Connect with us

HUKRIM

Mayat Bayi Ditemukan Membusuk di Jalur 40

Published

on

Penemuan mayat bayi. Foto tidak terkait berita. (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, kembali digegerkan dengan penemuan jasad bayi yang sudah membusuk di Jalur 40, Minggu (31/3).

Mayat bayi malang itu ditemukan sekitar pukul 16.00 oleh Melkisedek Menfini, warga Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat.

Kapolsek Alak Kompol I Gede Sucitra, SH., saat dihubungi wartawan, Senin (1/4), membenarkan laporan penemuan jasad bayi tersebut.

Kapolsek jelaskan, menurut keterangan saksi Melkisedek Menfini bahwa awalnya dia melihat ujung kain warna merah yang ditanam pada lahan kosong di Jalur 40.

Saat melihat kain merah yang mencurigakan itu, Melkisedek menjadi penasaran dan mencungkil kain tersebut dan membuka ternyata di dalamnya terdapat daging yang sudah membusuk dan berulat.

Melihat hal itu, saksi lalu memanggil istrinya Aksaminah Banamtuan untuk melihat isi bungkusan tersebut.

Melkisedek juga memanggil Nelson Nalle dan Ayu Minfini untuk ikut melihat isi bungkusan tersebut, kemudian dia dan Nelson Nalle melapor ke Pos Pol Alak.

“Mayat bayi yang ditemukan di jalan perkampungan yang berjarak sekitar 100 meter dari badan jalan Jalur 40 Kelurahan Manulai II. Jenazah bayi ditemukan dipinggir jalan menuju kebun warga masyarakat dalam posisi ditimbun tanah terbungkus kain warna merah,” ujar mantan Kapoksek Maulafa itu.

Ditambahkan, setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung turun dan melakukan olah TKP.

Mayat bayi yang diduga dibuang oleh orangtuanya itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang untuk dioutopsi.

“Selesai dilakukan outopsi, jasad bayi diketahui berjenis kelamin laki-laki dan saat ini dititip di RSUD Prof. Dr. W.Z. Yohanes Kupang dan selanjutnya akan dimakamkan,” ujar Kapolsek.

Perwira dengan pangkat satu melati di pundak itu menambahkan, bayi malang tersebut diduga sudah dibuang seminggu yang lalu, karena sudah mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan berulat.

“Terhadap proses pengungkapan kasus tersebut, sementara ini kami masih menunggu hasil outopsinya dan kami sudah memeriksa para saksi yang menemukan jasad bayi tersebut,” pungkas Kapolsek Alak. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Bawa Lari Gadis 16 Tahun Lalu Setubuhi, Pemuda di Kupang Terancam 15 Tahun Penjara

Published

on

Ilustrasi (NET)

Kupang, penatimor.com – Seorang pemuda di Kupang dipolisikan atas dugaan pencabulan anak di bawah umur.

Terlapor bernama Jems M (19), sementara korban nya berinisial MB (16) yang berstatus pelajar di salah satu SMA swasta di Kota Kupang.

Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba  yang dikonfirmasi di ruangan kerjanya, membenarkan.

Menurut Kapolsek, kasus ini berawal saat korban pergi dari rumah pada (24/5), dan nginap di rumah temannya di belakang super market Dutalia, Kelurahan Oesapa.

Korban lalu mengirim pesan via messenger ke terlapor pada (28/5) untuk bertemu.

Keesokan hari nya terlapor membawa pergi MB ke kos yang beralamat Jl. Bhakti Karang, RT 37/RW 11, Kelurahan Oebobo.

“Selama tinggal bersama di tempat kos, korban dan pelaku berhubungan badan layak nya suami istri,” sebut Kapolsek.

Selanjutnya pada (4/6), korban pulang ke rumah untuk mengambil pakaiannya karena waktu keluar dari rumah dia tidak membawa pakaian.

Sesampai di rumah nya, korban juga menipu orangtua nya bahwa selama ini dia pergi mencari kerja sebagai sales.

Selanjutnya, pada (8/6), korban pergi lagi dari rumah untuk bertemu dengan terlapor di kost tersebut.

Atas kepergian korban, orangtua nya mencurigai terlapor yang membawa putri mereka, sehingga orangtua korban membawa foto korban untuk mencari di kost terlapor, dan mendapati korban berada di salah satu kamar kost.

Orangtua korban kemudian membuat laporan polisi Nomor:LP/B/85/VI/2019 tanggal 12 Juni 2019.

“Pelaku sudah ditangkap dan diamankan di Polsek Oebobo. Berkas perkara dalam minggu ini dikirim ke Kejaksaan,” terang Kapolsek.

Terlapor dikenakan Pasal 81 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan dari UU Pasal 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Sub Pasal 64 Ayat 1 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (wil)

Continue Reading

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!