Connect with us

HUKRIM

Di Amarasi Selatan, Agripa Runesi Tega Perkosa Adik Iparnya

Published

on

Ilustrasi (NET)

Kupang, penatimor.com – Kasus percabulan dan pemerkosaan yang melibatkan kerabat dekat terjadi lagi di wilayah Polres Kupang.

Kali ini seorang kakak ipar mencabuli dan memperkosa adik iparnya sendiri. Korban merupakan adik kandung istri pelaku.

Kasus ini menimpa korban RDS (17) warga Desa Retrain Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang.

Ia dicabuli dan diperkosa pelaku yang juga suami kakak kandung korban, Agripa Runesi (35).

Pelaku Agripa juga merupakan warga Desa Retraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang.

Pelaku memperkosa korban di sebuah kali dekat rumah korban dan pelaku di Desa Retraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang.

Kasus ini terjadi pada Minggu (24/3) lalu sekitar pukul 13.00 wita.

Saat itu korban sedang mencuci pakaian di kali seorang diri.

Pelaku yang juga kakak ipar korban memanfaatkan kesempatan tersebut.

Pelaku juga sengaja datang ke kali menemani korban untuk bercerita.

Korban pun tidak curiga kalau kakak iparnya memiliki maksud lain. Usai mencuci pakaian, korban hendak pulang ke rumah dan pelaku pun ikut pulang.

Saat hendak pulang ke rumah, pelaku menarik paksa korban di pinggir kali. Ia memanfaatkan kesempatan sepi tersebut mencabuli dan melakukan persetubuhan terhadap korban.

Usai memperkosa korban, pelaku pun kabur meninggalkan korban. Namun sebelum pergi, pelaku mengancam agar korban tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada siapapun termasuk kepada istri pelaku yang juga kakak korban.

Namun dua hari pasca peristiwa ini atau pada Selasa (26/3), korban tidak bisa mendiamkan kasus ini.

Ia pun menelepon orangtuanya menceritakan aksi bejat kakak iparnya.

Orang tua korban tidak terima dengan aksi pelaku sehingga memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke polisi di Polres Kupang.

Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson Ebet Amalo, SH., mengaku kalau pelaku sudah diamankan dan ditahan dalam sel Polres Kupang.

“Pelaku sudah kita tahan selama 20 hari kedepan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.

Korban yang juga siswi SMU sudah diperiksa penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kupang. Sejumlah saksi pun ikut dimintai keterangannya oleh penyidik yang menangani kasus ini. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!