Connect with us

HUKRIM

Hamili Siswi SMK dan Kabur, Polsek Oebobo Kejar Pelaku

Published

on

Ilustrasi pelajar hamil. (NET)

Kupang, penatimor.com – Kasus kekerasan seksual kian marak terjadi di Kota Kupang.

Polsek Oebobo, Polres Kupang Kota, dalam sehari menerima dua laporan kasus asusila terhadap anak di bawah umur.

JB (48), warga Kelurahan Sikumana kepada wartawan, Sabtu (30/3), mengaku, ia dan keluarganya mendatangi Mapolsek Oebobo untuk melaporkan perbuatan pelaku berinisial DI, karena telah menghamili FN (17) yang kini menuntut ilmu di salah satu SMK negeri di Kota Kupang.

JB yang adalah paman kandung korban, mengaku bahwa FN merupakan anak yatim piatu.

Dikatakan, awalnya korban yang sedang sakit akibat luka di bagian kaki dan membengkak sehingga pada Rabu (27/3), salah satu keluarganya mengantar korban ke Puskesmas Sikumana untuk berobat.

Dan oleh dokter yang memeriksa kesehatan korban, memberitahukan bahwa FN sedang hamil 4 bulan.

Dari hasil pemeriksaan dokter tersebut, keluarga pun menanyakan kepada FN.

Korban akhirnya berterus terang bahwa pelakunya berinisial DI yang sedang indekos di wilayah Kuanino, belakang Toko Kanaan.

Korban juga mengaku telah menjalani hubungan pacaran dengan DI sejak tahun 2017.

Korban dan pelaku melakukan hubungan badan layaknya suami istri pada bulan November 2018.

Keluarga yang kecewa lalu mencari pria tersebut untuk memintai pertanggungjawabannya.

“Kami menemukan pria tersebut di kos-kosnya, lalu dia mengaku dan bersedia bertanggung jawab sehingga kami minta untuk memberitahukan kejadian ini kepada orangtuanya. Kami juga sempat membawa pelaku untuk tinggal bersama korban,” ujar JB.

Karena desakan keluarga, pelaku kemudian tinggal bersama-sama korban pada Kamis (28/3).

Namun pada Sabtu (30/3) sekitar pukul 03.00, pelaku kabur dari rumah tanpa sepengetahuan siapa pun, sehingga keluarga melaporkan ke Polsek Oebobo.

“Sebenarnya dilaporkan di Polsek Maulafa tapi karena kejadiannya di Kuanino sehingga kami laporkan ke Polsek Oebobo, dengan harapan polisi bisa membantu mencari pelaku untuk diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kapolsek Oebobo, Kompol I Ketut Saba saat dikonfirmasi, Minggu (31/3) membenarkan adanya laporan polisi terkait persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut.

Dikatakan laporan dari warga tersebut diterima pada hari yang sama yakni pada Sabtu (30/3) siang dan setelah menerima laporan, pihaknya akan segera melakukan penangkapan terhadap terlapor yang diduga sebagai pelaku.

“Kita akan tindak lanjuti untuk pengungkapan terhadap para pelaku,” kata Kapolsek. (R1)

Advertisement
Loading...
Loading...
loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Lidik Kasus Tanah Jonas Salean, Jaksa Periksa 3 Notaris

Published

on

Mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean saat mendatangi kantor Kejati NTT, pekan lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyelidik Bidang Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan korupsi terkait lahan milik mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean.

Dalam sepekan terakhir, tim penyidik terus melakukan pemeriksaan saksi.

Saksi yang diperiksa termasuk tiga orang notaris di Kota Kupang, masing-masing Zantje Tomasowa, Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Ketiga notaris ini diperiksa terpisah. Zantje diperiksa terlebih dahulu, kemudian disusul Imanuel Mali dan Hengky Famdale.

Zantje saat itu diperiksa dari pukul 15.00-18.00, selaku notaris yang membuat akta jual beli dengan Mourest Patty.

Saat ditanyakan, apakah ada maksud lain di antara Jonas Salean dan Mourest Patty dalam pembuatan akta jual beli tersebut, Zantje mengaku tidak tahu.

Zantje saat diwawancarai usai pemeriksaan, kepada wartawan, mengaku diperiksa terkait perkara dugaan penyerobotan tanah milik mantan Wali Kota Kupang.

“Saya dipanggil penyidik dan sudah berikan keterangan,” kata Zantje sambil berlalu meninggalkan gedung kantor Kejati NTT. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Jaksa Periksa Lee, Suami Linda Liudianto

Published

on

Amos Cadu Hina, SH. (kiri) bersama Lee di kantor Kejati NTT, Senin (24/6).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT memeriksa Lee, suami tersangka Linda Liudianto yang terjerat perkara dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Lee memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT di Jl. Adhyaksa No. 1, pukul 09.00.

Dia didampingi kuasa hukum istrinya, Amos Cadu Hina, SH.

Lee saat diwawancarai mengatakan dirinya siap memberikan keterangan ke penyidik.

“Ada panggilan jadi saya datang memberikan keterangan,” kata Lee.

Sementara, Amos Cadu Hina, menambahkan, suami kliennya tersebut sama sekali tidak terlibat dalam proyek NTT Fair.

“Dia hanya dampingi istri nya saat temui pak Hadmen waktu itu,” kata Amos.

Terpantau, penyidik Kejati NTT hari ini kembali memeriksa tambahan tiga orang tersangka perkara dugaan korupsi NTT Fair, masing-masing Yuli Afra, Dona Toh dan Ferry Jonson Pandie. Mereka diperiksa mulai pukul 13.00. (R1)

Continue Reading

HUKRIM

Heboh di Amarasi Timur, Menantu Tewas di Tangan Mertua

Published

on

Ilustrasi penikaman (NET)

Kupang, penatimor.com – Warga Desa Enoraen, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang dibuat geger dengan kasus dugaan pembunuhan.

Kasus ini terjadi pada Minggu (23/6), pukul 13.45, dan dilaporkan ke Polsek Amarasi Timur dengan Laporan Polisi Nomor: LP/02/VI/2019/Sek Amtim pukul 15.10.

Korban nya adalah Gunawan Kaesnube (25), warga RT 03/RW 02, Desa Enoraen.

Penganiayaan ini terjadi di halaman rumah milik Meynar Aruan, Desa Enoraen, dengan pelaku Adiyanto Takain (46), warga RT 06/RW 03, Desa Enoraen.

Adapun para saksi dalam kasus ini, yang juga warga setempat, masing-masing Ronaldo Dairo, Fance Junedi Ruku (21) dan Aplonius Runesi (27).

Informasi yang dihimpun wartawan, menyebutkan, kasus ini berawal pada saat pelaku menyimpan dendam terhadap korban.

Korban adalah anak menantu dari pelaku, dikarenakan korban menelantarkan anak dan cucu dari pelaku di Kupang.

Sehingga pada saat korban hadir pada acara pesta di Desa Enoraen, pelaku melihat korban kemudian langsung mendekati korban dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau tepat pada dada korban sebanyak satu kali.

Akibat dari penusukan tersebut korban langsung terjatuh dan meninggal dunia.

Aparat kepolisian Polsek Kupang Timur yang menerima laporan masyarakat, langsung melakukan tindakan kepolisian, menerima laporan, membuat LP, mendatangi TKP, memasang police line pada TKP dan mengevakuasi korban.

Korban pada saat sekarang sementara dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang guna dilaksanakan autopsi. (wil)

Continue Reading




Loading...

Trending

error: Content is protected !!