Connect with us

HUKRIM

Korupsi DAK Disdik Kota Kupang, Jaksa Tetapkan 5 Tersangka

Published

on

Kasi Intelijen Christofel Mallaka (kiri) didampingi Kasi Tipidsus Fredrix Bere memaparkan penanganan perkara korupsi DAK Disdik Kota Kupang di ruang kerjanya, Selasa (5/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik pada Seksi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang menetapkan lima orang tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) SMA/SMK pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kupang Tahun Anggaran (TA) 2015.

Lima tersangka masing-masing Karel Wiliam Lay, Nikodemus Salean, Herman Riwu Jeta, Yakob Lote dan Morist Jefri Soleman Luik alias Jefri Luik.

Ada 11 paket pekerjaan fisik yang dikerjakan kelima tersangka dan menimbulkan kerugian negara senilai Rp 588.469.718.

Kajari Kota Kupang Winarno yang dikonfirmasi melalui Kasi Intelijen Christofel Mallaka di ruang kerjanya, Selasa (5/6), mengatakan, penetapan tersangka dilakukan dalam gelar perkara bersama Kajari, para Kasi dan jaksa fungsional.

“Sesuai hasil gelar perkara tadi, ditetapkan lima tersangka. Tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka,” kata Christofel yang didampingi Kasi Tipidsus Fredrix Bere.

Christofel menjelaskan, masing-masing tersangka mengerjakan beberapa paket pekerjaan di sejumlah SMA/SMK di Kota Kupang.

Disebutkan, tersangka Karel Wiliam Lay mengerjakan paket pekerjaan, masing-masing pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB) di SMK Cahaya Putra, dua RKB di SMA Negeri 9 Kupang, dan tiga RKB di SMA Negeri 12 Kupang.

Selain itu, tersangka Nikodemus Salean mengerjakan paket pekerjaan di SMK Negeri 8 Kupang berupa pembanguan tiga RKB dan 1 ruang perkantoran/ruang administrasi, termasuk empat RKB di SMK Negeri 6 Kupang.

“Tersangka Herman Riwu Jeta mengerjakan paket kegiatan di SMK Cahaya Putra berupa pembangunan satu ruang praktik. Tersangka Yacob Lote kerja paket di SMA El Tari berupa dua RKB, sedangkan Jefri Luik kerja paket di SMK Negeri 7 Kupang yaitu pembangunan dua RKB dan 1 ruang adminitrasi perkantoran,” urai Christofel.

Para tersangka dalam mengerjakan paket-paket pekerjaan tersebut tidak sesuai yang diwajibkan, sehingga menyebabkan kerugian negara.

“Ada pekerjaan yang tidak rampung dan sisa pekerjaannya mencapai Rp 100 juta lebih,” sebut Christofel.

Mantan Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Alor itu katakan, pemeriksaan para tersangka juga telah dijadwalkan usai liburan Idul Fitri.

Selain itu, penyidik yang dipercayakan menangani perkara dimaksud juga terus mendalami penyidikan guna menemukan pihak lain yang dinilai turut bertanggungjawab dalam dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

“Nanti perkara ini berjalan (persidangan di Pengadilan) baru dilihat perkembangannya. Akan dilihat fakta-fakta yang terungkap di persidangan untuk dikembangkan,” sebut dia.

Kasi Tipidsus Fredix Bere, menambahkan, para tersangka adalah orang perorangan yang tidak memenuhi kualifikasi sebagai pelaksana DAK.

“Mereka tidak masuk dalam kepanitiaan dan tidak memiliki latar belakang dan pengalaman di bidang teknis, padahal di juknis mengisyaratkan yang masuk itu adalah tukang, dan itu harus dalam SK. Tapi dalam kenyataanya para tersangka ini berani melaksanakan pekerjaan, dimana mereka tidak memenuhi klasifikasi dan mencari atau menyerahkan ke tukang lagi, sehingga sudah keluar dari esensi swakelola,” terang Fredrix.

Mantan Kasi II Bidang Intelijen Kejati NTT itu melanjutkan, esensi swakelola tidak seperti yang dilakukan para tersangka.

“Tukang harus tetap masuk dalam panitia. Kenyataannya seperti Karel Wiliam Lay dan Nikodemus Salean bisa kerja di beberapa sekolah. Mereka kan kalaupun komite harus orang dekat situ (sekolah), tapi kenyataanya tempatnya berjauhan dan bukan warga sekitar sekolah,” beber Fredrix.

Ditambahkan, penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya mengantongi hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari akuntan publik di Malang.

Dalam perkara dugaan korupsi dengan pagu anggaran keseluruhan senilai Rp 10.170.214.000, penyidik Tipidsus Kejari Kota Kupang sudah memeriksa puluhan orang saksi, termasuk Kepala Disdik Kota Kupang Filmon Lulupoy.

“Setelah pemeriksaan tersangka nanti, kita optimis rampungkan penyidikan hingga berkas perkara ini benar-benar lengkap dan dilimpahkan ke tahap penuntutan dan persidangan di Pengadilan,” pungkas Fredrix Bere. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

HUKRIM

Notaris-PPAT di Kupang Turun ke Jalan, Suarakan Stop Kriminalisasi Albert Riwu Kore

Published

on

AKSI. Para Notaris-PPAT Wilayah NTT menggelar aksi solidaritas untuk mendukung proses hukum yang menimpa Albert Wilson Riwu Kore. Aksi berlangsung di Jalan El Tari, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Rabu (10/8/2022) siang.
Continue Reading

HUKRIM

BPR Christa Jaya Masih Buka Ruang Mediasi untuk Notaris Albert Riwu Kore

Published

on

Direktur BPR Christa Jaya Wilson Lianto bersama kuasa hukumnya Samuel David Adoe, SH., dan Bildat Tonak, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Lagi, Dua Anak NTT Dipromosikan Menjadi Kajari

Published

on

ANAK NTT. Anton Londa, SH.,MH., dan Henderina Malo, SH.,MH., yang mendapat promosi jabatan sebagai Kajari.
Continue Reading
error: Content is protected !!