Connect with us

HUKRIM

Putusan Kasasi, Hendry Mbatu Dihukum 5 Tahun Penjara, Tofik dan Hence Bebas

Published

on

Fredrix Bere

Kupang, penatimor.com – Jaksa eksekutor pada Seksi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang telah mengeksekusi terpidana Hendry Mbatu.

Eksekusi dilakukan setelah jaksa penuntut umum (JPU) menerima putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) terhadap terpidana tersebut.

Hendry dieksekusi ke Lapas Kelas 2A Kupang untuk menjalani masa hukuman sesuai putusan Kasasi MA.

Kepala Seksi Tipidsus Kejari Kota Kupang Fredrix Bere yang diwawancarai di kantornya, Jumat (25/5), membenarkan.

“Jaksa eksekutor telah mengeksekusi Hendry Mbatu, sehubungan dengan telah diterimanya putusan MA terhadap terpidana tersebut,” kata Fredrix.

Dia jelaskan, Hendry Mbatu dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kota Kupang TA. 2013.

Sesuai putusan majelis hakim Kasasi MA yang dipimpin Artidjo Alkotsar, lanjut Fredrix, Hendry Mbatu dihukum dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta.

Terpidana juga dihukum dengan pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 266 juta lebih.

JPU sebelumnya mendakwa Hendry Mbatu bersama dua orang terdakwa lainnya, namun oleh Pengadilan Tipikor Kupang ketiganya dinyatakan bebas.

Setelah melalui upaya hukum Kasasi, dua orang terdakwa tetap dibebaskan, sedangkan Hendry Mbatu dinyatakan bersalah dan dihukum.

Masih menurut Fredrix, Hendry Mbatu dieksekusi setelah memenuhi panggilan jaksa eksekutor. Pasalnya selama ini Hendry lepas demi hukum pasca divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang.

“Selama ini yang bersangkutan di luar. Dia dieksekusi setelah secara sadar datang sendiri menghadap jaksa eksekutor,” kata Fredrix.

Sekadar tahu, pasca vonis bebas tiga terdakwa perkara dugaan korupsi proyek BSPS Kota Kupang TA. 2013 oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, pada 21 Desember 2015, JPU Kejari Kota Kupang menyatakan mengajukan upaya kasasi ke MA.

Ketiga terdakwa yang divonis bebas, yakni Tofik Khaerudin selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Hence Sina selaku Ketua Tim Teknis dan Hendrik Mbatu selaku supplier.

Ketiganya divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, setelah dituntut hukuman penjara oleh JPU, masing-masing 1 tahun 6 bulan. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

HBA Ke-61, Kejari TTU Hadiahi Tersangka Penganiayaan SKP2 dan Piagam Penghargaan kepada Korban

Published

on

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, S.H.,M.H.,menyerahkan piagam penghargaan kepada korban Natsimus Asionpah.
Continue Reading

HUKRIM

Gunakan Kapal Pinisi, Kejari Lembata Gelar Prosesi Tabur Bunga di Teluk Lewoleba

Published

on

Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH., dan Ketua Ikatan Adhyaksa Dharma Karini Daerah Lembata, Ny. Melani Angsar hendak melepaskan karangan bunga di Teluk Lewoleba, Rabu (21/7/2021) pagi.
Continue Reading

HUKRIM

Pimpinan RS Siloam Kupang Nyaris jadi Korban Penipuan-Pemerasan, Pelaku Mengaku Perwira Polisi

Published

on

Direktur RSU Siloam Kupang, dr. Hans Lie, MSc., dan Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P. Tarung Binti, SIK.
Continue Reading
error: Content is protected !!