Connect with us

HUKRIM

Ayah Abdul Idol Tersangka Kasus Penipuan, Ditangani Polsek Kelapa Lima

Published

on

Abdulah S. Belajan alias Abah Dulah (berkaos putih di tengah) saat digeladang Unit Resmob Ditreskrimum Polda Bali, Sabtu (10/11/2018). Foto: Istimewa

Kupang, penatimor.com – Abdulah S. Belajan (60) alias Abah Dulah yang adalah ayah kandung dari runner up Indonesian Idol 2018 Ahmad Abdul kini menjadi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Kasus ini tengah dalam penyidikan pihak Reskrim Polsek Kelapa Lima, Polres Kupang Kota.

Penyidik telah melayangkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kota Kupang Henderina Malo yang dikonfirmasi wartawan, Senin (8/4), membenarkan.

Menurut Henderina, terkait perkara tersangka Abdullah Belajan, pihaknya sudah mengembalikan SPDP ke penyidik lantaran tak kunjung melimpahkan berkas perkara untuk diteliti lebih lanjut.

“Terkait perkara Abdullah Belajan, penyidik baru kirim SPDP bulan November 2018, tapi tidak pernah kirim berkas sampai saat ini, jadi penyidik sudah kembalikan SPDP ke penyidik. Ini terkait tindak pidana penipuan dan penggelapan,” kata Henderina yang baru saja dipromosikan menjadi Koordinator di Kejati NTT itu.

Sebelumnya, Unit Resmob Ditreskrimum Polda Bali membekuk Abdulah S. Belajan (60) alias Abah Dulah, Sabtu (10/11/2018).

Abah Dulah yang juga ayah kandung runner up Indonesian Idol 2018 Ahmad Abdul itu diduga terkait dengan kasus uang palsu di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Polisi menangkap Abah Dulah di tempat persembunyiannya di sebuah vila di Banjar Abasan, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat.

Laman Radar Bali mengabarkan, Polda Bali menangkap Abah Dulah untuk menindaklanjuti informasi dari Polda NTT.

Direskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan mengungkapkan, Abah Dulah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda NTT.

Kasus yang menjerat Abah Dulah berawal ketika munculnya laporan dugaan penipuan dan peredaran upal di Polsek Kelapa Lima, Kupang.

Selanjutnya, polisi menggelandang pria yang pernah menjadi residivis kasus narkoba itu ke Mapolda Bali.

“Sementara ini belum ada laporan korban di Bali, sehingga pelaku kami serahkan  petugas Reskrim Polsek Kelapa Lima, Kupang,” tutur Fairan.

Kini pelaku sudah digiring ke Kupang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

“Jika kemudian dikembangkan di Kupang dan hasil pemiksaan nanti ada tindak pidana penipuan di Bali maka akan diproses lagi dengan TKP (tempat kejadian perkara, red) yang berada di Bali,” tutupnya. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!