Connect with us

HUKRIM

Korupsi di Panwaslu Kota Kupang, Dua Terdakwa Divonis 3,5 Tahun Penjara

Published

on

Kedua terdakwa perkara dugaan korupsi dana Panwaslu Kupang saat mengikuti sidang putusan di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (11/4).

Kupang, penatimor.com – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang menjatuhkan vonis penjara kepada terdakwa perkara dugaan korupsi dana hibah Panwaslu Kota Kupang Tahun 2017, Kamis (11/4).

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 864.319.294 dalam kasus dana Pengawasan Pilkada Kota Kupang tahun anggaran 2016-2017.

Terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Terdakwa dalam kasus korupsi tersebut yakni Jance Junike Kaborang alias Ance dan Berenadimus Adelbertus Lopo dijatuhi hujuman penjara 3 tahun 6 bulan (3,5 tahun) dan denda masing-masing sebesar Rp 50 juta.

Selain itu, kedua terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 356.008.775 dengan subsider 1 bulan penjara.

Barang bukti yang disita jaksa berupa 1 unit mobil dengan nomor polisi DH 1859 AY dikembalikan kepada Thomas Lopo sebagai pemilik yang sah.

Putusan majelis hakim tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang Christopel Malaka dan Januar Bolitobi yang menuntut terdakwa Ance dengan tuntutan hukuman 6 tahun 6 bulan penjara dengan denda sebesar Rp 200 juta subsidair 1 tahun kurungan penjara.

Sidang pembacaan putusan tersebut yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fransiska Dari Paula Nino, didampingi anggota Ibnu Kholik dan Gustaf Marpaung, dimana dilakukan terpisah.

Sebelumnya, dalam surat tuntutan JPU, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi yang mengakibatkan kerugian negara.

Dalam sidang putusan tersebut, terdakwa Jance Junike Kaborang alias Ance hadir tanpa didampingi kuasa hukumnya.

Sementara terdakwa Berenadimus Adelbertus Lopo didampinggi Luis Balun selaku penasihat hukumnya.

Sidang dihadiri oleh keluarga dari kedua terdakwa. Usai mendengar putusan tersebut terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir untuk melakukan banding. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!