Connect with us

HUKRIM

Tim Buser Bekuk Petani di Oebelo, Gelapkan Kamera Sewaan

Published

on

Wakapolres Kupang Kota Kompol Edward Jacky Tofani Umbu Kaledi (depan kiri) didampingi Kasat Reskrim AKP Pinten Bagus Satrianing Budi dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (5/6).

Kupang, penatimor.com – Tim Buru Sergap (Buser) Polres Kupang Kota berhasil menangkap pelaku penggelapan kamera sewaan jenis DSLR.

Pelaku yang seorang petani bernisial JN itu dicokok di kediamannya wilayah Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, sekira pukul 16.00, Senin (4/6).

Pria beranak satu itu ditangkap tanpa perlawanan dan bersikap koperatif menjalani proses hukum.

Pelaku kemudian ditahan di sel Mapolres Kupang Kota untuk menjalani proses hukum.

Saat ditangkap, polisi hanya berhasil mengamankan sebuah tas kamera jenis DSLR warna hitam sebagai barang bukti.

Dari aksi kejahatan yang dilakukan, pelaku meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Wakapolres Kupang Kota Kompol Edward Jacky Tofani Umbu Kaledi dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (5/6) siang, mengatakan, pelaku telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Jacki yang didampingi Kasat Reskrim AKP Pinten Bagus Satrianing Budi dan Kanit Pidum Ipda Yance Kadiaman di ruang gelar perkara Satreskrim, menyebutkan, tersangka dalam melakukan aksinya menggunakan selalu identitas palsu.

Sesuai keterangan para korban dalam laporan polisi yang diterima Polres Kupang Kota, pelaku diketahui menggunakan nama Johan Amfoni Misa dan beberapa alamat palsu untuk menipu para korbannya yang melayani jasa penyewaan kamera.

“Yang saat ini melapor secara resmi ada lima korban. Jadi tersangka JN dengan menggunakan identitas palsu, menyamarkan identitasnya menyewa kamera pada lima tempat jasa penyewaan kemera, dan kemudian setelah mendapatkan sewaan kameranya yang bersangkutan tidak mengembalikan kamera tersebut,” jelas Jacki.

Mantan Wakapolres Manggarai Barat itu melanjutkan, sampai saat ini tim penyidik masih melakukan pendalaman terkait keberadaan kamera-kamera yang disewa pelaku.

“Sampai saat ini belum ditemukan barang-barang tersebut dikemanakan pelaku. Nanti didalami lewat penyidikan lebih lanjut,” imbuh bekas Kasat Lantas Polres Kupang Kota itu.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Pengelapan dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Jacki menambahkan, berdasarkan lima laporan polisi terhadap pelaku yang diterima SPKT Mapolres Kupang Kota, diketahui pelaku melancarkan aksinya sejak Mei 2018.

“Ini baru lima korban yang menyampaikan secara resmi. Diduga ada beberapa korban lain yang hingga saat ini masih belum melaporkan. Bila ada korban-korban lain yang belum melaporkan silahkan untuk berkoordinasi dengan Polres Kupang Kota supaya kami bisa melanjutkan dengan pengembangan-pengembangan lain,” harap perwira dengan pangkat satu melati di pundak itu.

Hingga saat ini, lanjut Jacki, dari hasil penyidikan, diketahui pelaku beraksi seorang diri, namun pihaknya akan terus mengembangkan dan menelusuri keterkaitan tersangka dengan pihak lain.

Dijelaskan, sesuai dua dari lima laporan polisi yang diterima Polres Kupang Kota, diketahui tersangka beraksi melalui media sosial.

“Tersangka melihat di media sosial ada jasa penyewaan kamera. Pelaku lalu kontak dan berkomunikasi dengan penyewa untuk dapat barang. Setelah deal harga dan batas waktunya, barang diberikan penyewa dan pelaku membawa barang itu. Namun setelah lewat dari batas waktunya, pelaku tidak melaksanakan kewajibannya untuk mengembalikan kamera dan membayar. Justru barangnya dibawa terus,” urai Wakapolres.

Dia menambahkan harga sewa yang dibayarkan tersangka ke penyewa bervariatif sesuai jenis kamera.

“Jadi ada yang Rp 1 juta, Rp 500 ribu dan ada juga yang bahkan mengalami kerugian sampai Rp 1,4 juta. Waktunya juga bervariasi. Penyidik terus dalami kamera yang diambil tersangka apakah dijual atau dipindahtangankan. Akan terus dikembangkan barang-barang itu setelah diperoleh dikemanakan oleh tersangka,” lanjut dia. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tim Penyidik Kejati NTT Geledah Kantor BPN Provinsi NTT

Published

on

Tim penyidik Kejati NTT saat menggeledah Kanwil BPN Provinsi NTT, Senin (19/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Aniaya Suami, IRT di Kupang Resmi Tersangka

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Truk Tangki Air dalam Lakalantas Maut di Airnona Diduga Bodong

Published

on

Truk tangki air tampak remuk akibat tabrakan maut dan nyungsep ke jurang di Kelurahan Airnona, Kota Kupang.
Continue Reading
loading...