Connect with us

HUKRIM

Astaga, Tersangka Andi Botha Dapat Kawan Baru

Published

on

Kasubnit V, Unit Pidum, Satreskrim Polres Kupang Kota, Bripka Yosafat Here sedang memeriksa seorang sipir Rutan Klas 2B sebagai saksi untuk perkara tersangka Andi Botha. (IST)

Kupang, penatimor.com – Tersangka Andi Botha bakal mendapat kawan baru untuk bersama-sama mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dalam kasus dugaan pengeroyokan Mikael Manoh, tahanan Rutan Kelas 2B Kupang hingga meninggal dunia.

Tim penyidik Subdit V, Unit Pidum, Satreskrim Polres Kupang Kota dalam penyidikan perkara Andi Botha, dikabarkan telah menemukan pihak lain yang dinilai turut bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

Untuk tahap pertama, berkas perkara Abdi Botha juga sudah dilimpahkan penyidik ke jaksa peneliti di Kejari Kupang, dan tengah dalam tahap pemeriksaan.

Kepala Seksi Pidum Kejari Kota Kupang, Henderina Malo yang dikonfirmasi via ponsel, Sabtu (14/4), mengaku pemeriksaan berkas perkara Andi Botha masih terus dilakukan.

Jaksa peneliti juga disebutkan belum mengembalikan berkas perkara dengan petunjuk (P19) untuk dilengkapi penyidik Polresta.

“Belum ada P19. Jaksa masih periksa berkas,” kata jaksa yang akrab dipanggil Ina Malo itu.

Penegasan tersebut disampaikan bekas Kasi Tipidsus Kejari Kabupaten Sikka itu terkait informasi bahwa jaksa telah memberikan petunjuk agar penyidik menetapkan pihak lain sebagai tersangka baru.

Sementara, informasi lain yang berhasil dihimpun penatimor.com di Mapolres Kupang Kota, menyebutkan, tim penyidik pimpinan Bripka Yosafat Here bersama Brigpol Marlon Tanamal yang dipercayakan menangani perkara tersebut telah memeriksa 6 orang sipir Rutan Kupang dan 6 orang tahanan yang dipindahkan penahanan mereka di Lapas Klas 2A Kupang.

Pemeriksaan terhadap keenam tahanan dilakukan penyidik dalam pengawasan dan perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Dari pemeriksaan 12 orang saksi tersebut, polisi memberikan isyarat adanya potensi tersangka baru.

Sementara tersangka Andi Botha disangkakan melanggar Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sebagai sipir, Andi Botha juga dijerat Pasal 359 KUHP karena kelalaiannya menyebabkan orang meninggal dunia. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

EKONOMI

Beredar Informasi BPR Christa Jaya Hampir Bubar, Wilson Lianto: Itu Hoax!, Hari Ini Lapor ke Polda

Published

on

BERI KETERANGAN. Direktur BPR Christa Jaya, Wilson Lianto didampingi kuasa hukumnya, Bildat Tonak, SH., dan Samuel David Adoe, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Pencabul 2 Gadis Cilik di Kupang Terancam 15 Tahun Penjara, Polisi Tunggu Penetapan Jaksa

Published

on

Ilustrasi (net)
Continue Reading

HUKRIM

Tim Kejagung RI Tangkap Terpidana Linda Liudianto, Korupsi Kredit Macet Bank NTT

Published

on

KENA HIKI. Tim Tabur Kejagung RI saat mengamankan buronan korupsi kredit macet Bank NTT, Linda Liudianto di Jakarta, Jumat (12/8/2022) sore.
Continue Reading
error: Content is protected !!