Connect with us

SOSBUD

Empat Kabupaten Tidak Ikut Pesparani

Published

on

Panitia Pesparani saat memberikan keterangan pers

Kupang, penatimor.com – Sebanyak empat kabupaten tidak mengirimkan pesertanya untuk mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik tingkat provinsi yang digelar di Kupang, 24- 27 Mei 2018.

Empat kabupaten dimaksud yakni Manggarai Timur, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), dan  Sumba Timur.

Ketua Umum Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta (LP3) Pesparani Katolik Provinsi NTT, Frans Salem sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Selasa (22/5/2018).

Salem menjelaskan, Pesparani Katolik yang digelar ini, merupakan kegiatan pertama. Karena itu, kegiatan yang dilaksanakan ini belum semarak sebagaimana yang diharapkan dari sebuah pesta. Apalagi dukungan dana untuk menyukseskan kegiatan ini pun masih sangat minim.

“Empat kabupaten yang tidak ikut itu, sesuai hasil konfirmasi, terkendala pada anggaran,” kata Salem.

Pesparani Katolik, lanjut mantan Sekda NTT ini, merupakan suatu aktivitas seni budaya keagamaan Katolik dalam bentuk pagelaran lagu dan musik liturgi gerejani. Tujuannya, untuk mengembangkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan masyarakat Katolik terhadap ibadah atau liturgi gerejani.

Ketua Panitia Pelaksana Pesparani Katolik Tingkat Provinsi NTT, Pieter Sinun Manuk menjelaskan, total peserta yang akan mengikuti Pesparani Katolik tingkat Provinsi NTT termasuk official sebanyak 1.157 orang.

Rata- rata jumlah peserta termasuk official setiap kabupaten/kota sebanyak 100 orang, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Flores Timur sebanyak 126 orang dan terkecil dari Manggarai sebanyak enam orang.

“Misa pembukaan dipimpin Yang Mulia Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang sebagai konselebran utama dan didampingi sekitar ratusan imam bertempat di GOR Oepoi Kupang,” kata Pieter.

Acara pembukaan diawali dengan devile kebangsaan- Bhineka Tunggal Ika dengan mengambil titik star dari Gedung Sasando, Kantor Gubernur di Jalan El Tari menuju tempat kegiatan di GOR Oepoi Kupang. Devile kebangsan ini dihadiri seluruh kontingan dari 18 kabupaten/kota dengan berbusana adat masing- masing.

Sementara untuk menjaga keamanan dan ketertiban, panitia melibatkan THS/THM dari Gereja Katolik, pemuda Kristen, Pemuda Hindu, Banser NU, dan Remaja Masjid di bawah koordinasi Kapolres Kupang Kota sebagai penanggungjawab keamanan.

Pieter menyebutkan, kegiatan perlombaan dilaksanakan di dua tempat. Dimana untuk kategori mazmur berlangsung di Gereja Maria Assumpta. Sedangkan untuk kategori paduan suara bertempat di aula utama El Tari.

Peserta yang dinyatakan sebagai juara tingkat provinsi, akan mewakili NTT untuk ikut Pesparani Katolik tingkat nasional yang dilaksanakan di Ambon. Jumlah peserta yang ikut pada iven nasional sebanyak 133 orang.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang hadir mewakili Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTT, Abdukadir Makarim menyatakan, mendukung kegiatan Perparani Katolik ini. Dengan adanya kegiatan ini, maka semua agama sudah menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang telah dijadwalkan secara berkala.

“Kami akan kirim Banser NU da Pemuda Masjid untuk membantu kepolisian untuk melakukan kegiatan pengamanan,” ujar Makarim. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SOSBUD

Pameran Pembangunan di Kefamenanu Perketat Protokol Kesehatan

Published

on

Salah satu pengunjung pameran tampak mencuci tangan sebelum memasuki stan pameran.
Continue Reading

SOSBUD

Gubernur VBL: Lontar Pohon Kehidupan Masyarakat NTT

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat
Continue Reading

SOSBUD

Keluarga Besar Lamaholot di Kupang Gelar Silaturahmi Tahun Baru 2020

Published

on

Ketua IKAL Dr. Kotan Y. Stefanus, S.H, M.Hum., dalam jumpa pers (30/1/2020) petang.
Continue Reading