Connect with us

HUKRIM

Gadis Disabilitas di Kupang Diperkosa Hingga Hamil, Pelaku Siswa SMP

Published

on

Ilustrasi (NET)

Kupang, penatimor.com – Nasib malang dialami seorang gadis disabilitas.
Ia menjadi korban aksi pemerkosaan seorang siswa sebuah SMP.

Pelaku dan korban masih memiliki hubungan kekerabatan erat.

Kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian Polres Kupang.

Korban kasus ini yakni NF (18), penyandang disabilitas dan cacat sejak lahir.

Pelakunya FDJ (14), siswa SMP yang tinggal di Desa Oebelo Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang.

Aksi bejat pelaku dilakukan sejak 18 November 2018 yang lalu di rumah korban di Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang.

Saat ini korban diketahui hamil dengan usia kandungan empat bulan.

Informasi yang diperoleh wartawan menyebutkan kalau saat itu, 18 November 2019 petang sekitar pukul 16.00 korban seorang diri dirumah karena orang tua korban sedang keluar ke rumah kerabatnya untuk menghadiri pesta.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan pelaku. Ia mendatangi korban yang juga kerabatnya di rumah korban.

Pelaku kemudian menarik paksa korban ke kamaar tidur. Suasana sepi dimanfaatkan pelaku untuk memperkosa korban.

Korban yang juga penyandang disabilitas tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak memberikan perlawanan. Ia pun pasrah saat diperkosa pelaku.

Pelaku juga mengancam agar korban tidak menceritakan peristiwa tersebut kepada orang tua korban. Korban pun mendiamkan kasus tersebut.

Hingga memasuki tahun 2019, orangtua korban curiga dengan perubahan pada tubuh korban.

Korban pun ditanyai dan orang tua korban kaget saat mendengarkan penuturan korban kalau ia diperkosa pelaku beberapa waktu lalu saat rumah kosong.

Saat ini korban hamil dengan usia kandungan empat bulan. Pelaku malah mengelak dan menyangkal semua perbuatannya.

Orangtua korban memilih melaporkan kasus ini ke polisi di Polres Kupang dan berharap bisa diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Usai membuat laporan polisi, korban pun menjalani visum di rumah sakit dan didampingi orang tuanya korban diperiksa penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Kupang.

Polisi juga sudah memeriksa pelaku dan mengamankan pelaku di Mapolres Kupang. Namun karena pelaku masih dibawah umur maka pelaku belum bisa ditahan dalam sel Polres Kupang.

Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson Ebet Amalo, SH., didampingi Kanit PPA Sat Reskrim Polres Kupang yang dikonfirmasi kemarin dikantornya membenarkan kasus ini.

“Pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga. Pelaku sendiri masih duduk dibangku kelas II SMP,” tandasnya.

Ia mengakui pula kalau korban saat ini sudah hamil. Dari hasil penyelidikan kasus ini, pelaku sudah mengakui perbuatannya kalau ia memperkosa korban saat rumah sepi dan hanya ada korban dirumah tersebut.

“Awalnya korban mendiamkan kasus ini. Orang tua korban baru kaget saat perut korban sudah membesar dan ternyata korban hamil,” tambahnya.

Sejumlah saksi sudah diperiksa polisi termasuk orang tua korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan undang-undang perlindungan anak.

Ia menegaskan kalau proses hukum kasus tersebut masih terus dilakukan dan berkas perkasa kasus ini segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan negeri Oelamasi untuk proses lebih lanjut. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!