Connect with us

EKONOMI

NTT Alami Inflasi 0,30 Persen

Published

on

Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia saat memberikan keterangan pers kepada awak media di kantornya, Senin (10/6/2019).

Kupang, Penatimor.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada bulan Mei 2019, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi 0,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 13498.

“Dari dua kota IHK di NTT, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,29 persen sedangkan Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,42 persen,” kata Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia kepada wartawan di kantornya, Senin (10/5/2019).

Maritje menjelaskan, inflasi Mei 2019 di NTT terjadi karena adanya indeks harga pada 3 kelompok pengeluaran, dimana kelompok Bahan Makanan mengalami kenaikan terbesar yaitu sebesar 0,04 persen, kelompok sandang sebesar 0,42 persen dan transpor sebesar 1,68 persen.

“Sedangkan kelompok makanan jadi, perumahan, kesehatan dan pendidikan mengalami penurunan indeks harga masing-masing sebesar 0,02, 0,12, 0,03 dan 0,02 persen,” jelas Maritje.

Dia menyebutkan, pada Mei 2019, dari 82 kota sampel IHK Nasional, 81 kota mengalami inflasi dan 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,91 persen dan terendah terjadi di Kota Kediri dengan inflasi sebesar 0,05 persen.

“Sedangkan untuk deflasi terjadi di Kota Merauke sebesar 1,12 persen,” sebut Maritje. (R2)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Tes Sophia, Gubernur: Terbaik!

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wagub Josep Nai Soi dan Rektor Undana Prof. Fred Benu saat launching Sophia di kampus Undana, Rabu (19/6).

Kupang, penatimor.com – Pemerintah Provinsi NTT bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang meluncurkan minuman tradisional beralkohol “Sophia”.

Peluncuran Sophia dilaksanakan di UPT Laboraturium Rizet Terpadu Biosain, Undana, Rabu (19/6).

Acara ini dihadiri oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi.

Turut bersama perwakilan Kejati NTT, Danlantamal, Danlanud, Polda NTT, Bea Cukai, Bank NTT, para dosen Undana dan jajaran Forkopimda.

Wagub Josef Nae Soi dalam sambutannya, mengatakan, Sophia segera dipopulerkan.

“Hari ini kita launching minuman yang namanya Sophia atau Sopi Asli. Minuman ini kita jadikan playmet minuman bagi NTT, karena di Bali sudah punya, Sulawesi Utara juga sudah ada (cap tikus) dan kita punya ini sangat luar biasa rasa nya,” sebut dia.

Wagub melanjutkan, minuman-minuman tradisional yang berasal dari rakyat difrekleksikan untuk menjadi bertaraf nasional dan internasional.

Untuk sementara Sophia masih di laboraturium. Setelah itu kita harus mendaftar di Badan POM ,dan kita daftarkan di merek dan Kemenkuham.

“Untuk harga Sophia nanti urusan pengusaha (PT. NAM ). Kita hanya memproduksi,” sebut Wagub.

Sementara menurut Gubenur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Sophia adalah produk riset terbaik yang dibuat oleh Undana.

Hal ini diungkapkan Gubernur setelah menenguk Sophia yang berwarna putih bening dengan kandungan alkohol 40 persen.

Sedangkan untuk Sophia yang berwarna merah, Gubernur setelah mencoba rasanya, berkomentar agar harus diriset lagi.

Terpantau, Gubernur dan Wagub, bersama Rektor Undana dan pimpinan PT NAM, langsung melaunching Sophia, dengan bersama-sama mencoba rasa Sophia yang dibuat dalam dua warna, yaitu putih dan merah. (R3)

Continue Reading

EKONOMI

Bea Cukai Dorong Ekspor Perdana dari NTT

Published

on

Bea Cukai Kupang turut ambil bagian dalam mendorong ekspor di Provinsi NTT.

Kupang, penatimor.com – Dalam menjalankan peran sebagai industrial assistance dan trade facilitator, Bea Cukai senantiasa berupa mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk dapat mengekspor barangnya ke luar negeri.

Kali ini Bea Cukai Kupang turut ambil peran dalam mendorong ekspor di daerah tersebut. Pada 28 Mei 2019, dilakukan ekspor perdana oleh PT Rote Karanginan Nusantara.

Kepala Kantor Bea Cukai Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Untung Basuki mengungkapkan, dalam kesempatan tersebut PT Rote Karanginan Nusantara mengekspor olahan rumput laut berupa dried seaweed chip (cotton iii) seberat 25 ton.

“Olahan rumput laut tersebut rencananya akan diekspor ke Argentina,” ungkapnya.

Untung menambahkan, dirinya mengapresiasi para pihak yang terlibat dalam mendukung keberhasilan proses ekspor tersebut.

“Kami akan senantiasa mendorong pemerintah setempat untuk melakukan kegiatan serupa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan defisit neraca perdagangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengungkapkan apresiasinya kepada semua pihak yang berperan aktif menyukseskan kegiatan ekspor perdana tersebut.

