Connect with us

INTERNASIONAL

Filipina Kembalikan 2.400 Ton Sampah ke Kanada

Published

on

Dok. Ist

Kupang, Penatimor.com – Filipina telah mulai memulangkan puluhan peti kemas yang penuh sampah ke Kanada, setelah pertikaian lama mengenai eksport sampah yang telah menguji hubungan diplomatik di tengah ancaman dari Presiden Rodrigo Duterte.

Sebanyak 69 peti kemas dimuat pada malam ke satu kapal di Pelabuhan Subic, sebelah barat-laut Manila, dan bertolak pada Jumat untuk perjalanan selama satu-bulan ke Kota Vancouver, Kanada.

Satu pengadilan Filipina pada 2016 mengumumkan impor 2.400 ton sampah Kanada tidak sah, demikian laporan Reuters, seperti dilansir pikiranrakyat.com dari Kantor Berita Antara, Jumat, 31 Mei 2019 siang. Sampah itu diberi cap plastik untuk daur-ulang.

Kanada menyatakan sampah tersebut, yang dieskport ke Filipina antara 2013 dan 2014, adalah transaksi komersial pribadi yang dilakukan tanpa sepengetahuan pemerintah.

“Pemerintah Kanada melakukan semua langkah yang perlu guna menjamin pengangkutan yang aman dan tidak merusak lingkungan hidup, penanganan dan pembuangan sampah di Kanada,” kata Mark Johnson, Juru Bicara Kementerian Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kanada, di dalam satu pernyataan.

Filipina telah menuduh Kanada menghentikan, sehingga menyulut kemarahan dari Duterte, presiden yang dikenal keras terhadap pemerintah Barat. (R2)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INTERNASIONAL

Dili International School Pilih Belajar Bahasa Indonesia di Kupang

Published

on

Foto: Humas Pemprov NTT

Kupang, Penatimor.com – Kepala Sekolah Dili International School (DIS), Cheryl Stephens bersama dua rekan gurunya Jhon Paul dan Leo Baker berkunjung ke Gedung Sasando, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), di Kupang, Selasa (25/6/2019).

“Kami ingin mengunjungi NTT, belajar tentang budaya dan bahasa Indonesia. Kami berharap bisa datang ke Kupang bulan September nanti,” ungkap Cheryl.

Kedatangan Cheryl dan dua rekannya itu diterima oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu.

Pada kesempatan itu, Cheryl menyampaikan maksud kedatangan tersebut serta niatnya untuk mengunjungi Kupang, bersama rombongan pelajar tingkat sekolah menengah atas pada bulan September mendatang.

“Kami berharap bisa bertemu Gubernur NTT, melihat museum, mendatangi tempat pembuatan sasando, melihat salah satu sekolah dan mengunjungi obyek wisata. Kalau boleh, kami juga bisa belajar tentang sistem pemerintahan di sini,” ungkap Cheryl dalam bahasa Inggris.

Dia menjelaskan, sebagai sekolah internasional, DIS menerapkan program Beccalaureate Internasional dan sekolah tahun dasar bersertifikat pendidikan Victoria.

“Sebagai bahasa pengantar, kami mengunakan bahasa Inggris, bahasa Portugis dan bahasa Indonesia. Untuk belajar bahasa Indonesia, kami memilih datang ke Kupang,” jelasnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol NTT, Marius Ardu Jelamu menyambut hangat kunjungan Kepala Sekolah berkurikulum Australia itu bersama Loyd, salah satu pelajar yang turut serta dalam kunjungan itu.

Dalam suasana informal tersebut, Marius memperkenalkan obyek dan potensi wisata yang dimiliki NTT. Beberapa informasi tentang pemerintahan juga dibagikan Marius dalam bahasa Inggris.

“Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste memiliki hubungan emosional yang sangat dekat, sangat baik untuk terus kita jaga. Dalam kesamaan kultur yang dimiliki dengan Timor Barat itu, kita bisa saling belajar. Tentunya, kita juga bisa bekerjasama dalam berbagai bidang termasuk soal pendidikan,” kata Marius. (R2)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Pemerintah NTT Dukung Kehadiran Bandara Internasional Oecusse

Published

on

Dok. Ist

Oecusse, Penatimor.com – Pemerintah Provinsi NTT menyatakan dukungan dan apresiasi atas kehadiran bandar udara (Bandara) Internasional Oecusse, Timor Leste. Karena selain bermanfaat bagi Timor Leste, juga untuk Provinsi NTT.

Gubernur Viktor Laiskodat sampaikan ini saat memberikan sambutan pada acara syukuran 5 tahun kepemimpinan Mari Alkatiri di Distrik Oecusse dan syukuran peresmian Bandara Internasional Oecuse di lapangan sepakbola Oecusse, Selasa malam (18/6/2019).

Menurut Viktor Laiskodat, kehadirannya bersama Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi serta seluruh Bupati di daratan Timor merupakan bentuk dukungan nyata terhadap geliat pembangunan yang gencar dijalankan pemerintah negara Timor Leste khusunya Distrik Oecusse.

“Sebagai gubernur, saya mengapresiasi kebangkitan dari Timor Leste khususnya Oecusse yang telah maju luar biasa. Saya sangat senang Oekusi telah punya Bandara Internasional. Kita akan dorong agar penerbangan ke sini semakin meningkat dan kerja sama antara kedua negara dapat berjalan lancar,” ungkap Viktor Laiskodat.

Viktor Laiskodat menjelaskan, dengan diresmikannya bandara internasional tersebut, sudah ada tiga bandara berstandar internasional di Pulau Timor yakni Kupang, Dili dan Oecusse. Jika nantinya di Suai, Timor Leste juga jadi, maka akan ada empat bandara besar di Pulau Timor.

