Connect with us

PENDIDIKAN

Lomba Tari Libatkan 1.482 Siswa, Pemkot Kupang Siapkan Hadiah Rp 118 Juta

Published

on

MOTIVASI. Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, memotivasi para siswa peserta lomba tari tradisonal di GOR Flobamora Oepoi, Selasa (10/4) FOTO: ISTIMEWA

Kupang, penatimor.com – Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, membuka lomba tari daerah dan olahraga tradisional antar SD/MI dan SMP/MTs se- Kota Kupang.

Pembukaan lomba berlangsung di GOR Flobamora, Oepoi, Kota Kupang, pada Selasa (10/4), sekira pukul 09.00.

Lomba berlangsung dari tanggal 9 – 20 April di GOR Flobamora dan lapangan Asrama TNI AD Kuanino, melibatkan 1.482 siswa-siswi dari SD/MI dan SMP/MTs di Kota Kupang.

Jenis mata lomba antara lain, Tari Cerana yang diikuti 544 siswa siswi dari 68 SD/MI, Tari Bonet oleh 260 siswa dari 13 SMP/MTs, Gala Asin yang diikuti oleh 518 siswi dari 74 SD/MI dan tarik tambang oleh 160 siswa dari 16 SMP/MTs.

Hadir pula dalam acara pembukaan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kupang, Filmon J. Lulupoy, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta para Kepala SD/MI dan SMP/MTs se- Kota Kupang.

Wali Kota tiba di tempat acara disambut dengan Tarian Ledo Hawu dari Kabupaten Sabu Raijua yang ditampilkan siswa-siswi dari Sanggar Tari Ie Lowe Wini.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jefri Riwu Kore, menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara dan semua pihak yang terlibat menggagas dan mendukung pelaksanaan kegiatan perlombaan tersebut.

Harapannya perlombaan tersebut selain membangun silahturahmi dan interaksi sosial antar murid SD/MI dan SMP/MTs, juga untuk terus menumbuh kembangkan dan melestarikan seni budaya daerah Kota Kupang di tengah kemajuan teknologi dan pengaruh budaya asing yang berkembang dengan pesat.

“Kiranya momentum peringatan HUT Kota Kupang ke- 22 sekaligus peringatan Hari Pendidikan Nasional yang melandasi penyelenggaraan kegiatan ini dapat kita jadikan kesempatan untuk mempromosikan dan melestarikan seni budaya daerah Kota Kupang sehingga mampu bersaing dengan budaya luar serta menyadarkan masyarakat baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa bahwa olahraga tradisional ini memiliki nilai-nilai luhur yang perlu diperkenalkan dan diwariskan pada generasi muda untuk meningkatkan jiwa cinta budaya bangsa,” lanjutnya Wali Kota.

Orang nomor satu di Pemkot Kupang itu juga mengingatkan agar setiap peserta menjunjung menjaga sportivitas dengan niat dan tujuan baik, karena perlombaan tersebut adalah ajang mendorong dan memacu kreativitas peserta didik dalam mengembangkan seni budaya Kota Kupang.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Dikbud Kota Kupang, Djidja Kadiwanu, melapotkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke- 22 Kota Kupang dan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018.

Kegiatan lomba tersebut, lanjut dia, dibiayai dari APBD Kota Kupang tahun anggaran 2018 melalui DPA Dinas Dikbud Kota Kupang dengan total hadiah sebesar Rp 118 juta.

Kegiatan tersebut kata Djidja, juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah dimana tarian daerah dan olahraga tradisonal warisan leluhur yang erat kaitannya dengan seni, budaya, agama dan tradisi masyarakat lokal mulai tergerus modernisasi seiring berjalannya waktu.

“Anak-anak muda sudah kurang antusias dan jarang mempelajari serta mempraktikkannya dalam kehidupan dan momen tertentu,” sebut Djidja. (R1)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

224 Siswa Bintara Polri Mulai Jalani Pendidikan di SPN Kupang

Published

on

Pembukaan Pendidikan Bintara Polri di lapangan SPN Kupang, Selasa (17/11/2020).
Continue Reading

PENDIDIKAN

REAN jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda NTT untuk Hindari Bahaya Narkoba

Published

on

Kepala Seksi Pencegahan BNN Provinsi NTT Markus Raga Djara, SH.,MHum., memaparkan materinya.
Continue Reading

PENDIDIKAN

Donasi untuk Bocah Satu Kaki di Kupang Capai Rp 27 Juta, Digalang Forum Wartawan

Published

on

Forum Wartawan NTT Peduli berpose bersama usai menyerahkan langsung bantuan itu ke bocah difabel Yesi Ndun dan keluarganya.
Continue Reading