Viktor juga menegaskan akan menyiapkan 88 ribu tenaga kerja, tali dan bibit rumput laut yang akan digunakan dalam proses produksi penjualan bahan baku produk tersebut, serta akan memantau harga panen rumput laut oleh petani agar tidak dimainkan.

Selain itu, Viktor juga mentargetkan untuk mengekspor komoditas lain seperti kelor dengan tujuan pemasaran ke Jepang.

Dengan adanya ekspor perdana itu, Untung berharap kegiatan ekspor perdana bukan hanya menjadi kegiatan pertama dan terakhir, melainkan juga menjadi awal dari adanya ekspor-ekspor produk lain yang akan muncul di NTT. (R4)

Continue Reading

EKONOMI

Perdana, NTT Ekspor Rumput Laut ke Argentina

Published

on

Foto. Ist

Kupang, Penatimor.com – Untuk pertama kalinya dalam sejarah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengekspor hasil komoditas rumput laut ke luar negeri. Hal itu ditandai dengan acara Pelepasan Expor Perdana Rumput Laut PT. Rote Karaginan Nusantara ke Argentina oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat di Pelabuhan Tenau, Kupang Selasa (28/5/2019).

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengatakan kebanggannya pada produk rumput laut yang dihasilkan petani di daerah itu, yang kemudian diekspor untuk pertama kalinya ke Argentina tersebut.

“Kita tentunya bangga dengan hal ini karena merupakan kerja kolaboratif. Ini hasil kerja kita bersama melalui langkah besar. Tahun depan harus terus berlanjut agar orang di negara lain bisa menikmati produk dari NTT seperti rumput laut ini dan tentunya itu menjadi value yang tinggi,” ungkap Viktor.

Viktor menyatakan sedang mempersiapkan sebanyak 8.800 orang yang akan diberikan bantuan berupa tali dan benih untuk membudidayakayan rumput laut, sehingga dapat meningkatkan hasil produksi. Petani rumput laut perlu dipacu untuk lebih rajin bekerja.

“Saat ini kita juga mengusahakan untuk mengekspor kelor ke jepang. Mereka disana dalam waktu 2 minggu membutuhkan 40 ton kelor. Nanti juga kita akan tingkatkan produksi dan ekspor garam. Kita harapkan pada tahun 2025 nanti sudah bisa suplai 1,5 juta metrik ton garam. Dengan tiga hal tersebut maka kita bisa sumbangkan untuk mengangkat neraca perdagangan negara ini,” ujarnya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada sosok mantan Ketua DPRD NTT, Ibrahim Agustinus Medah yang sudah bekerja keras dalam hal produksi rumput laut.

“Seharusnya Pak Ibrahim Medah ada disini dan dia pasti sangat senang. Saya mau menyebutnya sebagai Bapak Rumput Laut NTT karena karya tangannya sudah mulai dikenal dunia,” sebut Viktor.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai Region Bali, NTB dan NTT, Untung Basuki mengatakan, momentum tersebut sebagai bentuk implementasi ekspor yang berkualitas.

“Kita disini menjadi saksi potensi kekayaan NTT yang diberdayakan menjadi go internasional. Bisa dilihat sebagai implementasi ekspor dengan kualitas yang baik,” ungkap Untung.

Dia berargumen, dengan ekspor perdana ini diharapkan adanya produksi dan ekspor secara terus menerus ke depannya. Karena hal tersebut juga akan membantu memberikan devisa bagi negara dan Provinsi NTT.

“Dari neraca perdagangan kita masih defisit hingga bulan April. Kita membutuhkan neraca yang positif dan negara kita ini sangat besar dan membutuhkan devisa yang baik untuk pembangunan,” ujarnya.

Untung menjelaskan, bentuk konkrit dengan adanya ekspor rumput laut ini merupakan cara bagaimana mengupayakan devisa bagi negara.

“Kita sepenuhnya bersama Pemerintah pusat mendukung Pemerintah NTT sebagai leader pembangunan provinsi ini melalui jalannya ekspor yang juga berguna dalam proses pengembangan daerah. Kita juga memberikan apresiasi kepada PT. RKN yang sudah membantu memberdayakan masyarakat dan kita harapkan ini bisa dilanjutkan ke depannya,” katanya.

Kepala Pusat Standarisasi Sistem dan Kepatuhan BKIPM KKP RI, Teguh Samudro dalam sambutan yang dibacakan perwakilannya mengatakan, produk rumput laut sebagai bagian komoditas sektor perikanan.

“Secara umum perikanan Indonesia telah diterima secara umum oleh negara konsumen dengan keunggulannya dan dapat diproduksi sepanjang tahun dengan berbagai jenisnya,” kata Teguh.

Pada kesempatan itu, dilaksanakan penyerahan sertifikat HC dan PC oleh Gubernur NTT kepada direktur PT. RKN Harris Sastra Lino serta pemecahan kendi oleh Gubernur sebagai peresmian ekspor rumput laut dengan pengiriman 25 ton rumput laut. (R2)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!