Connect with us

HUKRIM

Judi KP, Ah Tek Cs Ditahan

Published

on

Dirreskrimum Kombes Pol Yudi Sinlaeloe (kiri) didampingi Kasubbid Penmas AKBP Antonia Pah dan Kasubdit III Jatanras AKBP Josua Tampubolon memaparkan pengungkapan kasus judi KP, Jumat (11/5). FOTO: WILIAM

Kupang, penatimor.com – Pengungkapan kasus perjudian kupon putih atau togel gencar dilakukan Polda NTT melalui Tim Anti Judi Subdit III Jatanras pimpinan AKBP Josua Tampubolon.

Dalam pengungkapan judi KP terbaru di Kota Kupang, polisi menahan tujuh tersangka, masing-masing Hamid Beleng (HB) alias Aba Hamid, Antonius Zakarias (AZ), Presly Malelak (PM), Diana Apriana Bengu (DAB), Sie Kie (SK) alias Aci, Wong Ah Tek (EAT), dan Niah Hong Tjoe (NHT) alias Liana.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen rekapan permainan KP, buku tabungan sejumlah bank, handphone dan beberapa barang bukti lainnya.

Para tersangka merupakan pemain, pengecer/loper dan bandar. Mereka kini ditahan di sel tahanan Mapolresta Kupang Kota.

Pengungkapan kasus ini dilakukan pada 8 Mei sekira pukul 15.00, saat polisi menerima informasi dari masyarakat tentang adanya permainan judi KP di Pelabuhan Tenau.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum) Polda NTT Kombes Pol Yudi Sinlaeloe dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (11/5), mengatakan, menindaklanjuti laporan masyarakat pihaknya langsung mengecek kebenaran informasi tersebut.

 

Yudi yang didampingi Kasubbid Penmas Bidang Humas AKBP Antonia Pah dan Kasubdit III Jatanras AKBP Josua Tampubolon, menjelaskan, pada pukul 17.00, tim Jatanras berhasil menangkap tangan dua orang pelaku HB dan AZM yang sedang melakukan permainan kupon putih di Pelabuhan Tenau.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan penangkapan terhadap pengecer/loper berinisial PM yang sedang merekap kupon putih di rumahnya yang beralamat di RT 011/RW 004, Kelurahan Naikolan Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Selanjutnya petugas kembali melakukan pengembangan dan penangkapan terhadap bandar kupon putih masing-masing SK, WAT dan NHT di rumah mereka yang beralamat di Jl. Timor Raya KM 07 RT 004/RW 002, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

“Para tersangka, saksi dan barang bukti kemudiam diamankan ke Subdit Ill Jałanras Ditreskrimum Polda NTT guna proses hukum selanjutnya,” jelas Yudi.

 

Dia melanjutkan, hasil pemeriksaan terhadap SK didapatkan keterangan dan barang bukti yang mengarah kepada keterlibatan tersangka lainnya yang berperan sebagai loper/pengepul yaitu DAB dan yang bersangkutan ditangkap pada Rabu (9/5) sekira pukul 19.00 di rumahnya yang beralamat RT.012/RW.005 Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Yudi sampaikan, para tersangka dijerat dengan Pasal 303 ayat (1) ke-1e dan ke-2e KUHP dan Pasal 303 Bis ayat (1) ke-1 dan ke-2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-selamanya 10 tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp 25 juta.

Orang nomor satu di Ditreskrimum itu melanjutkan, modus operandi dalam kasus KP ini, yaitu pemain mengirimkan angka dan shio permainan judi kupon putih dengan mengirim SMS ke hanphone para pengecer/loper kemudian para pemasang/pemain melakukan pembayaran secara tunai.

Selanjutnya, jelas Yudi, para pengecer atau loper meneruskan SMS pasangan angka dan shio tersebut kepada operator pengelola permainan judi dan mengirim uang pasangan tersebut dengan mentranfer via ATM ke beberapa rekening penampung milik bandar (Rek Bank BCA, Mandiri dan BRI).

“Setelah menerima pasangan angka dan shio dari pengecer/loper, operator pengelola meneruskan pasangan angka dan shio kupon putih ke salah satu situs judi online Singapura melalui Laptop,” ungkap Yudi.

Ditambahkan, uang hadiah kemenangan diberikan oleh bandar kepada para pengecer/pengepul selanjutnya uang hadiah tersebut diberikan oleh para pengecer kepada para pemain secara tunai.

“Berdasarkan hasil perhitungan sementara diperkirakan omset per hari mencapai Rp 100 juta,” sebut dia.

Perwira berpangkat tiga melati di pundak itu melanjutkan, untuk memastikan jumlah omset yang sebenarnya, penyidik sementara berkoordinasi dengan pihak perbankan untuk membuka rekening. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Kupang, Gunakan Parang, Korban Pegawai Navigasi

Published

on

Jeskial Lodo Ndilu alias Eky alias Bartex (29), warga Jalan Banteng, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja.
Continue Reading
loading...