Connect with us

EKONOMI

Disperindag Wujudkan Kota Kupang Daerah Tertib Ukur

Published

on

Petugas Disperindag melakukan tera ulang alat ukur para pedagang di pasar.

Kupang, penatimor.com — Daerah tertib ukur bertujuan memberikan pembelajaran kepada semua pelaku usaha agar menggunakan alat ukur yang tepat sesuai aturan yang berlaku.

Pasalnya alat-alat tera yang dipakai akan mengalami penyusutan. Hal ini yang membuat masyarakat menjadi rugi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kupang Heri Padji Kana, mengatakan, semua alat tera dan perlengkapannya harus diverifikasi dan diperiksa ulang.

Agar alat tersebut dipakai sesuai dengan ukuran yang tepat. Daerah tertib ukur diupayakan agar bisa diterapkan di semua wilayah Kota Kupang.

“Kami akan coba di Pasar Oebobo sebagai contoh. Kemudian akan dilanjutkan di semua pasar di Kota Kupang, juga bagi semua pelaku usaha. Yang menyangkut semua alat timbangan dan tera akan diverifikasi kembali,” katanya.

Dijelaskan, yang menjadi kewenangan Disperindag dan di bidang meterologi legal harus ditera dan ditera ulang.

“Tera itu maksudnya adalah alat yang baru dibeli. Kalau tera ulang tera adalah alat yang sudah digunakan dan mengalami pergeseran atau penyusutan,” katanya.

Dia mengungkapkan, tujuan dari tera ulang atau tertib ukur adalah agar masyarakat benar-benar mendapat haknya sesuai apa yang dibeli.

Disperindag sendiri sementara dalam persiapan untuk turun ke lokasi pasar dan lainnya.

“Kami sementara ini masih mengumpulkan data-data. Pelaku usaha yang menggunakan alat timbangan, dan semua stekholders dan mitra yang memakai alat timbangan. Contohnya di Dinas Perhubungan, Bulog dan lainnya. Kita kumpulkan data dan akan langsung mulai action di lapangan,” ungkapnya.

Heri Padji Kana menjelaskan, untuk memenuhi hak pembeli, tera ulang ini harus segera dilakukan. Pasalnya jika alat-alat tera tidak diverifikasi maka akan merugikan pembeli atau masyarakat. Karena apa yang dibeli tidak sesuai dengan barang yang didapatkan, dan akan terjadi ketidakseimbangan.

“Kami sementara mengumpulkan data. Dan jika datanya sudah selesai kami akan turun di Pasar Oebobo. Selanjutnya akan dilanjutkan di pasar-pasar lainnya di Kota Kupang. Dalam waktu dekat ini sudah bisa dilakukan. Paling lambat Juni kami sudah turun ke pasar-pasar,” pungkasnya. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Masyarakat Sao di Ngada Belajar Metode Hutan Bambu Lestari

Published

on

Sebanyak 30 orang perwakilan komunitas Sao di Desa Radabata, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengikuti Sosialisasi dan Workshop Metode Hutan Bambu Lestari (HBL) & Pengelolaan Keuangan Keluarga di Kampus Desa Bambu Turetogo, Yayasan Bambu Lestari yang berlangsung 23-25 November 2021.
Continue Reading

EKONOMI

Cari Kebutuhan di SPEKTRA FAIR Penuh Cuan Raih Diskon Angsuran Sebesar Rp 500 Ribu

Published

on

Chief Executive Officer (CEO) FIFGROUP, Margono Tanuwijaya (kiri), dan Astra Multifinance President Director (SPEKTRA), Ardian Prasetya (kanan), saat meresmikan penyelenggaraan SPEKTRA FAIR yang dilaksanakan di 49 titik di Indonesia mulai 23-30 November 2021.
Continue Reading

EKONOMI

UMP 2022 Tak Berpihak ke Pekerja Media, AJI Pusat Sentil Kasus PHK Jurnalis TIMEX

Published

on

Logo Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Foto: NET
Continue Reading
error: Content is protected !!