokat senior Petrus Selestinus, selaku Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) diterima Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM RI NTT Yudi Kurniadi, sekira pukul 11.00, Rabu (6/6).

Mereka adalah Petrus Salestinus, Luis Balun, Martinus Lau, Petrus Lomanledo dan Reyza Devita Djami selaku advokat dan anggota TPDI Provinsi NTT.

Pertemuan tersebut untuk meminta klarifikasi dari Kakanwil Kemenkum HAM NTT terkait keberadaan beberapa narapidana teroris (Napiter) titipan Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM RI ke sejumlah Lapas di NTT yang sebelumnya sempat menjadi polemik di media masa dan medsos.

Pertemuan advokat-advokat TPDI ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran yang obyektif dan kepastian dari Kakanwil Kemenkum HAM NTT yang memiliki otoritas tentang keberadaan Napiter di Lapas-Lapas di NTT sebagai titipan, berapa jumlah yang dititipkan dan mengapa dititip di NTT.

Sekaligus untuk mendapatkan klarifikasi dari Yudi Kurniadi atas pernyataannya selaku Kakanwil Kemenkum HAM yang sebelumnya disebut-sebut membantah keberadaan Napiter di sejumlah Lapas di Kabupaten-Kabupaten NTT sebagai titipan.

Dalam dialog secara tertutup antara TPDI dengan Kakanwil Kemenkum HAM NTT, Yudi Kurniadi didampingi oleh Rosimin selaku Humas dan beberapa staf Kanwil Kemenkum HAM NTT.

Pertemuan dialog yang berlangsung santai itu cukup memberikan informasi yang memastikan beberapa hal bahwa kebijakan Dirjen Pemasyarakatan tentang penitipan Napiter di Lapas-Lapas di beberapa Kabupaten di NTT, seperti di Belu, TTU, Alor, Sumba Timur dan Kabupaten Ende memang benar dan dimaksudkan untuk program deradikalisasi para Napiter dengan kriteria tertentu.

Penitipannya di kamar sel khusus yang diisolasi terpisah jauh dari Napi-Napi lainnya dan bagi keluarganya yang berkunjungpun diawasi secara ketat, dicatat identitas keluarga yang berkunjung, nomor HP dan itu dilakukan dibawah pengawasan dan pengawalan yang sangat ketat

Menanggapi penjelasan Kakanwil Kemenkum HAM NTT Yudi Kurniadi, Petrus Selestinus menyatakan bahwa, meskipun ada jaminan bahwa Napiter yang dititip di Lapas-Lapas di NTT berada dalam pengawasan yang sangat ketat bahkan ditempatkan di ruang khusus yang diisolasi, akan tetapi oleh karena keberadaan Napiter titipan ini publik NTT tidak pernah diberitahu, maka informasi tentang keberadaan Napiter titipan di NTT sungguh-sungguh telah meresahkan masyarakat bahkan sangat mengganggu kenyamanan masyarakat terutama ketika berinteraksi dengan sesama anggota masyarakat dalam kebhinekaan dalam pergaulan sosial sehari-hari.

Yudi Kurniadi dalam penjelasannya menambahkan bahwa Napiter yang dititip di NTT bukanlah Napiter dengan kriteria aktor intelektual, akan tetapi rata-rata mereka berasal dari pelaku turut serta yang secara tidak langsung dianggap membantu teroris.

“Perannya itu misalnya menyembunyikan pelaku langsung atau aktor intelektual saat dicari yang berwajib, atau peran lain seperti membantu dana untuk kegiatan teroris karena hubungan darah atau pertemanan. Atas dasar itulah dalam proses deradikalisasi Napiter ini ditempatkan melalui titipan di NTT guna memudahkan proses deradikalisasi agar kelak Napiter yang bersangkutan dapat kembali menjadi orang yang baik dan berguna di tengah masyarakat,” kata Yudi Kurniadi.

Meskipun demikian TPDI tetap berharap agar Pemerintah Pusat melalui Kanwil Kemenkum HAM RI dan Gubernur NTT dapat segera menghentikan kebijakan titip Napiter di NTT dan segera pulangkan Napiter-Napiter titipan itu ke Jakarta atau Nusakambangan.

Permintaan ini sejalan dengan apa yang didalilkan oleh Yudi Kurniadi bahwa semua Napiter tempatnya hanya satu yaitu di Nusakambangan, karena keamanannya menggunakan sistim maksimum security.

Maka TPDI tetap berharap agar Gubernur NTT Frans Lebu Raya untuk bersikap lebih tegas dan katakan bahwa NTT tertutup bagi Napiter dan Napiter titipan karena tidak membawa manfaat bukan saja bagi Napiternya sendiri akan tetapi juga bagi Masyarakat NTT.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Pers NTT dan Kepala BIN Daerah NTT Daeng Rosada, telah membeberkan dengan jelas fakta-fakta tentang jumlah Lapas dan jumlah Napiter yang dititipkan yang menurut Kabinda NTT, tidak kurang dari 10 Napiter dititip di lima atau enam Lapas di sejumlah Kabupaten di NTT seperti di Kabupaten Kupang, Atambua, Alor, Sumba Barat, Sumba Timur dan Kabupaten Ende.

Kakanwil Kemenkum HAM NTT pun membenarkan keberadaan Napiter titipan, karena statusnya Napiter titipan, maka sebenarnya tinggal selangkah lagi asal Gubernur NTT mau bersikap lebih progresif, maka NTT sudah bersih dari Napiter titipan.

Saat ini Yudi Kurniadi adalah Kakanwil Kemenkum HAM Provinsi NTT, maka orang yang paling bertanggung jawab terhadap seluruh Lapas di NTT berikut isinya termasuk siapa yang boleh berkunjung, berapa lama berkunjung, semuanya wewenang Yudi Kurniadi.

Dengan demikian Yudi Kurniadi diharapkan merespons keinginan Gubernur NTT dan terutama Masyarakat NTT agar kebijakan menitip Napiter di NTT segera diakhiri dan yang sudah terlanjur segera dipulangkan ke Nusakambangan.

“Jika Kementerian Humum dan HAM RI memerlukan SDM yang kompeten untuk membantu proses deradikalisasi para Napiter maka NTT akan siap membantu karena NTT memiliki banyak rohaniwan dan rohaniwati yang mampu melaksanakan tugas peran serta masyarakat membantu pemerintah memberantas terorisme,” tandas Petrus Salestinus. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

HBA Ke-61, Kejari TTU Hadiahi Tersangka Penganiayaan SKP2 dan Piagam Penghargaan kepada Korban

Published

on

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H.,M.H.,menyerahkan piagam penghargaan kepada korban Natsimus Asionpah.
Continue Reading

HUKRIM

Gunakan Kapal Pinisi, Kejari Lembata Gelar Prosesi Tabur Bunga di Teluk Lewoleba

Published

on

Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH., dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharma Karini Daerah Lembata, Ny. Melani Angsar hendak melepaskan karangan bunga di Teluk Lewoleba, Rabu (21/7/2021) pagi.
Continue Reading

HUKRIM

Pimpinan RS Siloam Kupang Nyaris jadi Korban Penipuan-Pemerasan, Pelaku Mengaku Perwira Polisi

Published

on

Direktur RSU Siloam Kupang, dr. Hans Lie, MSc., dan Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK.
Continue Reading
error: Content is protected !!