Connect with us

HUKRIM

Sambil Berdiri, Jaksa Kundrat Bacakan Dakwaan Bagi Penculik Anaknya

Published

on

JPU Kejari TTU Kundrat Mantolas tampak berdiri membacakan dakwaan bagi terdakwa Ranti Kore di Pengadilan Topikor Kupang, Kamis (31/5). Ranti juga adalah penculik anaknya.

Kupang, penatimor.com – Ada yang menarik dan tidak biasa dalam sidang perdana perkara dugaan korupsi anggaran dana desa (ADD) pada Desa Noenasi Kecamatan Miomafo Tengah Kabupaten TTU tahun anggaran (TA) 2016 senilai Rp 600 juta dengan kerugian negara Rp 445 juta di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang, Kamis (31/5) siang.

Kehadiran terdakwa Prantiana Kore alias Ranti cukup menyita perhatian pengunjung pengadilan, terlebih awak media.

Nama Ranti beberapa hari terakhir mencuat dan menjadi buah bibir publik di Kota Kupang bahkan NTT dan nasional, karena menjadi tersangka kasus dugaan penculikan balita yang tak lain adalah anak Kasi Pidsus Kejari TTU Kundrat Mantolas, yang menangani perkara korupsinya.

Ranti dibawa di Pengadilan dengan mobil rantis jenis baracuda oleh pihak Polres Kupang Kota. Dia tampak mengenakan baju warna pink.

Ibu satu anak itu sempat dimasukan ke dalam sel tahanan di pengadilan. Setelah majelis hakim sudah siap menyidangkan perkara tersebut, Ranti pun dikeluarkan dan digiring menuju ruang sidang.

Dia tampak begitu tegar menghadapi persidangan tersebut. Di meja penasihat hukum sudah ada Adelci J.A.Teiseran yang siap mendampinginya.

Ranti saat ditanyakan kembali identitasnya oleh majelis hakim, tampak menjawab semua pertanyaan majelis.

Saat ditanyakan tentang penasihat hukum, perempuan 43 tahun itu menyampaikan bahwa dirinya ingin menambah penasihat hukum, sembari menoleh ke deretan kursi pengunjung sidang mencari advokat Yohanis Rihi.

Yohanis Rihi pun berdiri menyampaikan ke hakim bahwa memang antara dirinya dengan terdakwa sudah ada komunikasi untuk pendampingan hukum, namun belum dibuatkan surat kuasa resmi.

Ketua majelis hakim pun menyampaikan bahwa dalam kasus pidana, hal tersebut dimaklumi dan dimungkinkan sepanjang atas permintaan terdakwa dalam persidangan.

“Karena ini kasus pidana, dibolehkan,” kata Ketua Majelis Hakim Syaiful Arief sembari meminta panitera mencatatnya dalam berita acara sidang.

Hakim Syaiful pun langsung mempersilahkan JPU untuk membacakan surat dakwaan bagi terdakwa.

JPU Kundrat Mantolas pun bangun berdiri dan membacakan surat dakwaan dengan suara lantang hingga selesai.

Ranti Kore kepada wartawan, mengatakan, dirinya sakit hati karena sebagai suplier dirinya telah menyuplai seluruh material sesuai kebutuhan, namun tetap dinyatakan bersalah.

“Pekerjaan sudah selesai semua, tapi bilang kerugian negara Rp 455 juta. Ini yang buat saya sakit hati,” kata Ranti sesaat sebelum dipersilahkan maju ke kursi terdakwa.

Sementara, Yohanis Rihi, mengatakan, pihaknya sangat berharap proses persidangan kliennya berjalan lancar sehingga cepat ada kepastian hukum.

“Kami juga berharap agar proses perkara korupsi tetap berjalan dan berdiri sendiri, tidak disangkutpautkan dengan perkara penculikan anak. Korupsi tetap korupsi, penculikan ya penculikan. Jangan dicampur aduk,” harap Yohanis.

Sekadar tahu, sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten TTU tersebut dipimpin hakim ketua Syaiful Arief, didampingi hakim anggota Ibnu Kholiq dan Ali Muhtarom.

Majelis hakim dibantu pantera pengganti Andreas Benu,SH., Emilia Rohi Kana,SH., dan Erna Dima.

Tiga terdakwa yang dihadirkan adalah Kepala Desa Noenasi Melkior Haumeni, Sekdes Noenasi Siprianus Olin dan Prantiana Kore alias Ranti sebagai suplier.

Surat dakwaan dibacakan secara bergantian oleh JPU masing-masing Kundrat Mantolas, Pugu Raditia Aditama dan Mario Samudra Siahaan.

Terdakwa Ranti Kore selaku suplier mengerjakan jalan Desa Oenasi sepanjang 1.300 meter, dimana sesuai penyelidikan dan penyidikan Kejari TTU ditemukan volume dan material dalam pekerjaan tersebut tidak sesuai. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tawuran Antar Massa Paslon Pilkada Malaka, Polisi Amankan 13 Terduga Pelaku

Published

on

Belasan senjata tajam diamankan aparat Polres Malaka.
Continue Reading

HUKRIM

Mantan Kacab Bank NTT Oelamasi Segera Diadili

Published

on

Tersangka Jhon Nedy Charles Sine, SE., alias Jhon Sine alias Jhon (Mantan Pimpinan Cabang Bank NTT Oelamasi-Kabupaten Kupang) hendak dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Kupang, Rabu (2/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Stefanus Sulayman Divonis 18 Tahun Penjara, Yohanes Sulayman 12 Tahun

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Stafanus Sulayman di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading