Connect with us

HUKRIM

1 Rumah Mewah, 1 Mobil dan 6 Motor Hangus Dibakar Massa, juga Motor Polisi

Published

on

Rumah dan kendaraan milik Yohan Yulius Tuy selaku Kepala Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, hangus dibakar massa Senin (28/5) malam.

Kupang, penatimor.com – Eksekusi belasan rumah di Dusun II Tuadale Desa Lifuleo Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Senin (28/5) berbuntut panjang.

Korban eksekusi tidak terima rumah tinggalnya rata tanah dieksekusi.

Buntutnya pada Senin (28/5) malam, massa diduga korban eksekusi rumah melakukan tindakan anarkis.

Hujan batu dan aksi bakar-bakar oleh massa diduga korban eksekusi rumah terjadi pada malam hari di RT 05/RW 03 Dusun II Tuadale Desa Lifuleo Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang.

Walau tidak ada korban jiwa namun dua rumah permanen milik Yohan Yulius Tuy, 56, yang juga kepala Desa Lifuleo hangus terbakar dibakar massa.

Selain membakar rumah kepala desa, ikut pula terbakar satu buah dump truk milik kepala desa, enam unit sepeda motor dan satu unit sepeda motor dinas kepolisian milik Bripka Thomas Edison Koilal (Bhabinkamtibmas Desa Lifuleo).

Pada Senin (28/5) siang berlangsung eksekusi 13 unit rumah oleh Pengadilan Negeri (PN) Oelamasi Kupang atas perkara antara Yohan Yulius Tuy melawan sejumlah warga yang dimenangkan sang kepala desa.

Namun dari 13 unit rumah parmanen yang merupakan obyek eksekusi, dua unit rumah lolos karena pemilik rumah memilih jalan damai dengan kepala desa.

Sementara 11 rumah harus dieksekusi sesuai keputusan pengadilan.
Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pasca eksekusi tersebut maka tiga orang personel Polsek Kupang Barat Aiptu Dedi Asameta, Aiptu Yohanis Wido, Bripka I Ketut Sudiyasa termasuk Bripka Thomas Edison Koilal berjaga-jaga di rumah Yohan Yulius Tuy.
Polisi melakukan pengamanan terkait kegiatan eksekusi pada siang hari.

Sementara ketiga personel dan Kepala Desa Lifuleo Yohan Yulius Tuy beserta istri kepala desa, menantu dan cucu-cucu serta keluarga.

Tiba-tiba melintas satu unit sepeda motor dengan kecepatan tinggi di depan rumah kepala desa beserta beberapa orang yang diduga pelaku.

Berselang beberapa saat istri Yohan Yulius Tuy, Luisa Agustina Sio mendapat telepon dari orang yang tidak dikenal bahwa rumah milik kepala desa yang berada di kolam Tuadale sementara terbakar.

Mendapati berita tersebut kepala desa meminta personel polisi yang melaksanakan pengamanan di rumahnya untuk pergi ke rumah yang terbakar tersebut.

Namun personel polisi belum sempat bergerak ke rumah yang terbakar dimaksud tiba-tiba datang massa dan langsung menyerang rumah kepala desa dengan melempari serta membakar mobil, motor dan rumah milik kepala desa.

Rumah kepala desa yang dijaga oleh anggota tersebut diserang oleh massa yang cukup banyak dan tidak dikenal, kemudian melempari rumah dengan batu.

Karena keadaan sudah tidak kondusif, Aiptu Yohanis Wido memberitahukan kepada istri kepala desa dan keluarga untuk masuk kedalam rumah. Selang beberapa saat massa langsung masuk ke dalam pagar dan membakar rumah kepala desa.

Melihat hal tersebut personel polisi memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan oleh massa sehingga personel Polri, kepala desa serta keluarganya menyelamatkan diri.

Massa makin beringas dan terus beraksi. Mereka melempari botol berisi bensin ke arah rumah kepala desa sehingga api makin membesar dan melalap semua bagian rumah.

Pemilik rumah tidak bisa menyelamatkan sejumlah kendaraan miliknya yang diparkir di garasi rumah.

Massa terus melempari rumah dan mencari kepala desa serta keluarganya.

