Connect with us

PILKADA

Mama Emi Betekad Selesaikan Persoalan Tanah Masyarakat Manutapen

Published

on

Dok. Ist

Kupang, penatimor.com – Warga Manutapen, Kecamatan Alak, Kota Kupang, mengeluhkan persoalan hak atas tanah yang selama ini mereka tinggali. Di kelurahan itu terdapat 8 RT dengan total penghuni sekitar 300 kepala keluarga yang mendiami kawasan hutan lindung.

“Kami akan berusaha menyelesaikan persoalan ini jika terpilih nanti. Memang persoalan tanah ini, apalagi mendiami kawasan hutan lindung, tidak semudah yang kita pikirkan. Tapi ini tetap menjadi tugas pemerintah untuk menyelesaikannya,” kata Cawagub NTT, Emelia Julia Nomleni sewaktu melakukan kampanye dialogis, Minggu (20/5/2018).

Menurut Mama Emi, sapaan Emelia, persoalan hak tanah bagi masyarakat yang mendiami wilayah kawasan hutan lindung memang butuh penanganan ekstra.

“Karena untuk mendirikan sesuatu, izinnya memang harus sampai ke pusat. Tapi persoalan yang dialami masyarakat ini tidak boleh dibiarkan pemerintah,” katanya.

“Masyarakat tidak sepenuhnya bersalah, karena mereka pastinya tidak mungkin mendiami wilayah ini jika tidak ada izin sebelumnya dari pemerintah. Dan perlu dicatat, saya tidak mungkin menjanjikan sesuatu yang tidak bisa saya lakukan,” imbuhnya.

Menurut pengakuan ketua RT 8, selama ini mereka merasa tidak pernah diperlakukan sebagaimana layaknya warga negara Indonesia.

“Kami berada di sini bukan karena kami memaksa, tapi karena keadaan saja. Kami anak perantau semua. Kewajiban kami untuk bayar pajak ke pemerintah selama ini tidak pernah dilayani,” kata pria berumur 45 tahun yang tak ingin disebutkan namanya itu.

Dia mengisahkan, bersama warga lain menempati wilayah ini sudah hampir 20 tahun. Dalam rentang waktu yang sangat lama itu, mereka merasa selalu terombang-ambing.

“Kalau saja waktu itu dari pemerintah tidak izinkan, kami tidak berontak untuk tetap tinggal di sini. Kami tinggal karena diizinkan. Dan kami pun butuh kepastian,” ujarnya.

“Waktu itu dari pihak pertahanan dan kehutanan pernah turun lakukan pengukuran tanah. Tepatnya tanggal 14 Agustus 2015. Namun sampai sekarang, persoalan ini tidak ada kejelasan. Saya sebagai ketua RT kadang bingung menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari pemerintah,” kisahnya.

Untuk itu, dia mewakili seluruh masyarakat Manutapen, sangat mengharapkan uluran tangan dari Mama Emi jika terpilih nanti.

“Kami seluruh warga Manutapen berjanji memilihnya. Mudah-mudahan dia bisa membantu kami, sehingga kami bisa mengetahui kejelasan keberadaan kami,” harapnya. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tawuran Antar Massa Paslon Pilkada Malaka, Polisi Amankan 13 Terduga Pelaku

Published

on

Belasan senjata tajam diamankan aparat Polres Malaka.
Continue Reading

PILKADA

APMS dan Kelompok Pengecer BBM di Sabu Raijua Dukung Pilkada Damai, Hindari Hoax dan Isu SARA

Published

on

Agen Premium Minyak Solar (APMS) dan kelompok pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Sabu Raijua mendukung pemilihan kepada daerah (Pilkada) Damai pada 9 Desember 2020 mendatang.
Continue Reading

PILKADA

Amankan PSU Pilkada TTS, Polda Siagakan 200 Personel

Published

on

Ilustrasi personel Polri (NET)
Continue Reading