“Adanya rencana pembangunan Observatorium nasional terbesar se-Asia Tenggara di Timau, akan memberikan dampak yang luar biasa. Karena orang dari mana-mana bisa mendarat di sini. Dari sini mereka bisa cepat sampai ke sana dibandingkan dari Kupang. Mereka hanya butuh waktu sekitar satu jam sampai di sana dengan infrastruktur yang kita bangun dengan bagus,” ujar Viktor Laiskodat.

Pada kesempatan itu, Viktor Laiskodat mengungkapkan tekad dari pemerintah NTT dan pemerintah Distrik Oecusse untuk membangun infrastruktur jalan menuju perbatasan khususnya ke Oepoli.

“Sebentar lagi, Oecusse dan NTT akan bersama-sama bangun jembatan yang hubungkan Oepoli dan Oekusi. Jadi kalau datang Kupang tidak lagi lewat Kefa tapi langsung tembus Kupang. Kita adalah bersaudara, mari kita saling mendukung dalam pembangunan menuju kesejahteraan bersama,” ajaknya.

Peresmian Bandara Internasional Oekusi ditandai dengan penekanan tombol oleh Presiden Timor Leste, Fransisco Guterres.

Bandara ini dikerjakan oleh salah satu BUMN Indonesia yakni PT Wijaya Karya (Persero). Ditandai juga dengan ujicoba rute penerbangan langsung Jakarta-Oecusse oleh Maskapai Citilink.

Gubernur, Wakil Gubernur, para Bupati sedaratan Timor serta rombongan juga melakukan penerbangan perdana dengan pesawat Trans Nusa dari Bandara El Tari menuju Bandara Oekusi. Waktu yang ditempuh kurang lebih tiga puluh menit. (R2)

Continue Reading

INTERNASIONAL

Tahun Ini, NTT Akan Buka Kantor Perdagangan di Dili

Published

on

Dok. Ist

Oecusse, Penatimor.com – Dalam rangka meningkatkan kerja sama perdagangan antara NTT dengan negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Pemerintah Provinsi NTT akan membuka kantor perdagangan di Dili, ibu kota Timor Leste.

Hal ini disampaikan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada acara Peresmian Bandara Internasional Rota do Sandalo, Distrik Administrasi Khusus Oecusse Timor Leste, Selasa (18/6/2019).

“Yang pasti dalam tahun ini, NTT akan membuka kantor perdagangan di Dili. Pemerintah Provinsi NTT sangat serius menjalin kerja sama ke arah sini sehingga pembangunan ekonomi perbatasan dapat berkembang pesat,” ungkap Viktor.

Menurut Viktor, NTT dan Timor Leste memiliki hubungan kultural dan sosial yang sangat kental, karena memiliki akar budaya yang sama. RDTL dan NTT miliki hubungan sosial budaya baik.

“Kalau sudah dekat dengan hati pasti semua yang lain akan lancar. Kalau tidak cocok dengan hati, apapun salah. Hubungan interaksi emosional kita temukan dulu. Kita sedang membangun komunikasi yang baik dengan Pak Xanana, Pak Fransisco Guterres, Pak Mari Alkatiri dan tokoh-tokoh Timor Leste lainnya,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Viktor, akan berupaya membangun hubungan perdagangan secara langsung dengan Timor Leste. Hubungan segitiga Kupang-Dili-Darwin akan dijajaki secara serius.

“Kita punya hubungan-hubungan yang bisa kita kerjasamakan segera. Sedang kita bicarakan secara serius. Kita sudah bicarakan dengan Menteri Ekonomi Timor Leste untuk kita serius bicarakan hal-hal yang dapat kita kerjakan segera. Khususnya dengan Oekusi,” ujarnya.

Lebih lanjut Viktor menguraikan, sebagai sebuah negara, Timor Leste memiliki kuota ekspor yang besar. Hal ini menjadi peluang kerja sama perdagangan terutama untuk menghidupkan daerah perbatasan. Ini tentu butuh diskusi yang serius agar sungguh mendatangkan keuntungan besar bagi Timor Leste dan NTT.

“Kuota yang besar ini dapat kita optimalkan melalui pembicaraan yang matang. Supaya bisa terpakai semua kuota ekspor itu. Yang mana, yang bisa kita kerjasamakan dengan NTT. NTT punya tapi di sini tidak punya. Yang kita kerjasamakan keluar atas nama Timor Leste, itu yang akan kita diskusikan dalam Joint Border (Kerjasama Perbatasan),” jelasnya.

Untuk memperlancar jalur perdagangan langsung ini, sambung Viktor, persoalan administrasi di pos batas antara kedua negara akan dirapikan. Sehingga tidak menjadi penghambat interaksi anatara dua negara baik dalam sosial budaya maupun ekonomi.

“Banyak pengeluhan. Ada yang keluar masuk pintu (batas) masih terkena biaya tambahan kendaraannya. Kita akan duduk bersama agar kita buat satu kesatuan pemahaman. Sehingga harganya sama, modelnya sama untuk hal ini. Tidak ada lagi perbedaan antara Timor Leste dan Indonesia,” katanya.

Hal lain yang ditekankan Gubernur Viktor untuk menghidupkan ekonomi perbatasan adalah pengembangan pasar perbatasan. Harus disiapkan budaya pasar terlebih dahulu sehingga bisa terisi dengan komoditas rakyat dari NTT dan Timor Leste.

“Kita sudah bangun pasar di Motain dan Motamasin. Napan juga akan kita bangun. Kita siapakan agar budaya pasar hidup. Kita akan isi dengan baik sehingga komoditas pasarnya hidup,” tandasnya. (R2)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!