Connect with us

UTAMA

Ternyata Penderita Hapatitis Terbanyak Ada di NTT

Published

on

Ilustrasi Hepatitis (NET)

Kupang, penatimor.com – Provinsi NTT menjadi wilayah dengan penderita penyakit hepatitis terbanyak di Indonesia.

Hal ini terungkap dalam seminar ilmiah yang digelar PT Prodia Widyahusada Cabang Kupang.

Seminar ilmiah dokter bertema skrining, doagnosis, monitoring penyakit hepatitis B dan C berlangsung di Hotel Swiss Bellin Kristal, Sabtu (5/5).

Vidya Trisnawati selaku Kepala Cabang Prodia Cabang Kupang, mengatakan, seminar ini melibatkan dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, dokter kandungan dan dokter anak di NTT untuk bagaimana penatalaksana penangananan Hepatitis B dan C.

“Karena di NTT merupakan salah satu provinsi yang tertinggi penyumbang angka kejadian hepatitis khususnya hepatitis B dan C,” kata Widya.

Ia mengakakan, permasalahan yang dihadapi adalah biasanya pasien tahu dirinya menderita Hepatitis pada saat sudah kronik.

Padahal sebenarnya bisa dilakukan skrining lebih awal agar penyebarannya bisa diminimalkan.

“Hepapatitis merupakan masalah virus, masalah gaya hidup yang tidak bisa dikontrol. Biasanya dari gaya hidup bebas, mengkonsumsi minuman beralkohol, narkoba, seks bebas dan lainnya yang membuka  kesempatan bagi virus ini untuk mudah masuk dalam tubuh,” katanya.

Dikatakan, ada hepatitis A, B, C dan D.  Untuk hepatitis A bisa sembuh dengan sendirinya dan penularannya biasanya bisa melalui makanan.

Sementara hepatitis B dan C yang sekarang menjadi konsern yaitu menggunakan vaksin dan pengobatannya harus secara berkelanjutan.

“Kalau di Indonesia khususnya di NTT beberapa obat yang seharusnya sudah ada, tetapi sampai sekarang belum masuk sampai ke Indonesia bagian timur, juga dengan keterbatasan alat pendeteksi hepatitis,” ujarnya.

Cara penularannnya hepatitis B dan C cara penularannya melalui darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, hubungan seksual, penggunaan tindik dan lainnya.

Untuk proses penyembuhan hepatitis B dan C, harus menggunakan obat-obatan yang sampai sekarang masih tergolong mahal.

“Jadi kami dari Prodia yang menyediakan jenis-jenis pemeriksaan dan merasa perlu menggelar seminar ini dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten yaitu dr.Poernomo Boedi Setiawan dan Nur Ainsyah Oktavia. Mereka membagikan ilmu update secara nasional dan internasional kepada para dokter-dokter di NTT,” terangnya.

Harapannya, ada program dari Pemerintah Provinsi NTT sendiri untuk mengurangi angka kejadian Hepatitis B dan C, sementara Prodia Cabang Kupang selalu bersedia untuk memberikan kontribusi yang positif. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Polres Lembata Bantu Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Ile Lewotolok

Published

on

Personel Polres Lembata mengevakuasi warga terdampak erupsi gunung Ile Lewotolok, Minggu (29/11/2020).
Continue Reading

UTAMA

Dihujani Abu Vulkanik Ile Lewotolok, Bandara Wunopito Ditutup

Published

on

Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Minggu (29/11/2020).
Continue Reading

UTAMA

Erupsi Ile Lewotolok, Pemkab Lembata Evakuasi Warga

Published

on

Gunung Ile Lewotolok mengeluarkan asap tebal akibat erupsi, Minggu (29/11/2020).
Continue Reading