Connect with us

POLKAM

BPS Sebut Jumlah Pengangguran di NTT Capai 76,3 Ribu Orang

Published

on

Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia saat memberikan keterangan pers

Kupang, penatimor.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penganggur di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Februari 2018 sebanyak 76,3 ribu orang. Angka ini berkurang 3,9 ribu orang jika dibandingkan dengan kondisi Februari 2017 sebesar 80,2 ribu orang.

“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) NTT Februari 2018 mencapai 2,98 persen, turun 0,23 poin dari Februari 2017 sebesar 3,21 persen,” kata Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia kepada wartawan di kantornya, Senin (7/5/2018).

Maritje menyebut, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) NTT Februari 2018 sebesar 73,00 persen, naik 0,18 poin dibandingkan TPAK NTT Februari 2017 yang sebesar 72,82 persen.

“Angkatan kerja NTT pada Februari 2018 sebesar 2,56 juta orang, bertambah 56,1 ribu orang dibanding angkatan kerja Februari 2017 sebesar 2,50 juta orang,” sebut Maritje.

Dia menjelaskan, penduduk yang bekerja di NTT pada Februari 2018 mencapai 2,48 juta orang, bertambah 60,1 ribu orang dibanding keadaan pada Februari 2017 sebesar 2,42 juta orang.

Distribusi penduduk yang bekerja pada Februari 2018 berdasarkan KBLUI 2015, sebagian besar penduduk bekerja di kategori Pertanian sebesar 1,46 juta orang (58,63 persen).

“Selanjutnya, diikuti kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (9,54 persen) dan Kategori industri Pengoiahan (6,46 persen),” tandasnya. (R2)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POLKAM

Jelang Natal-Tahun Baru, Polda NTT Antisipasi Ancaman Terorisme

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin
Continue Reading

POLKAM

Dukungan Golkar NTT untuk Airlangga Hartarto Sudah Harga Mati

Published

on

Melki Laka Lena
Continue Reading

POLKAM

Jasman Abdulah Siap Pimpin Alor Pasca Djobo

Published

on

Jasman Abdulah saat berdiskusi bersama sejumlah aktivis mahasiswa asal Alor di Kupang, Rabu (20/11).
Continue Reading
loading...