Dalam posisi yang kurang menguntungkan, personel polisi meminta bantuan keamanan dari Polsek Kupang Barat dan Polres Kupang.

Kapolres Kupang, AKBP Indera Gunawan, SIK memimpin langsung anggota ke lokasi kejadian.
Saat bantuan personel Polri tiba di lokasi kejadian, rumah kepala desa dan sejumlah kendaraan bermotor sudah hangus terbakar. Situasi memanas mulai reda dan polisi pun memastikan kondisi keamanan kembali normal.

Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman yang dikonfirmasi kemarin petang mengaku sudah mendapatkan laporan soal kejadian tersebut.

Jenderal bintang dua ini meminta Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan SIk dan jajaran Polres Kupang mengusut tuntas kasus ini.

Kapolda NTT juga menurunkan anggota Polda NTT untuk memback up Polres Kupang dalam menuntaskan kasus dan peristiwa ini.

“Sedang diusut tuntas, saya sudah perintahkan Kapolres Kupang sidik, back up polda NTT,” ujar orang nomor satu di jajaran Polda NTT ini.

Terpisah Kapolres Kupang AKBP Indera Gunawan SIk mengakui kalau kasus ini masih diselidiki.

“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandas Kapolres Kupang.

Kapolres mengaku sudah menurunkan anggota Reskrim Polres Kupang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dibantu anggota Identifikasi Dit Reskrimum Polda NTT.

Kapolres juga menurunkan anggot Sabhara Polres Kupang melakukan penjagaan dilokasi kejadian.

Sementara anggota Sat Binmas dipimpin Kasat Binmas Polres Kupang AKP Moris Illu melakukan pendekatan dengan warga masyarakat setempat.

Anggota Intelkam Polres Kupang dan Polsek Kupang Barat melakukan penyisiran mencari warga yang diduga terlibat dalam peristiwa ini.

Sejumlah anggota polisi wanita (Polwan) Polres Kupang juga diturunkan ke lokasi kejadian karena ada dugaan kalau pelaku pembakaran rumah adalah beberapa kaum ibu yang diduga dari keluarga korban eksekusi.

Polisi sudah mengamankan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah warga sebagai saksi kasus ini. Polisi juga menemukan sejumlah botol yang diduga bekas botol bensin. Selain itu ditemukan pula sisa bensin dalam jerigen ukuran 20 liter.

Polisi mengumpulkan sejumlah batu dan kayu yang dipakai massa saat kejadian pembakaran tersebut.

Seluruh isi rumah kepala desa termasuk perabotan rumah tangga dan sofa serta pakaian dalam lemari ikut hangus terbakar.
Polisi mengamankan satu unit sepeda motor bhabinkamtibmas ke Polres Kupang.

Sementara rangka mobil dan enam unit sepeda motor serta puing bangunan yang terbakar sudah dipasang garis polisi guna menuntaskan penanganan kasus ini.

Diduga kejadian tersebut terjadi karena rasa sakit hati terkait pelaksanaan eksekusi pada siang hari.

Para pelaku/massa tersebut diduga pihak korban eksekusi yang kalah dalam proses perkara sengketa tanah.

Saat terjadinya pelemparan tersebut, Bripka I Ketut Sudiyasa melarikan diri dan menuju ke jalan utama untuk menghindar lemparan batu dari massa.

Polisi sudah mengidentifikasi 22 orang pelaku penyerangan dan pembakaran rumah kepala desa.

Para terduga pelaku tersebut bukan hanya laki-laki, tapi terdapat wanita yang ikut mengumpul batu dengan menggunakan ember dan kemudian para pelaku melakukan pelemparan. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Kupang, Gunakan Parang, Korban Pegawai Navigasi

Published

on

Jeskial Lodo Ndilu alias Eky alias Bartex (29), warga Jalan Banteng, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja.
Continue Reading

HUKRIM

Polisi di Sumba Tangkap Enam Pelaku Penganiayaan hingga Tewas

Published

on

Enam tersangka diamankan aparat kepolisian.
Continue Reading

HUKRIM

Lakalantas di Kupang, Dua Nyawa Melayang

Published

on

Barang bukti sepeda motor milik korban.
Continue Reading
loading...