Connect with us

HUKRIM

Lakukan Ancaman Pembunuhan, Caleg di Kota Kupang Dipolisikan

Published

on

Angelica (45) menunjukan laporan polisi nya di Mapolda NTT, Kamis (11/4).

Kupang, penatimor.com – Diduga melakukan ancaman pembunuhan, calon legilatif (caleg) Kota Kupang dari Partai Amanat Nasional (PAN) dilaporkan di Mapolres Kupang Kota.

Caleg bernama Martinus Sogen itu dipolisikan atas dugaan ancaman pembunuhan terhadap korban Angelica (45) dan ibunya, Jong Alin.

Keduanya merupakan warga RT 002/RW 001, Kelurahan Bakunase II, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Angelica (45) kepada wartawan, Kamis (11/4), mengatakan, ancaman pembunuhan ini dilakukan oleh Martinus Sogen terhadap ibunya Jong Alin, di rumahnya, dengan mengunakan pisau.

“Waktu Martinus Sogen melakukan pengancaman terhadap ibu saya, saya tidak berada di rumah. Saya lagi di Kabupaten TTU. Terlapor juga menghubungi saya via telepon dan mengancam akan membunuh saya,” beber Angelica.

Menurut dia, masalah ini terkait utang piutang antara isteri pelaku dengan oknum TNI sebagai peminjam yang sudah tidak bertugas lagi di NTT.

Sedangkan korban Angelica sebagai pengantara atas pinjaman uang tersebut.

“Ini karena oknum TNI itu meminta bantuan lewat saya. Sedangkan uang itu milik isteri dari terlapor,” jelas Angelica.

Sedangkan total pinjaman sebesar Rp 100 juta dan oleh oknum TNI sudah dikembalikan Rp 50 juta.

“Karena tak berhasil tagih uang sisa, pelaku malah mengancam akan membunuh saya dan ibu saya,” tambahnya.

Karena korban merasa dirinya terancam, ia bersama ibunya mendatangi SPKT Polres Kupang Kota untuk membuat laporan polisi.

“Kita sudah laporkan sejak 16 Januari 2019, namun sampai sekarang belum ada kejelasan penanganan kasus ini,” imbuhnya.

Korban merasa tidak puas atas laporan yang telah dia laporkan dan belum ada penyelesaian dari pihak penyidik.

Untuk itu Angelica bersama ibunya Jong Alin mendatangi SPKT Polda NTT, meminta Polda NTT segera mengambil alih penanganan kasus itu, karena dinilainya lamban.

“Saya sudah melapor kasus ancaman pembunuhan ini dari bulan Januari tapi belum diproses kejelasannya,” ungkap dia.

Terpisah, Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Jules Abast di ruang kerjanya, membantah jika penyidik Polres Kupang Kota lamban menangani kasus itu.

Menurut mantan Kapolres Manggarai Barat itu, sampai saat ini penyidik Polres Kupang Kota masih menunggu keterangan dari saksi ahli.

“Ini kan sudah ada surat SP2HP, artinya penyidik sedang bekerja, prosesnya sedang berjalan. Kita akan bekerja profesional,” tandas Kombes Jules. (R3)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!