Connect with us

HUKRIM

Tertangkap Berzinah di Kupang, Oknum Caleg Segera Disidangkan

Published

on

Ilustrasi perzinahan (NET)

Kupang, penatimor.com – Berkas perkara dugaan perzinahan yang ditangani penyidik Satreskrim Polres Kupang Kota telah dinyatakan lengkap atau P-21.

Berkas perkara dengan tersangka Olaf Bert Manafe (OBM) dan Suriyanti Dafa (SD) tersebut juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang, Selasa (9/4).

Dengan pelimpahan tersangka dan barang bukti tersebut, kedua tersangka segera diadili sebagai terdakwa di persidangan Pengadilan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.

Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Mooynafi, SH.,MH., saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, membenarkan.

Menurut mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu, penyidik membutuhkan waktu hampir 4 bulan untuk merampungkan penyidikan dan melimpahkan berkas tersebut ke kejaksaan.

“Penyidik telah bekerja keras untuk melakukan pelimpahan semua berkas laporan yang sudah diterima meski kasus yang diterima sangat banyak,” kata Kasat Bobby.

Sebelumnya, Polres Kupang Kota berhasil mengamankan pasangan selingkuh di kamar Nomor 211, Hotel Nelayan Kupang sekira pukul 20.30, Senin (24/12) malam.

Suami dari Suriyanti Dafa (SD) mendatangi kantornya dan melaporkan kejadian yang melibatkan istrinya itu dan pihaknya langsung melakukan penggerebekan.

Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), kamar yang diduga digunakan kedua pelaku untuk melancarkan perbuatan bejat itu tampak terkunci.

Anggota mengetuk pintu, kedua pelaku tidak membuka pintu sehingga anggota mendobrak pintu kamar.

Olaf Bert Manafe (OBM) hanya mengenakan celana pendek. Sementara, Suriyanti Dafa (SD) hanya menutupi tubuhnya dengan handuk.

Kedua pelaku dugaan persinahan itu langsung diamankan di Mapolres Kupang Kota untuk dimintai keterangan dan guna mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.

Usai diperiksa, kedua pelaku langsung ditetapkan sebagai tersangka. Namun pelaku diizinkan pulang dan dikenakan wajib lapor, serta tidak mendapat penahanan.

Pelaku tersebut dikenakan Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan yang dilakukan oleh dua orang yang salah satu atau keduanya terikat perkawinan dan diadukan oleh isteri atau suami pelaku zina dan dilakukakan atas dasar suka sama suka.

Sesuai dengan informasi yang diperoleh wartawan, Olaf Bert Manafe (OBM) merupakan salah satu calon anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, asal Partai Nasdem. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!