Connect with us

NASIONAL

Ini Kisah Sedih Pasutri Asal Nagekeo yang Terlantar di Jakarta

Published

on

Johanes Gore (kanan) saat membesuk Fransiska Enga yang dirawat di RS Fatmawati Jakarta, Minggu (15/4). IST

Jakarta, penatimor.com – Pasutri Nikolaus Newa (60) dan Fransiska Enga (50) nekat ke Jakarta karena terinspirasi dengan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikan Nikolaus kepada Ketua Aliansi Persada Indonesia, Johanes Gore saat membesuk mereka di Rumah Sakit (RS) Fatmawati Jakarta, Minggu (15/4).

Johanes Gore kepada penatimor.com, mengatakan, Nikolaus sampaikan ke dirinya kalau dia sampai merekam pidato Jokowi saat itu.

Keinginan yang kuat untuk mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS), dikarenakan pasutri asal Kabupaten Nagekeo itu mengalami tekanan psikologis dan kebuntuhan dalam menghadapi sakit infeksi saluran kemih yang diderita Fransiska.

“Karena di daerah tidak cukup fasilitas kesehatan dan pelayanan kurang memadai sehingga mereka nekat ke Jakarta,” kata Johanes mengutip cerita Nikolaus.

Ternyata dari cerita Nikolaus, diketahui Fransiska sempat menjalani perawatan medis di RSUD Ende.

Namun dari hasil pemeriksaan dan penanganan selama di Ende, tidak ada perubahan berarti terhadap kondisi Fransiska.

“Jadi mereka memilih menjual babi 2 ekor seharga Rp 5 juta untuk nekat ke Jakarta. Bermodalkan uang itu mereka naik kapal laut dari Pelabuhan Ipi Ende menuju Pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya. Sesampai di Surabaya mereka sempat ke Rumah Sakit Dr Soetomo namun ditolak karena tidak memiliki kelengkapan syarat dan dokumen, termasuk keuangan yang terbatas,” urai Johanes lagi.

Sementara itu, yang ada pada pasutri itu cuma surat keterangan tidak mampu dari Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo.

Namun perjuangan mereka tidak berakhir di situ. Pasutri itu melanjutkan perjalanan ke Jakarta mengunakan bus Titian Indah dan dalam perjalanan mereka bertemu seorang tabib.

Oleh tabib itu, mereka lalu diarahkan ke Banten untuk pengobatan alternatif.

Namun oleh karena tidak ada penginapan mereka menuju wilayah Pasar Rebo, dan akhirnya ditemukan petugas kepolisian di wilayah tersebut lalu dikirim ke panti sosial.

“Pagi tadi sudah ada koordinasi antara petugas Rumah Sakit Fatmawati dan rumah penampungan Dinas Sosial Wilayah Jakarta Timur untuk perawatan mama Fransiska. Saya yang mewakili Keluarga Besar Paguyuban Flobamora,” ungkap Johanes.

“Syukur mama Fransiska dapat ditangani oleh pihak Rumah Sakit Fatmawati dan kini dirawat di ruang rawat nomor 521,” imbuh sosok Ketua Aliansi Persada NTT itu. (R3)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NASIONAL

TPDI Minta Jokowi Tidak Obral Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan

Published

on

Petrus Salestinus
Continue Reading

NASIONAL

Presiden Jokowi Blusukan ke Labuan Bajo

Published

on

Presiden Jokowi saat berada di Puncak Waringin di Labuan Bajo, Senin (20/1). Foto: BPMI Setpres
Continue Reading

NASIONAL

BumDes Hadakewa-Lembata 10 Besar Terbaik Nasional

Published

on

BumDes 7 Maret Hadakewa menjual produk ikan teri khas Hadakewa.
Continue Reading